Untuk menjaga keselamatan prajurit yang bertugas di wilayah timur Indonesia, Kogabwilhan III menggelar doa bersama. Kegiatan ini dipimpin langsung Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto dan dilakukan secara serentak seluruh satuan tugas Kogabwilhan III di berbagai penjuru wilayah Indonesia Timur.
Dilansir dari keterangan Penkogabwilhan III, Rabu (9/9/2026), Lucky pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa di balik setiap tugas dan pengabdian, terdapat doa untuk keselamatan para prajurit.

“Kita semua tentu berharap seluruh prajurit yang sedang melaksanakan tugas senantiasa diberikan perlindungan dan keselamatan. Tidak ada tugas yang lebih penting daripada memastikan personel kita kembali dalam keadaan aman,” kata Lucky.
Ia juga mengajak seluruh personel untuk terus menjaga kekompakan, kewaspadaan, dan semangat pengabdian.
“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, tetap solid, dan jangan pernah lengah. Kita berangkat untuk melaksanakan pengabdian, dan kita berharap seluruhnya kembali dengan selamat,” tegasnya.
Doa bersama tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian seluruh keluarga besar Kogabwilhan III, sekaligus memohon pertolongan agar setiap langkah pengabdian diberikan kelancaran dan keselamatan.
Untuk diketahui, Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Kogabwilhan III) adalah komando utama operasi yang berkedudukan langsung di bawah Panglima TNI. Wilayah tanggung jawabnya mencakup darat, laut, dan udara di kawasan Indonesia Timur, khususnya Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat, beserta perairan dan ruang udara di atasnya.
Tugas pokok dari Kogabwilhan III adalah melakukan penindakan awal dengan mengintegrasikan kekuatan gabungan TNI (Darat, Laut, Udara) untuk menindak ancaman militer maupun nonmiliter di wilayah Indonesia Timur yang dapat mengganggu kedaulatan, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa.
Selain itu, Kogabwilhan III adalah penangkal ancaman yaitu dengan menyelenggarakan operasi penangkalan terhadap segala bentuk ancaman nyata di wilayah pertanggungjawabannya.
Berikutnya, pemulih kondisi yaitu dengan melaksanakan operasi pemulihan keamanan akibat gangguan stabilitas regional, konflik bersenjata, atau ancaman pertahanan di wilayah operasi.
****









