Menu

Mode Gelap
Jembatan Keruhbehet Sirampog Rusak, Warga Sakit Terpaksa Ditandu karena Mobil Tak Bisa Melintas Dari Kegelisahan Jadi Gerakan: Kisah Inspiratif Anak Muda Kalbar Bangun Distrik Integritas Cerita Hengky Tornando-Baby Zelvia dari Cinlok Awet 34 Tahun Pernikahan Tidak Ada Toleransi, Presiden Prabowo Perintahkan Cabut Izin dan Usut Pidana Korporasi Pelaku Karhutla Kortastipidkor Polri Sita Lahan Rp 4,8 Triliun di Bali Mengenal Lebih Jauh Ritual Tiwah

Serba Serbi

28 Ribu Koleksi Eugene Dubois Akan Segera ‘Pulang Kampung’ ke Indonesia

badge-check


					28 Ribu Koleksi Eugene Dubois Akan Segera ‘Pulang Kampung’ ke Indonesia Perbesar

Pemerintah Indonesia terus menggenjot proses repatriasi atau pengembalian benda-benda bersejarah yang berada di luar negeri. Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon memastikan, proses pemulangan ribuan koleksi fosil temuan paleoantropolog asal Belanda, Eugene Dubois, saat ini masih terus berjalan dan ditargetkan segera tiba.
“Masih jalan, masih jalan terus, masih kita lakukan. Ini Eugene Dubois masih dalam perjalanan, mudah-mudahan ada 28 ribu fosil kemudian masih banyak yang lain-lain. Jadi dikembalikan yang diambil oleh kolonial secara tidak sah, illegitimate, ini akan kita kembalikan,” ujar Fadli Zon usai meresmikan museum Rumah Pengasingan Bung Hatta-Sjahrir di Kota Sukabumi, Sabtu (12/9/2026).

Repatriasi puluhan ribu spesimen fosil yang mencakup temuan penting seperti Homo erectus ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam mengembalikan serpihan sejarah peradaban bangsa yang sempat ‘terusir’ ke luar negeri pada masa kolonial.

Koleksi massal yang mencakup atap tengkorak, tulang paha (femur), hingga gigi geraham tersebut sebelumnya disimpan dan diteliti di Belanda.

Pengembalian ribuan koleksi bersejarah ini merupakan hasil dari riset asal-usul mendalam serta perundingan intensif antara Kementerian Kebudayaan dengan Colonial Collections Committee (CCC) Belanda. Pemerintah juga menyepakati pembentukan tim gabungan guna mengamankan proses pemulangan bertahap serta memperkuat kerja sama riset ilmiah ke depan.

Meskipun beberapa artefak penting dari koleksi Eugene Dubois telah lebih dikembalikan seperti Java Man. Namun, penetapan cagar budaya nantinya tidak dilakukan terhadap setiap benda secara terpisah.

Ia menuturkan nantinya akan menetapkan koleksi tersebut sebagai satu kesatuan. “Tapi yang masterpiece-nya mungkin sudah ya, Java Man dan juga beberapa femur, artefak-artefak yang penting, tapi satu koleksi itu mungkin tidak satu per satu tapi satu koleksi,” ujarnya.

Dengan kembalinya ribuan artefak dan fosil penting ini ke Tanah Air, pemerintah berharap hal tersebut tidak hanya memperkaya khazanah sejarah nasional, tetapi juga memperkuat kedaulatan budaya serta membuka ruang riset yang lebih luas bagi ilmu pengetahuan di Indonesia.

Sekedar informasi, Kementerian Kebudayaan menyebut hingga Agustus 2026 terdapat 1.485 warisan budaya yang telah ditetapkan atau direkomendasikan sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional.

Beberapa yang tercatat di antaranya Istana Merdeka di Jakarta sebagai bangunan cagar budaya, Jembatan Ampera di Palembang sebagai Struktur Cagar budaya, hingga 352 objek pengembalian hasil rampasan Puputan Badung tahun 1906, termasuk mata tombak, anting, gunting, dan cincin.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mengenal Lebih Jauh Ritual Tiwah

18 September 2026 - 05:42 WITA

BRIN Bawa Iptek ke Sentra Tahu Sentolo, Dorong UMKM Naik Kelas lewat Inovasi Produk

16 September 2026 - 05:51 WITA

Warga Binaan Lapas Pangkalpinang Ubah Bonggol Jagung Jadi Budidaya Jamur

10 September 2026 - 05:26 WITA

Harga Pangan 7 September: Bawang Merah Turun, Cabai Kembali Naik

7 September 2026 - 04:29 WITA

Keluarga Jadi Kekuatan Suksesnya Pembudidaya Ikan Nila Lestari di Manganitu

4 September 2026 - 05:10 WITA

Trending di Serba Serbi