Menu ✖

Mode Gelap
China Minta Politikus Filipina Tak Bikin Panas Hubungan Antar Negara Kejati Sultra Tetapkan Karo Ekonomi Tersangka Korupsi Jamuan Rp4,2 Miliar Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto Apresiasi Komitmen Pemerintah dalam Memperkuat Ketahanan Pangan Lestarikan Budaya, PORTINA Sulut Latih Pelatih Olahraga Tradisional Dua Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo, Investasi Rp3.923,2 Triliun Serap 5,48 Juta Tenaga Kerja Juan Azmi Bawa Film Laga Indonesia Menembus Panggung Dunia

Warta Daerah

Harga Plastik Naik hingga 100 Persen, Pelaku UMKM Kelimpungan

badge-check


					Harga Plastik Naik hingga 100 Persen, Pelaku UMKM Kelimpungan Perbesar

Harga plastik di pasaran masih berada di level tinggi meski sempat sedikit menurun dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut turut dikeluhkan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Berdasarkan pantauan di Pasar Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (23/5/2026), salah satu penjual plastik, Dahri mengatakan, kenaikan harga plastik mulai terjadi sejak pertengahan Ramadan lalu. Menurutnya, kenaikan harga bervariasi tergantung jenis bahan plastik yang dijual.

“Naik dari pertengahan puasa. Sekarang mulai turun dikit-dikit. Kenaikan 50-100 persen tergantung bahannya juga,” kata Dahri.

Dia mencontohkan harga plastik kiloan yang paling banyak dicari pelanggan mengalami kenaikan cukup tajam. Sebelumnya, harga plastik tersebut di kisaran Rp32.000 hingga Rp37.000 per kilogram (kg), namun kini mencapai Rp50.000.

“Plastik kiloan yang paling laris awalnya Rp32.000, Rp35.000, Rp37.000, sekarang jadi Rp50.000,” tuturnya.

Kenaikan harga plastik turut dirasakan pelaku UMKM yang menggunakan plastik sebagai kebutuhan utama usaha, salah satunya Bu As, penjual susu jahe. Dia mengaku harus mengurangi jumlah pembelian plastik karena harga yang semakin mahal.

“Kalau saya kan memang belanja plastik, itu plastik naik. Untuk jualan susu jahe. Dengan adanya kenaikan harga plastik berat juga ya, seharusnya biasa beli 1 pack, saya harus kurangi dari kenaikan itu,” ujarnya.

Menurutnya, plastik anti panas yang biasa dibeli seharga Rp30.000 per ikat kini melonjak hampir Rp50.000 per ikat.

“Biasanya saya beli satu ikat itu Rp30.000 yang anti panas, itu naik jadi hampir Rp50.000 satu ikat,” ucapnya.

Bu As berharap, harga plastik dapat kembali stabil agar tidak semakin membebani pelaku usaha kecil yang saat ini juga menghadapi berbagai kebutuhan lainnya.

“Pendapatan di dagangan begitulah, agak kurang. Ya kalau bisa jangan terlalu tinggi, naik juga sewajarnya, karena kita juga banyak kebutuhan lain ya, buat dagang, buat makan,” ujarnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Panen Raya UNESA 2026: 60 Ribu Ekor Ayam Dibagikan, Dosen dan Tenaga Kependidikan Rasakan Manfaatnya

20 Oktober 2026 - 03:32 WITA

Jalan Rusak Parah, Warga Desa Wolokelo Swadaya Gotong Royong Lakukan Perbaikan

17 Oktober 2026 - 03:45 WITA

APH Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Setda Barito Timur

15 Oktober 2026 - 07:15 WITA

Kebakaran Cagar Alam Gunung Lokon Tomohon Hanguskan 100 Hektare Lahan

14 Oktober 2026 - 10:25 WITA

Protes Tambang Galian C, Warga Puncu Kediri Keluhkan Jalan Rusak dan Sulit Air

13 Oktober 2026 - 04:27 WITA

Trending di Warta Daerah