Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Warta Nusantara

Kala Prabowo Heran Ekonomi Indonesia Tumbuh, tapi Penduduk Miskin Makin Banyak

badge-check


					Kala Prabowo Heran Ekonomi Indonesia Tumbuh, tapi Penduduk Miskin Makin Banyak Perbesar

Ekonomi Indonesia dilaporkan tumbuh rata-rata 5% selama tujuh tahun terakhir. Namun, di saat yang sama jumlah penduduk miskin justru bertambah dan kelas menengah menyusut. Presiden Prabowo Subianto heran akan anomali tersebut dan menyebut ada yang keliru dalam sistem ekonomi.

Presiden Prabowo mengatakan, secara logika kekayaan Indonesia seharusnya bertambah sekitar 35% dalam kurun tujuh tahun. Namun, data yang diterimanya setelah resmi menjabat presiden justru menunjukkan kondisi yang berbeda.

“Logikanya selama tujuh tahun Indonesia tambah kaya 35%, tapi kenyataannya, data ini muncul dua bulan setelah jadi presiden. Kenyataannya setelah tujuh tahun tumbuh 5%, masa penduduk miskin tambah?” ujar Prabowo dalam Penutupan Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (23/6/2026).

Menurutnya lagi, kejanggalan itu tidak hanya terlihat dari bertambahnya jumlah penduduk miskin. Kelompok kelas menengah yang sebelumnya berhasil keluar dari kemiskinan juga mengalami penyusutan.

“Negara tambah kaya rakyat miskin tambah. Ini kan sesuatu yang aneh, yang anomali, yang kelas menengah yang sudah tadinya lepas dari kemiskinan turun. Katanya negara tambah kaya 30% kok rakyat miskin tambah, kemudian kelas menengah berkurang,” tambah Prabowo.

Presiden Prabowo menilai kondisi tersebut menjadi indikasi bahwa hasil pertumbuhan ekonomi lebih banyak dinikmati oleh segelintir orang. Karena itu, ia menegaskan perlunya membenahi sistem perekonomian yang dinilai belum mampu mendistribusikan manfaat pertumbuhan secara merata.

“Dan ini juga yang harus kita waspadai bahwa yang tambah kaya ternyata hanya segelintir orang. Jadi, harus kita lihat bahwa ini berarti sistem kita keliru, sistem ini keliru. Karena apa, kalau orang miskin tambah yang menengah juga berkurang berarti yang menikmati pertumbuhan ini hanya segelintir orang saja,” tegasnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang

19 Oktober 2026 - 03:01 WITA

Presiden Prabowo Instruksikan Transformasi Menyeluruh PLN, Fokus Efisiensi dan Percepat Energi Surya 100 GW

16 Oktober 2026 - 02:52 WITA

Pemerintah Intensifkan Penanganan Karhutla, Operasi Darat dan Udara Terus Dioptimalkan

14 Oktober 2026 - 07:21 WITA

Pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama

12 Oktober 2026 - 05:13 WITA

Presiden Prabowo Sambut Presiden Mesir El-Sisi dengan Upacara Kenegaraan di Istana Merdeka

11 Oktober 2026 - 07:29 WITA

Trending di Warta Nusantara