Menu

Mode Gelap
Sosok Ibrahim Al Abrar, Bocah SD Boyolali Penemu Celah Keamanan Web NASA Eks Pejabat Dinas PUTR Batu Bara Divonis 6 Tahun di Kasus Korupsi Jalan Rp 43 M Kisah April DA7 yang Menginspirasi, Ketekunan Bawa Dirinya dari Jalanan ke Dunia Hiburan Presiden Prabowo: LNG Abadi Masela Jadi Tonggak Kemandirian Energi dan Mesin Baru Kemakmuran Rakyat Ledakan Gudang Amunisi Tewaskan 1 Prajurit dan Enam Lainnya Terluka, TNI AD Bentuk Tim Investigasi 1,2 Juta NIK Warga Miskin Dibobol, Ombudsman Desak Dinsos-Diskomdigi Benahi Sistem Keamanan Digital

Warta Nusantara

Kala Prabowo Heran Ekonomi Indonesia Tumbuh, tapi Penduduk Miskin Makin Banyak

badge-check


					Kala Prabowo Heran Ekonomi Indonesia Tumbuh, tapi Penduduk Miskin Makin Banyak Perbesar

Ekonomi Indonesia dilaporkan tumbuh rata-rata 5% selama tujuh tahun terakhir. Namun, di saat yang sama jumlah penduduk miskin justru bertambah dan kelas menengah menyusut. Presiden Prabowo Subianto heran akan anomali tersebut dan menyebut ada yang keliru dalam sistem ekonomi.

Presiden Prabowo mengatakan, secara logika kekayaan Indonesia seharusnya bertambah sekitar 35% dalam kurun tujuh tahun. Namun, data yang diterimanya setelah resmi menjabat presiden justru menunjukkan kondisi yang berbeda.

“Logikanya selama tujuh tahun Indonesia tambah kaya 35%, tapi kenyataannya, data ini muncul dua bulan setelah jadi presiden. Kenyataannya setelah tujuh tahun tumbuh 5%, masa penduduk miskin tambah?” ujar Prabowo dalam Penutupan Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (23/6/2026).

Menurutnya lagi, kejanggalan itu tidak hanya terlihat dari bertambahnya jumlah penduduk miskin. Kelompok kelas menengah yang sebelumnya berhasil keluar dari kemiskinan juga mengalami penyusutan.

“Negara tambah kaya rakyat miskin tambah. Ini kan sesuatu yang aneh, yang anomali, yang kelas menengah yang sudah tadinya lepas dari kemiskinan turun. Katanya negara tambah kaya 30% kok rakyat miskin tambah, kemudian kelas menengah berkurang,” tambah Prabowo.

Presiden Prabowo menilai kondisi tersebut menjadi indikasi bahwa hasil pertumbuhan ekonomi lebih banyak dinikmati oleh segelintir orang. Karena itu, ia menegaskan perlunya membenahi sistem perekonomian yang dinilai belum mampu mendistribusikan manfaat pertumbuhan secara merata.

“Dan ini juga yang harus kita waspadai bahwa yang tambah kaya ternyata hanya segelintir orang. Jadi, harus kita lihat bahwa ini berarti sistem kita keliru, sistem ini keliru. Karena apa, kalau orang miskin tambah yang menengah juga berkurang berarti yang menikmati pertumbuhan ini hanya segelintir orang saja,” tegasnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Presiden Prabowo: LNG Abadi Masela Jadi Tonggak Kemandirian Energi dan Mesin Baru Kemakmuran Rakyat

17 Juli 2026 - 06:07 WITA

Yusril: Pemerintah Tunggu DPR Selesai Susun RUU Perampasan Aset

15 Juli 2026 - 05:37 WITA

Prabowo Minta Militer, Polisi, Jaksa Introspeksi: Bintangmu Uang Rakyat

11 Juli 2026 - 05:40 WITA

Luncurkan Biodiesel B50, Presiden Prabowo: Kemandirian Energi adalah Pilar Kedaulatan Bangsa

10 Juli 2026 - 06:21 WITA

Presiden Prabowo Terima Tony Blair di Kertanegara, Pererat Silaturahmi dan Bahas Perkembangan Strategis Global

7 Juli 2026 - 03:52 WITA

Trending di Warta Nusantara