Menu

Mode Gelap
Lima Sila Pancasila Jadi Filosofi Pembangunan Gedung Mahkamah Agung di IKN Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan Mutasi Polri Agustus 2026, Kapolda dan Wakapoda Sulut serta Sejumlah Pejabat Utama Pindah Tugas hingga Promosi Jabatan Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali Kejagung Tampilkan Uang Sitaan Rp401 Miliar Kasus Nikel PT CNI

Warta Utama

Kayu Gelondongan Terbawa Banjir di Sumut, 19 Orang Meninggal 24 Dalam Pencarian

badge-check


					Kayu Gelondongan Terbawa Banjir di Sumut, 19 Orang Meninggal 24 Dalam Pencarian Perbesar

Kayu gelondongan yang terbawa arus banjir di Sumatera Utara (Sumut) ramai disorot. Video viral di media sosial menampilkan tumpukan gelondongan kayu terbawa saat banjir bandang di sejumlah daerah Sumut. Bobby akan mengecek perihal itu.

“Ya nanti kita lihat ya (soal banyaknya gelondongan kayu),” kata Bobby Nasution di Lanud Soewondo Medan, Kamis (27/11/2025).

Menurut Bobby, saat ini fokus mereka adalah mengevakuasi warga terdampak. Termasuk mempercepat pengiriman logistik.

“Yang pasti untuk saat ini kita fokusnya untuk evakuasi warga dan juga mempercepat logistik untuk kebutuhan warga, baik kebutuhan makan, kebutuhan hari-harinya seperti anak bayi butuh pampers,” ujarnya.

Dalam sejumlah video yang tersebar di media sosial, banjir bandang membawa muatan gelondongan kayu di Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, hingga Sibolga. Beragam komentar warganet menduga itu merupakan praktik ilegal logging yang ikut memperparah banjir dan longsor.

Banjir dan tanah longsor terjadi di kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Kabupaten Tapanuli Selatan. Total ada 19 orang yang dilaporkan meninggal dunia akibat bencana di tiga lokasi tersebut.

“Data korban terkalkulasi, meninggal 19 orang,” kata Kepala Kantor SAR Nias Putu Arga Sujarwadi melalui Humas saat dihubungi, Jumat (28/11/2025).

“Dalam pencarian 24 orang,” sambungnya.

Sejauh ini ada 1.952 orang yang terdampak bencana di Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah dan Selatan. Sebanyak 24 orang yang dilaporkan hilang masih dalam pencarian petugas.

Ada tiga tim yang diterjunkan melakukan evakuasi. Tim pertama melakukan evakuasi di perumahan Toholand Pandan. Sementara tim kedua bergerak menuju posko terpadu di Gedung Nasional Sibolga.

Putu Arga mengatakan tim ketiga melaksanakan mobile untuk mengantarkan personel menuju titik evakuasi di Sibolga dan Tapanuli Tengah. Total ada 447 orang yang mengungsi akibat banjir di Sibolga dan Tapanuli.

“Data pengungsi di Gor Pandan sebanyak 447 orang,” ujar Putu Arga.

Dari total 447 orang pengungsi itu, 43 di antaranya merupakan bayi dan 109 orang berusia anak-anak. Sementara tercatat ada 10 orang mengungsi di Gor Pandan.

Dua perumahan di Tapanuli Tengah saat ini juga masih belum bisa diakses. Petugas menunggu alat berat untuk membuka jalur. Sementara jalan dari Tarutung menuju Sibolga saat ini juga masih lumpuh.

“Jalan amblas dan akses putus total dari Tarutung menuju Sibolga. Dibutuhkan estimasi 3-4 hari untuk pembangunan jembatan darurat,” tutur Putu Arga.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Desil dan Dilema Bantuan Sosial: Ketika Data Tak Sesuai Kondisi Warga

26 Agustus 2026 - 05:54 WITA

Presiden Prabowo: Tingkatkan Layanan Dasar bagi Rakyat dari Puskesmas hingga Sekolah, Tak Boleh Ada Anak Belajar dalam Keadaan Lapar

14 Agustus 2026 - 11:13 WITA

Kisah Munawi di Lereng Bromo, Merangkak di Tebing dan Mengejar Api hingga Larut Malam

8 Agustus 2026 - 12:10 WITA

Dari Mimpi Gaji Puluhan Juta ke Neraka Scam, Kisah Pekerja Migran di Sumut Jadi Korban TPPO

5 Agustus 2026 - 04:18 WITA

Akad Massal 62.000 KPR, Presiden Prabowo Pastikan Pemerintah Terus Hadirkan Hasil Nyata bagi Rakyat

31 Juli 2026 - 05:21 WITA

Trending di Warta Utama