Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Serba Serbi

Puluhan Inovasi Hayati dan Lingkungan Dipamerkan BRIN dalam Expo ORHL 2026

badge-check


					Puluhan Inovasi Hayati dan Lingkungan Dipamerkan BRIN dalam Expo ORHL 2026 Perbesar

Cibinong, infokatulistiwanews.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalaui Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan (ORHL) menggelar Capacity Building dan Expo ORHL 2026 pada Rabu–Kamis (8–9/7) di Gedung Utama ICC, Kawasan Sains dan Teknologi Soekarno, Cibinong Kabupaten Bogor. Gelaran ini menjadi ajang diseminasi berbagai hasil riset dan inovasi di bidang hayati dan lingkungan yang menampilkan 24 etalase dari berbagai pusat riset dan platform unggulan ORHL.

Salah satu etalase yang menarik perhatian pengunjung adalah Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Ekspedisi dan Biodiversitas Terestrial (e-Bite), yang merupakan bagian dari tiga platform unggulan ORHL bersama RIIM Kolaborasi Internasional Pisang dan RIIM Biologi Struktur. Melalui booth tersebut, pengunjung dapat mengenal lebih dekat berbagai aktivitas penelitian, eksplorasi biodiversitas, hingga capaian yang dihasilkan dari program Ekspedisi Biodiversitas Terestrial.

Pada kesempatan tersebut, Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Dr. Bayu Adjie menjelaskan, program RIIM Ekspedisi dan Biodiversitas Terestrial (e-Bite) lahir dari keprihatinan terhadap semakin besarnya ancaman kehilangan keanekaragaman hayati di Indonesia.

“Masih banyak kekayaan biodiversitas nasional yang belum terdokumentasi secara ilmiah. Sementara jumlah ahli taksonomi sebagai ujung tombak identifikasi spesies terus berkurang, sehingga regenerasi menjadi tantangan yang harus segera diatasi,” jelasnya.

Bayu menjelaskan, program e-Bite merupakan bagian dari RIIM Prioritas Strategis yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dengan masa pelaksanaan selama tiga tahun. Program ini tidak hanya berfokus pada penelitian keanekaragaman hayati, tetapi juga memperkuat koleksi spesimen hayati serta mendukung regenerasi peneliti taksonomi.

“Lokasi ekspedisi dipilih pada kawasan-kawasan yang masih minim dieksplorasi sehingga memiliki potensi besar untuk menghasilkan data baru mengenai biodiversitas Indonesia. Salah satunya Kalimantan Barat yang diidentifikasi sebagai kawasan hotspot keanekaragaman hayati,” terangnya.

Melalui kegiatan ekspedisi tersebut, para peneliti melakukan inventarisasi berbagai jenis tumbuhan, satwa, dan mikroorganisme, sekaligus mengumpulkan spesimen sebagai koleksi ilmiah. Selain menghasilkan informasi mengenai keanekaragaman hayati dan potensi penemuan spesies baru, tim peneliti juga melakukan berbagai kajian lingkungan untuk memperoleh pemahaman yang lebih utuh terhadap ekosistem di lokasi penelitian.

“Meskipun menghadapi tantangan berupa kebutuhan pendanaan yang besar serta akses menuju lokasi yang tidak mudah, hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan ilmu pengetahuan. Sekaligus mendukung upaya konservasi biodiversitas Indonesia,” ungkapnya.

Bayu berharap kehadiran booth RIIM Ekspedisi dan Biodiversitas Terestrial dalam Expo ORHL 2026 dapat mendekatkan hasil riset kepada masyarakat. Melalui pameran ini Bayu ingin agar masyarakat mengetahui kegiatan yang dilakukan BRIN. Kemudian mengapa koleksi biodiversitas itu penting, bagaimana proses penelitian dilakukan, hingga berbagai hasil yang telah dicapai oleh BRIN.

“Kami berharap, masyarakat semakin memahami bahwa eksplorasi biodiversitas memiliki peran penting dalam mendukung ilmu pengetahuan dan konservasi keanekaragaman hayati Indonesia,” pungkasnya.

Red~ IKN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

18 Oktober 2026 - 04:51 WITA

Juri Pencak Silat Dunia Apresiasi Atlet Tapak Suci SMP Muhammadiyah 2 Kroya

16 Oktober 2026 - 02:19 WITA

Panen Perdana AMA di Liagu, Petambak Masih Evaluasi Hasil Budidaya

14 Oktober 2026 - 05:47 WITA

Harga Pangan Hari Ini 12 Oktober: Beras Naik, Cabai Melonjak

12 Oktober 2026 - 05:11 WITA

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

10 Oktober 2026 - 04:58 WITA

Trending di Serba Serbi