Menu

Mode Gelap
Jembatan Keruhbehet Sirampog Rusak, Warga Sakit Terpaksa Ditandu karena Mobil Tak Bisa Melintas Dari Kegelisahan Jadi Gerakan: Kisah Inspiratif Anak Muda Kalbar Bangun Distrik Integritas Cerita Hengky Tornando-Baby Zelvia dari Cinlok Awet 34 Tahun Pernikahan Tidak Ada Toleransi, Presiden Prabowo Perintahkan Cabut Izin dan Usut Pidana Korporasi Pelaku Karhutla Kortastipidkor Polri Sita Lahan Rp 4,8 Triliun di Bali Mengenal Lebih Jauh Ritual Tiwah

Serba Serbi

Warga Binaan Lapas Pangkalpinang Ubah Bonggol Jagung Jadi Budidaya Jamur

badge-check


					Warga Binaan Lapas Pangkalpinang Ubah Bonggol Jagung Jadi Budidaya Jamur Perbesar

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang terus kembangkan keterampilan Warga Binaan melalui kegiatan produktif. Upaya tersebut dilakukan dengan memanfaatkan bonggol jagung sebagai media budidaya Coprinus comatus (jamur janggel) bersama peserta magang di area Agroedupark, Kamis (10/9/2026).

Pada tahap awal, 10 kilogram bonggol jagung disiapkan, kemudian ditaburi campuran 1,5 kilogram bekatul, enam keping ragi, dan setengah kilogram urea. Media tersebut selanjutnya ditutup untuk menjaga kelembapan dan disiram secara berkala setiap dua hari sekali. Proses penyemaian hingga jamur mulai tumbuh diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 14 hari.

Peserta magang, Sekar, lulusan Teknologi Pertanian Universitas Sriwijaya Palembang, turut terlibat langsung bersama dua peserta magang lainnya. Mereka membantu menyiapkan media, melakukan penyemaian, mendampingi perawatan, dan berbagi pengetahuan dan ide kepada Warga Binaan dalam proses budidaya jamur.

“Kami ingin berbagi ilmu sekaligus belajar bersama Warga Binaan, mulai dari menyiapkan media hingga perawatannya. Semoga jamurnya tumbuh baik dan nantinya bisa dimanfaatkan,” ujar Sekar.

Salah satu Warga Binaan berinisial AG senang dapat mempelajari keterampilan baru. Menurutnya, proses budidaya jamur memberikan pengalaman tersendiri karena membutuhkan ketelatenan dalam perawatan hingga memasuki masa panen.

“Senang bisa belajar hal baru. Sekarang masih dalam proses perawatan, jadi kami ingin melihat sampai jamurnya tumbuh dan bisa dipanen. Kalau sudah panen, hasilnya juga bisa diolah menjadi makanan,” harapnya.

Terpisah, Kepala Subseksi Sarana Kerja, Almaududi, mengatakan kegiatan ini merupakan pembinaan kemandirian untuk mengembangkan keterampilan Warga Binaan sekaligus memberikan nilai tambah pada bonggol jagung yang tersedia. “Kami terus mendorong kegiatan kemandirian yang memberikan keterampilan baru bagi Warga Binaan. Jika hasilnya baik, budidaya ini akan kami kembangkan dengan menambah media dan jumlah produksinya,” ujarnya.

Jamur yang tumbuh nantinya dapat dipanen secara bertahap setiap hari setelah memasuki masa produksi. Hasilnya juga dapat diolah menjadi menu sederhana, seperti tumis dan oseng pedas, sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pangan.

Melalui kegiatan ini, Lapas Pangkalpinang berharap keterampilan yang diperoleh menjadi bekal bagi Warga Binaan. Selanjutnya, hasil pertumbuhan akan dipantau dan dievaluasi untuk melihat peluang pengembangan ke tahap berikutnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mengenal Lebih Jauh Ritual Tiwah

18 September 2026 - 05:42 WITA

BRIN Bawa Iptek ke Sentra Tahu Sentolo, Dorong UMKM Naik Kelas lewat Inovasi Produk

16 September 2026 - 05:51 WITA

28 Ribu Koleksi Eugene Dubois Akan Segera ‘Pulang Kampung’ ke Indonesia

13 September 2026 - 06:53 WITA

Harga Pangan 7 September: Bawang Merah Turun, Cabai Kembali Naik

7 September 2026 - 04:29 WITA

Keluarga Jadi Kekuatan Suksesnya Pembudidaya Ikan Nila Lestari di Manganitu

4 September 2026 - 05:10 WITA

Trending di Serba Serbi