Menu ✖

Mode Gelap
China Minta Politikus Filipina Tak Bikin Panas Hubungan Antar Negara Kejati Sultra Tetapkan Karo Ekonomi Tersangka Korupsi Jamuan Rp4,2 Miliar Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto Apresiasi Komitmen Pemerintah dalam Memperkuat Ketahanan Pangan Lestarikan Budaya, PORTINA Sulut Latih Pelatih Olahraga Tradisional Dua Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo, Investasi Rp3.923,2 Triliun Serap 5,48 Juta Tenaga Kerja Juan Azmi Bawa Film Laga Indonesia Menembus Panggung Dunia

Warta Internasional

China Minta Politikus Filipina Tak Bikin Panas Hubungan Antar Negara

badge-check


					China Minta Politikus Filipina Tak Bikin Panas Hubungan Antar Negara Perbesar

Filipina marah ke ke Duta Besar China di Manila mengenai penggunaan kekuatan di tengah sengketa Laut China Selatan. China kemudian membalas dengan meminta politikus di Filipina tak bikin panas situasi.
Dilansir The Star dan Xinhua, Selasa (20/10/2026), ribut-ribut antara Filipina dan China ini sebenarnya sudah berlangsung lama. Kedua negara terlibat sengketa di Laut China Selatan atau Laut Filipina Barat.

Baru-baru ini, tensi kedua negara meningkat setelah Duta Besar China untuk Manila, Jing Quan, mengatakan jika Beijing ingin menggunakan kekuatan dalam konflik dengan Manila ‘Kami bisa menang dengan mudah’. Dia kemudian menambahkan, ‘Namun tidak, kami tidak akan menggunakan kekuatan. Kami mencintai perdamaian’.

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr mengatakan pernyataan duta besar itu terdengar ‘seperti sebuah ancaman dan bukan pernyataan yang diplomatik’. Sekretaris urusan Luar Negeri Filipina Theresa Lazaro juga telah memanggil Duta Besar Jing Quan untuk menyampaikan keberatan keras atas pernyataannya pekan lalu yang dinilai ‘mengandung ancaman penggunaan kekuatan’.

Persoalan itu makin panas setelah beberapa senator Filipina menyatakan mempertimbangkan untuk menyatakan Jing sebagai persona non grata atau orang yang tidak diinginkan. Pada hari Minggu, Kedutaan Besar China di Manila menantang para legislator Filipina untuk mengeluarkan deklarasi tersebut, namun memperingatkan akan adanya tindakan balasan.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, juga menyatakan China dengan tegas menentang tindakan sejumlah pihak di Filipina yang dianggap terus menggembar-gemborkan isu-isu terkait China dan merusak hubungan bilateral. Pernyataan tersebut disampaikan Mao dalam sebuah konferensi pers rutin menyusul pengumuman dari Kementerian Luar Negeri Filipina bahwa mereka telah memanggil duta besar China untuk Filipina.

Mao menegaskan pengembangan dan peningkatan hubungan China-Filipina sejalan dengan kepentingan kedua negara. Dia juga mendesak Filipina untuk menertibkan tindakan dan pernyataan yang tidak bertanggung jawab dari sejumlah politikus di negara tersebut.

Hubungan antara Filipina dan China telah memburuk dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan langkah Manila memperkuat aliansi militernya dengan Amerika Serikat untuk menegaskan klaimnya di Laut China Selatan. Kapal-kapal penjaga pantai Filipina dan China pun sempat terlibat bentrokan di perairan yang disengketakan tersebut.

Wakil Sekretaris Kantor Komunikasi Kepresidenan Filipina, Claire Castro, menegaskan Marcos Jr akan melindungi hak dan kepentingan Manila di wilayah yang disebut sebagai Laut Filipina Barat melalui jalur diplomatik. Dia menyatakan Filipina akan tetap membuka jalur komunikasi dengan China yang merupakan mitra dagang utama Manila serta berupaya menstabilkan hubungan bilateral, khususnya di bidang-bidang yang tidak sensitif.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Singapura Layangkan Peringatan ke 7 Perusahaan Indonesia Terkait Kabut Asap

17 Oktober 2026 - 03:38 WITA

RI Dorong ACAFTA Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM

15 Oktober 2026 - 06:45 WITA

PBB Desak Investigasi Serangan Terhadap Bandara Internasional Riyadh

13 Oktober 2026 - 04:33 WITA

Indonesia Juara Umum Kompetisi Olahraga-Budaya ISCG 2026 di Pakistan

10 Oktober 2026 - 05:03 WITA

Bos IMF Ngomel ke Negara-Negara Maju, Utang Dunia Bakal 100% PDB

8 Oktober 2026 - 05:21 WITA

Trending di Warta Internasional