Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo Teken Perpres Kesehatan, Atur Integrasi Layanan dari Pusat hingga Desa Rossa Sebut Nama Baiknya Dijadikan Ajang Cari Cuan Clickbait Lewat Link Afiliasi Kepergok ke Kedai Kopi, Napi Korupsi Dipindah ke Lapas Nusakambangan Harga BBM Pertamina Naik, Pertamax Turbo Melejit Jadi Rp19.400 Potret Gereja Pertama IKN, Ada Makna di Balik Desain Indahnya Komisi IX DPR RI Dorong Optimalisasi Program Magang untuk Kurangi Pengangguran Sarjana

Warta Utama

Kayu Gelondongan Terbawa Banjir di Sumut, 19 Orang Meninggal 24 Dalam Pencarian

badge-check


					Kayu Gelondongan Terbawa Banjir di Sumut, 19 Orang Meninggal 24 Dalam Pencarian Perbesar

Kayu gelondongan yang terbawa arus banjir di Sumatera Utara (Sumut) ramai disorot. Video viral di media sosial menampilkan tumpukan gelondongan kayu terbawa saat banjir bandang di sejumlah daerah Sumut. Bobby akan mengecek perihal itu.

“Ya nanti kita lihat ya (soal banyaknya gelondongan kayu),” kata Bobby Nasution di Lanud Soewondo Medan, Kamis (27/11/2025).

Menurut Bobby, saat ini fokus mereka adalah mengevakuasi warga terdampak. Termasuk mempercepat pengiriman logistik.

“Yang pasti untuk saat ini kita fokusnya untuk evakuasi warga dan juga mempercepat logistik untuk kebutuhan warga, baik kebutuhan makan, kebutuhan hari-harinya seperti anak bayi butuh pampers,” ujarnya.

Dalam sejumlah video yang tersebar di media sosial, banjir bandang membawa muatan gelondongan kayu di Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, hingga Sibolga. Beragam komentar warganet menduga itu merupakan praktik ilegal logging yang ikut memperparah banjir dan longsor.

Banjir dan tanah longsor terjadi di kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Kabupaten Tapanuli Selatan. Total ada 19 orang yang dilaporkan meninggal dunia akibat bencana di tiga lokasi tersebut.

“Data korban terkalkulasi, meninggal 19 orang,” kata Kepala Kantor SAR Nias Putu Arga Sujarwadi melalui Humas saat dihubungi, Jumat (28/11/2025).

“Dalam pencarian 24 orang,” sambungnya.

Sejauh ini ada 1.952 orang yang terdampak bencana di Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah dan Selatan. Sebanyak 24 orang yang dilaporkan hilang masih dalam pencarian petugas.

Ada tiga tim yang diterjunkan melakukan evakuasi. Tim pertama melakukan evakuasi di perumahan Toholand Pandan. Sementara tim kedua bergerak menuju posko terpadu di Gedung Nasional Sibolga.

Putu Arga mengatakan tim ketiga melaksanakan mobile untuk mengantarkan personel menuju titik evakuasi di Sibolga dan Tapanuli Tengah. Total ada 447 orang yang mengungsi akibat banjir di Sibolga dan Tapanuli.

“Data pengungsi di Gor Pandan sebanyak 447 orang,” ujar Putu Arga.

Dari total 447 orang pengungsi itu, 43 di antaranya merupakan bayi dan 109 orang berusia anak-anak. Sementara tercatat ada 10 orang mengungsi di Gor Pandan.

Dua perumahan di Tapanuli Tengah saat ini juga masih belum bisa diakses. Petugas menunggu alat berat untuk membuka jalur. Sementara jalan dari Tarutung menuju Sibolga saat ini juga masih lumpuh.

“Jalan amblas dan akses putus total dari Tarutung menuju Sibolga. Dibutuhkan estimasi 3-4 hari untuk pembangunan jembatan darurat,” tutur Putu Arga.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ritual Mecak Undat Datah Bilang Diwarnai Lomba Tradisional dan Kesenian

17 April 2026 - 07:38 WITA

Viral Kisah Pilu Sri Apriliani: Hidup Sebatang Kara di Rumah Tak Layak, Menabung Meski Serba Kurang

16 April 2026 - 05:59 WITA

Anak Jalanan-Pengemis Berkeliaran di Mataram Mall, Warga Mengeluh

13 April 2026 - 02:35 WITA

Saksikan Penyerahan Rp11,42 Triliun dan Ratusan Ribu Hektare Lahan Hasil Penyelamatan ke Negara, Prabowo: Kewenangan yang diberikan oleh UUD 45 kepada Presiden RI, saya akan gunakan untuk tegakkan hukum tanpa pandang bulu

11 April 2026 - 06:46 WITA

Veronica Tan Ungkap Kemiskinan Picu Maraknya Kasus Pernikahan Dini di Indonesia

10 April 2026 - 06:13 WITA

Trending di Warta Utama