Penyanyi cilik dari Kota Ambon, Sofia Frenelta Silooy sukses melantunkan lagu ’Jujaro dan Muggare’ pada event internasional seni dan budaya yang berlangsung di kota Darwin Australia.
Penyanyi yang baru duduk di bangku kelas 7 SMP Kristen Kalam Kudus, Ambon ini hadir sebagai peserta yang meramaikan Darwin Fusion.

Sebuah kegiatan Internasional Event 2026 yang diadiri 6 negara, antaranya, Cina, Jepang, Amerika, Timor Leste dan Tuan Rumah Australia, pada tanggal 10 – 11 July di kota Darwin Australia.
Dalam pentas bertema seni budaya, Sofia Frenelta Silooy tampil mengenakan busana khas Maluku dari Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Penyanyi cilik itu, menyapa para penonton dengan senyum manis nona Ambon sambil menjelaskan tentang tentang lagu Ambon yang akan dia bawakan.
Sofie tidak tampil sendiri, ia ditemani Maluku Mese Mena Tradisional Musik Group yang memainkan Jukulele, Suling, Tifa, Marakas, dan judi Frenelta Silooy yang adalah kakak kandung Sofie sebagai backing vocal.
Sofie memukau ratusan penonton yang hadir sore itu di Foodfair Esplandet Darwin. Sofie Silooy mengaku sangat nangga bisa tampilkan budaya Maluku di Australia dan menjadi sangat penting utk gerenasi muda Maluku mempertahankan musik budaya Maluku.
Alunan musik khas Maluku yg mengiring suara merdu Sofie Silooy mendapat respon penonton yang luar biasa.
Sementara itu Bagus Hendraning Konsul Republik Indonesia Darwin menyampaikan sangat apresiasi dengan tampilnya penyanyi cilik asal Ambon itu.
Ia mengaku, tampilnya Sofie Silooy dalam ajang Internasional ini tentunya juga mengankat nama Bangsa Indonesia dan terkhusus kota Ambon sebagai City Of Music.
Hendraning mengatakan, KJRI Darwin akan selalu siap memberikan dukungan untuk setiap WNI yang datang ke Darwin. Apalagi Ambon yang merukapan Sister City dengan Kota Darwin.
****









