Kisah ini datang dari Hamid Marasabessy, anak nelayan dari Desa Kailolo, Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Perjuangan luar biasanya mampu menghantarkannya lulus seleksi prajurit TNI AD.
Dilansir dari keterangan Penkodam XV/Pattimura, Selasa (15/9/2026), Hamid sehari-hari membantu orang tua dengan berjuang hidup dari mengail dan menjaring ikan, namun perjuangan pantang menyerah terus ia jalani. Ujian terasa semakin berat ketika sang ibu tercinta diuji dengan sakit struk ringan, yang membuatnya kesulitan untuk bergerak dan bekerja. Melihat kondisi ibunya, tekad Hamid justru semakin membaja.

“Di sela-sela membantu keluarga dan merawat sang ibu, ia terus memupuk cita-citanya menjadi prajurit TNI AD untuk mengangkat derajat orang tuanya,” tulis keterangan Kodam XV/Pattimura.
Hamid terus berlatih, mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi prajurit TNI AD. “Setiap langkah seleksinya yang berat, dikuatkan oleh doa dari sang ibu. Dan doanya terjawab. Hamid resmi dinyatakan lolos menjadi prajurit TNI AD,” jelas Kodam XV/Pattimura.
Kisah Hamid menjadi bukti nyata bahwa barisan pertahanan bangsa ini diisi oleh putra-putra terbaik yang memiliki mental baja dan hati yang tulus.
“Menjadi TNI bukan tentang seberapa kaya dirimu, melainkan seberapa besar ketulusanmu untuk mengabdi pada NKRI dan berbakti pada orang tua. Selamat bertugas, Hamid Marasabessy,” tutup Kodam XV/Pattimura.
****









