Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Mimika menyiapkan program jemput anak putus sekolah sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan sosial dan pendidikan di tengah masyarakat.
Ketua DWP Kabupaten Mimika, Bernadetha Kateyau mengatakan, organisasi yang dipimpinnya tidak hanya fokus pada kesejahteraan keluarga Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga ingin terlibat membantu anak-anak yang membutuhkan perhatian, terutama mereka yang kehilangan akses pendidikan.

“Kami berinisiatif dan berkomitmen untuk ikut terlibat, ikut terjun langsung. Semoga anak-anak ini bisa segera pulih, sehat, bisa bermain, belajar dan menjadi anak-anak berprestasi hingga sukses nantinya,” ujarnya.
Menurut dia, selama ini Dharma Wanita lebih banyak bergerak dalam pembinaan keluarga ASN dan kesejahteraan perempuan. Meski demikian, pihaknya tidak ingin menutup mata terhadap persoalan sosial yang terjadi di Kabupaten Mimika.
Karena itu, DWP Mimika mulai mendorong program yang menyentuh langsung anak-anak putus sekolah dengan melibatkan lintas sektor terkait.
“Dharma Wanita ini memang lebih kepada organisasi istri-istri ASN dan kesejahteraan keluarga. Tetapi bukan berarti kami tidak memperhatikan anak-anak yang putus sekolah,” katanya.
Ia menilai, persoalan pendidikan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama lintas sektor untuk mencari solusi agar anak-anak yang putus sekolah bisa kembali memperoleh pendidikan yang layak.
“Mungkin dengan mencari jalan keluar bersama lintas sektor lainnya, memberikan saran dan masukan supaya anak-anak ini bisa kembali mendapatkan perhatian dan masa depan yang baik,” tuturnya.
Program tersebut diharapkan menjadi langkah awal kepedulian Dharma Wanita Mimika dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan masa depan anak-anak di Kabupaten Mimika.
****









