Menu

Mode Gelap
Gema Takbir di Paris, Diaspora Indonesia Rasakan Kehangatan Iduladha Bersama Presiden Prabowo Berkah Iduladha, Rusdi Raup Rezeki Kertas Bekas Alas Salat Id KPK ungkap Harno Trimadi terima gratifikasi dari kepala Balai Kemenhub Wapres Gibran sapa masyarakat usai shalat Idul Adha di Masjid Istiqlal Presiden Prabowo Sampaikan Taklimat kepada Seribu Perwira Siswa TNI dan Polri Mantan Bupati Taliabu Aliong Mus Jadi Tersangka Korupsi Pembangunan Rumah Dinas Senilai Rp17,5 M

Warta Nusantara

Susi Pudjiastuti sebut pembentukan DSI dukung transparansi perdagangan

badge-check


					Susi Pudjiastuti sebut pembentukan DSI dukung transparansi perdagangan Perbesar

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mendukung pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang akan menjadi pintu tunggal ekspor komoditas strategis sumber daya alam (SDA).

Menurut Susi, langkah tersebut penting untuk memperkuat transparansi perdagangan dan menutup celah praktik manipulasi dalam transaksi ekspor.

Dukungan itu disampaikan Susi melalui akun media sosial X pribadinya @susipudjiastuti dipantau di Jakarta, Jumat saat menanggapi diskusi mengenai rencana pembentukan DSI.

Ia menyoroti masih maraknya praktik under-invoicing, transfer pricing hingga transaksi ekspor yang tidak tercatat secara optimal sehingga berdampak pada berkurangnya penerimaan negara.

“Justru ini yang terjadi sekarang. Unreported, Undervalue invoice/transfer pricing. Penerimaan negara jadi kurang. Makanya dibuat satu pintu supaya transparan,” tulis Susi pada Kamis (21/5).

Pernyataan dukungan dari Susi Pudjiastuti tersebut merespons terhadap utas analisis yang dipublikasikan oleh akun pengamat bisnis, @Strategi_Bisnis.

Dalam analisisnya, @Strategi_Bisnis memaparkan bahwa meskipun Indonesia merupakan produsen besar untuk berbagai komoditas dunia, posisi tawar (bargaining power) negara dalam perdagangan global kerap kali masih belum kuat.

Dalam utasnya, akun @Strategi_Bisnis menguraikan bahwa salah satu akar masalah yang sering muncul adalah kebocoran pendapatan negara melalui praktik under-invoicing dan transfer pricing.

Nilai transaksi ekspor kerap dilaporkan lebih rendah dari nilai sebenarnya, bahkan transaksi sering kali dilakukan dengan pembeli (buyer) yang masih terafiliasi.

“Dampaknya cukup besar. Negara bisa kehilangan potensi pajak dan devisa. Di sisi lain, eksportir yang patuh jadi kalah saing dengan pemain yang memanipulasi laporan. Kalau dibiarkan, pasar jadi tidak sehat,” tulis @Strategi_Bisnis.

Lebih lanjut, @Strategi_Bisnis menilai kehadiran entitas perdagangan nasional seperti DSI dapat menjadi instrumen strategic control atau kendali strategis.

Fungsinya adalah untuk memastikan volume dan nilai ekspor tercatat secara transparan, akurat, dan sesuai dengan transaksi riil. Langkah itu ditegaskan bukan bertujuan agar negara dapat mengatur harga secara sepihak, melainkan berfokus pada terciptanya keadilan (fairness) dan transparansi perdagangan sehingga ruang untuk praktik manipulatif dapat ditutup.

“Indonesia juga butuh kedaulatan data perdagangan komoditas strategis. Ujungnya adalah memperkuat bargaining power Indonesia. Kalau kita produsen besar, seharusnya kita juga punya posisi tawar yang kuat dalam perdagangan global,” sebut @Strategi_Bisnis.

Dukungan dari tokoh publik dan pengamat bisnis itu sejalan dengan tujuan utama dibentuknya DSI.

CEO Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menegaskan DSI memang disiapkan secara khusus untuk menata ulang sistem perdagangan dan menyapu bersih praktik penetapan harga ekspor tak wajar (mispricing).

Pemerintah secara resmi mewajibkan ekspor komoditas sumber daya alam strategis, seperti minyak kelapa sawit (CPO), batu bara, dan paduan besi (ferro alloy) untuk dilakukan satu pintu melalui BUMN.

Tujuannya secara spesifik untuk memperkuat pengawasan, mencegah under-invoicing, pelarian devisa serta memastikan harga transaksi sejalan dengan indeks pasar global yang sebenarnya.

Dengan adanya sentimen positif dari publik dan dukungan para ahli, DSI diharapkan dapat segera merealisasikan tata kelola ekspor komoditas SDA yang transparan, menghentikan kebocoran devisa, dan membawa nilai tambah yang maksimal bagi perekonomian nasional.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wapres Gibran sapa masyarakat usai shalat Idul Adha di Masjid Istiqlal

27 Mei 2026 - 07:11 WITA

Presiden Prabowo Sampaikan Taklimat kepada Seribu Perwira Siswa TNI dan Polri

26 Mei 2026 - 03:17 WITA

Panen Raya Udang di Kebumen, Presiden Prabowo Tegaskan Prioritas Pembangunan Produktif untuk Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

23 Mei 2026 - 09:04 WITA

Harga Dexlite Terbaru 21 Mei 2026 Resmi di SPBU Seluruh Indonesia

21 Mei 2026 - 03:04 WITA

Di Sidang Paripurna DPR, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Jalankan Amanat UUD 1945

20 Mei 2026 - 10:24 WITA

Trending di Warta Nusantara