Harga rata-rata bahan pangan di Indonesia pasca-Lebaran 2026 tercatat masih relatif stabil, dengan sebagian bahan pangan mengalami penurunan harga di pasar tradisional.
Mengutip data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang tersedia di laman Bank Indonesia (BI) pada Kamis (26/3/2026), beberapa harga bahan pangan utama tercatat sebagai berikut per kilogram:

Bawang merah ukuran sedang: Rp46.650, naik 4,25% atau Rp1.900
Bawang putih ukuran sedang: Rp40.350, naik 0,25% atau Rp100
Beras: kualitas bawah I & II Rp14.350, medium I Rp15.850, medium II Rp15.700, super I Rp17.150, super II Rp16.600
Cabai: cabai rawit hijau Rp60.750, naik 3,4% atau Rp2.000; cabai merah besar Rp54.850; cabai merah keriting Rp52.000; cabai rawit merah Rp86.500
Daging ayam ras segar: Rp44.050, naik 2,32% atau Rp1.000
Daging sapi: kualitas 1 Rp150.100; kualitas 2 Rp141.850
Gula pasir: kualitas premium Rp19.900; lokal Rp18.900, naik 0,8% atau Rp150
Telur ayam ras segar: Rp33.250
Minyak goreng: curah Rp19.900, naik 1,27% atau Rp250; kemasan merk 1 Rp23.000, naik 0,44% atau Rp100; kemasan merk 2 Rp22.050, naik 0,92% atau Rp200
Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) APPSI Ngadiran menilai, kenaikan harga yang ada masih berada dalam batas wajar.
Menurutnya, stabilitas harga ini dipengaruhi kondisi pasar yang relatif sepi pasca-Lebaran.
“Enggak ada yang belanja lagi. Namanya habis Lebaran, kondisinya sekarang kan tenang,” ujar Ngadiran.
Ia menambahkan bahwa sebagian pedagang masih dalam proses persiapan pasca-Lebaran sehingga aktivitas jual beli belum kembali normal.
Ngadiran juga menekankan bahwa data harga yang dirilis BI bersifat sampling, sehingga bisa berbeda antarwilayah.
Ia memprediksi harga pangan tetap stabil setidaknya selama satu pekan ke depan.
“Kita berharap dalam pekan-pekan ini harga masih tetap biasa, masih stabil,” tandas Ngadiran.
****









