Menu

Mode Gelap
Jembatan Keruhbehet Sirampog Rusak, Warga Sakit Terpaksa Ditandu karena Mobil Tak Bisa Melintas Dari Kegelisahan Jadi Gerakan: Kisah Inspiratif Anak Muda Kalbar Bangun Distrik Integritas Cerita Hengky Tornando-Baby Zelvia dari Cinlok Awet 34 Tahun Pernikahan Tidak Ada Toleransi, Presiden Prabowo Perintahkan Cabut Izin dan Usut Pidana Korporasi Pelaku Karhutla Kortastipidkor Polri Sita Lahan Rp 4,8 Triliun di Bali Mengenal Lebih Jauh Ritual Tiwah

Warta Daerah

Jembatan Keruhbehet Sirampog Rusak, Warga Sakit Terpaksa Ditandu karena Mobil Tak Bisa Melintas

badge-check


					Screenshot Perbesar

Screenshot

Kerusakan Jembatan Keruhbehet di Desa Mlayang, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, membuat warga kesulitan mendapatkan akses transportasi, termasuk ketika membutuhkan layanan kesehatan. Kendaraan roda empat sudah tidak dapat melintas di jembatan yang mengalami ambles dan miring sejak Desember 2025 itu.

Dampaknya dirasakan Yanto, warga setempat, pada Jumat, (18/9/2026). Saat hendak menjalani pengobatan ke rumah sakit, dia harus ditandu menggunakan sarung untuk melewati jalur jembatan yang rusak.

Kondisi tersebut terjadi karena kendaraan roda empat yang biasanya dapat digunakan untuk membawa warga menuju fasilitas kesehatan tidak lagi bisa melewati Jembatan Keruhbehet. Warga terpaksa menandu pasien agar dapat berobat ke fasilitas kesehatan.

Kepala Desa Mlayang Abdul Khafidz mengatakan kerusakan jembatan telah berlangsung selama berbulan-bulan. Selain menghambat mobilitas, kondisi jembatan juga membahayakan warga yang masih menggunakannya.

“Sudah banyak pengendara sepeda motor yang jatuh saat melewati jembatan karena kondisinya rusak dan miring,” kata Abdul Khafidz.

Jembatan Keruhbehet berada di atas Sungai Keruhbehet dan menjadi salah satu jalur penghubung bagi warga di lima pedukuhan. Pemerintah desa menyebut lebih dari 3.000 penduduk bergantung pada akses tersebut untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Jalur itu digunakan warga untuk bekerja, bersekolah, berdagang, mengangkut hasil pertanian, berobat, hingga mengurus keperluan administrasi pemerintahan. Terbatasnya kendaraan yang dapat melintas membuat aktivitas warga ikut terdampak.

Persoalan akses kesehatan menjadi salah satu dampak yang paling dirasakan. Dalam kondisi darurat, warga yang membutuhkan kendaraan roda empat harus menghadapi keterbatasan akses akibat kerusakan jembatan.

Situasi serupa juga dikhawatirkan menyulitkan ibu hamil yang membutuhkan akses cepat menuju puskesmas atau rumah sakit. Pemerintah desa berharap perbaikan dilakukan sebelum kerusakan menimbulkan kecelakaan atau menghambat penanganan warga dalam kondisi darurat.

Perbaikan Jembatan Masuk APBD 2026

Menurut Pemerintah Desa Mlayang, rencana perbaikan Jembatan Keruhbehet telah tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD Kabupaten Brebes 2026.

Namun, hingga September 2026, warga masih menunggu realisasi pekerjaan fisik di lokasi. Pemerintah desa berharap rencana tersebut segera diwujudkan karena jembatan merupakan akses penting bagi ribuan penduduk.

“Harapannya segera diperbaiki karena jembatan ini merupakan akses vital masyarakat. Warga membutuhkan jalur yang aman untuk aktivitas sehari-hari,” ujar seorang pegawai pemerintah desa setempat.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diduga Kangkangi Aturan Hukum, Satgas PKH Didesak Tutup Aktivitas PT Bartim Coalindo

16 September 2026 - 05:58 WITA

TNI-Polri dan Masyarakat Gelar Sholat Istisqa’ di Makodam XIII/Merdeka, Mohon Turunnya Hujan dan Keberkahan

15 September 2026 - 05:07 WITA

Kapal Virgo Transport 8 Rute Surabaya–Banjarmasin Hilang Kontak, Bawa 240 Penumpang

13 September 2026 - 08:16 WITA

Krisis Air di Puncak Papua, Warga Rela Mengantre hingga Tengah Malam

10 September 2026 - 05:28 WITA

4 Bandara Ditutup Sementara Akibat Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau

6 September 2026 - 07:53 WITA

Trending di Warta Daerah