Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Paripurna: Dua Tahun Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri Tanamkan Cinta Bahari Sejak Dini, KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355 Sambut Kunjungan Pelajar di Nunukan Di Universitas Indonesia, Kabaharkam Tegaskan Kepercayaan Publik Jadi Ukuran Keberhasilan Polri Legislator Ferdinand Djeki Dumais Bantah Terlibat Penipuan, Ancam Tuntut Balik Penyebar Fitnah China Minta Politikus Filipina Tak Bikin Panas Hubungan Antar Negara Kejati Sultra Tetapkan Karo Ekonomi Tersangka Korupsi Jamuan Rp4,2 Miliar

Warta Daerah

Jembatan putus akibat banjir, 2 desa di Kulawi Sigi Sulteng terisolir

badge-check


					Jembatan putus akibat banjir, 2 desa di Kulawi Sigi Sulteng terisolir Perbesar

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah (Sulteng) mendata ada dua desa yakni Mataue dan Boladangko, Kecamatan Kulawi, terdampak banjir dan hingga saat ini wilayah tersebut masih terisolir.

Kepala Pelaksana BPBD Sulteng Asbudianto mengatakan untuk di Desa Mataue terdapat satu jembatan penghubung Desa Bolapapu, Dusun 1, menuju Desa Mataue, Dusun 2, terputus.

“Akses yang bisa dilalui hanya dengan berjalan kaki dan aktivitas sebanyak 30 Kepala Keluarga (KK) di Dusun 2 terhambat akibat jembatan putus tersebut,” kata Asbudianto di Palu, Senin (18/5/2026).

Ia mengemukakan terdapat 16 orang kelompok rentan masih terisolir di Dusun 2 Desa Mataue, terdiri dari balita (4), lansia (9), dan disabilitas (3).

Sedangkan di Desa Boladangko akses jalan menuju fasilitas umum seperti kantor desa, Sekolah Dasar (SD), TK, dan gereja mengalami hambatan akibat tertutup material banjir.

“Tidak ada korban jiwa maupun pengungsi disebabkan banjir tersebut, namun kebutuhan mendesak seperti alat berat untuk membersihkan sisa material banjir serta pembuatan jembatan darurat dan bronjong,” ucapnya.

Ia menuturkan hingga saat ini aktivitas masyarakat di Dusun 2 Desa Mataue masih terganggu disebabkan jembatan penghubung terputus.

“Untuk aparat Desa Boladangko bersama masyarakat setempat sudah melakukan pembersihan material secara mandiri agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal,” sebutnya.

Menurut dia, saat ini akses jalan di Desa Boladangko sudah dapat dilalui kendaraan bermotor apabila kondisi arus sungai dalam keadaan normal.

Sementara itu Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae menyebutkan sudah memerintahkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan BPBD setempat untuk membersihkan sisa material banjir di dua desa tersebut.

“Sudah saya minta alat berat untuk pembuatan jembatan darurat termasuk bronjong di Kulawi agar tidak terjadi banjir susulan di daerah tersebut,” kata Rizal.

Diketahui banjir tersebut terjadi pada Minggu (17/5) dini hari akibat debit air sungai di Desa Mataue dan Desa Boladangko meningkat, sehingga menyebabkan satu jembatan penghubung antar dusun di Desa Mataue terputus.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Legislator Ferdinand Djeki Dumais Bantah Terlibat Penipuan, Ancam Tuntut Balik Penyebar Fitnah

22 Oktober 2026 - 02:04 WITA

Panen Raya UNESA 2026: 60 Ribu Ekor Ayam Dibagikan, Dosen dan Tenaga Kependidikan Rasakan Manfaatnya

20 Oktober 2026 - 03:32 WITA

Jalan Rusak Parah, Warga Desa Wolokelo Swadaya Gotong Royong Lakukan Perbaikan

17 Oktober 2026 - 03:45 WITA

APH Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Setda Barito Timur

15 Oktober 2026 - 07:15 WITA

Kebakaran Cagar Alam Gunung Lokon Tomohon Hanguskan 100 Hektare Lahan

14 Oktober 2026 - 10:25 WITA

Trending di Warta Daerah