Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Warta Daerah

Terisolir Jalan Rusak, Jumlah Siswa SDN Sanawuyu Menyusut Drastis

badge-check


					Terisolir Jalan Rusak, Jumlah Siswa SDN Sanawuyu Menyusut Drastis Perbesar

Nias Utara – Keterisoliran infrastruktur jalan dan jembatan berdampak langsung pada dunia pendidikan di Dusun 8 Desa Umbubalodano. SD Negeri 078426 Sanawuyu kini hanya menyisakan puluhan siswa akibat mayoritas penduduk memilih merantau.

Dona Dona Ziliwu warga Dusun 8 Desa Umbubalodano mengungkapkan wilayahnya belum pernah merasakan pembangunan jalan dan jembatan dari pemerintah daerah. Jembatan yang ada saat ini merupakan peninggalan era pasca bencana gempa.

“Jalan dan jembatan belum pernah merasakan perhatian berupa pembangunan dari pemerintah daerah. Jembatan yang ada sekarang ini peninggalan era pasca bencana gempa,” ujar Dona-Dona, Jumat 25 September 2026.

Untuk akses listrik, ia mengakui jaringan PLN sudah masuk dan menjangkau wilayah tersebut. Namun secara umum warga merasa belum sepenuhnya merasakan kemerdekaan karena minimnya infrastruktur dasar.

Dampak keterbatasan akses jalan membuat warga kesulitan mengangkut dan memasarkan hasil bumi. Kondisi tersebut memicu gelombang migrasi besar-besaran.

“Sekitar 75 persen lebih penduduk memilih pergi merantau keluar daerah untuk mencari penghidupan yang lebih baik,” katanya.

Perpindahan penduduk tersebut berdampak langsung pada menurunnya tingkat kelahiran serta menyusutnya jumlah siswa secara drastis di SDN Sanawuyu.

Jumlah siswa terus menurun hingga kini hanya tersisa puluhan orang. Selain jumlah yang menyusut, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) juga terkendala.

Siswa sering terlambat saat hujan karena jalan rusak dan harus melepas sepatu sebelum masuk kelas. Lingkungan sekolah juga sering mengalami banjir saat hujan deras.

Saat ini sekolah tersebut memiliki 12 orang tenaga pengajar yang terdiri dari 2 PNS/ASN, 5 P3K, 2 paruh waktu, dan 2 tenaga honorer.

Guru SD Sanawuyu Adizaro Zai memohon perhatian dari pemerintah daerah hingga Presiden Prabowo Subianto untuk membenahi akses jalan serta membangun saluran drainase agar banjir tidak lagi mengganggu KBM.

Warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pusat untuk segera merealisasikan pembangunan jalan dan jembatan guna membuka keterisoliran wilayah tersebut.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jalan Rusak Parah, Warga Desa Wolokelo Swadaya Gotong Royong Lakukan Perbaikan

17 Oktober 2026 - 03:45 WITA

APH Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Setda Barito Timur

15 Oktober 2026 - 07:15 WITA

Kebakaran Cagar Alam Gunung Lokon Tomohon Hanguskan 100 Hektare Lahan

14 Oktober 2026 - 10:25 WITA

Protes Tambang Galian C, Warga Puncu Kediri Keluhkan Jalan Rusak dan Sulit Air

13 Oktober 2026 - 04:27 WITA

GAMKI Mengabdi 2026 Layani 120 Lansia di Itawaka, Dorong Deteksi Dini Penyakit

11 Oktober 2026 - 04:56 WITA

Trending di Warta Daerah