Menu

Mode Gelap
Presiden Putin: Indonesia Mitra Paling Kunci bagi Rusia di Kawasan Asia Pasifik 12 Pasang Atlet TNI AU Siap Berjuang, Kobarkan Semangat Prestasi di Piala Panglima TNI 2026 Keluarga Jadi Kekuatan Suksesnya Pembudidaya Ikan Nila Lestari di Manganitu Presiden Prabowo Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF ke-11 di Vladivostok Sherina Munaf Turun Tangan Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Kisah Desa di Pekalongan yang Berdamai dengan Satwa Liar, Punya Aturan Larangan Berburu

Warta Utama

Kisah Pilu Anak yang Diduga Terlantar di Pasar Senen Jakpus: Didera Ibu Kandung, Tidur Hanya dalam Teras Rumah

badge-check


					Kisah Pilu Anak yang Diduga Terlantar di Pasar Senen Jakpus: Didera Ibu Kandung, Tidur Hanya dalam Teras Rumah Perbesar

Sebagian publik di media sosial tengah ramai menyoroti kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di kawasan Gang Moh Ali, Pasar Senen, Jakarta Pusat.

Kasus ini mulanya terungkap usai beredar postingan Thread milik mantan politikus Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Indra Wu dengan akun @indra_wu, pada Rabu, 6 Mei 2026.

Indra Wu yang juga menyatakan dirinya sebagai pembela korban penganiayaan, mengungkapkan kasus berawal dari adanya laporan terkait adanya aksi kekerasan di sebuah gang pada kawasan Pasar Senen.

Sebagian publik di media sosial tengah ramai menyoroti kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di kawasan Gang Moh Ali, Pasar Senen, Jakarta Pusat.

Kasus ini mulanya terungkap usai beredar postingan Thread milik mantan politikus Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Indra Wu dengan akun @indra_wu, pada Rabu, 6 Mei 2026.

Indra Wu yang juga menyatakan dirinya sebagai pembela korban penganiayaan, mengungkapkan kasus berawal dari adanya laporan terkait adanya aksi kekerasan di sebuah gang pada kawasan Pasar Senen.

“2 hari lalu saya mendapat laporan melalui teman, di dekat rumahnya telah terjadi kekerasan pada anak dan penelantaran,” kata Indra.

“Lokasinya di Gang Moh Ali, Senen, Jakarta Pusat,” terangnya.

Lantas, bagaimana sebenarnya kasus dugaan kekerasan terhadap anak di kawasan Pasar Senen ini bermula hingga akhirnya viral di media sosial? Berikut ini ulasan selengkapnya.

Masa Kecil di Panti, Ditarik Lagi usai Alami Pelecehan

Dalam penuturannya, Indra bercerita kasus yang dialami seorang anak perempuan tersebut mulai tercium usai adanya kejanggalan yang dilakukan pihak keluarga korban.

Indra menyebut keluarga korban sempat menempatkan sang anak ke panti asuhan sedari dirinya masih kecil.

Namun, sejak Oktober 2025 lalu, korban dilaporkan ditarik kembali oleh pihak keluarga lantaran dilaporkan mengalami pelecehan di panti tersebut.

“Kasusnya sejak kecil anak ini sudah ditaruh di panti asuhan, sampai Oktober 2025 anak itu ditarik keluar sama ibunya,” beber Indra.

“(Hal itu) karena anak tersebut lapor ke ibunya, dirinya diperkosa oleh sesama anak panti usia 11 tahun,” ungkapnya.

Dugaan Kekerasan oleh Ayah Tiri hingga Ibu Kandung

Dalam kasus ini, Indra menuturkan korban sempat mendapatkan dugaan kekerasan oleh ibu kandung hingga ayah tirinya.

“Setelah ditarik ke luar dari panti, anak tersebut sering dipukuli oleh ibu kandung, ayah tiri, oma, dan kakak kandung,” ungkap Indra.

Bahkan sang anak hanya diperbolehkan tidur dalam teras rumah tetangga.

“Anak tersebut juga tidak boleh masuk rumah sehingga tidur cuma teras depan rumah tetangga,” terang Indra.

“Makan juga belas kasihan tetangga bahkan kalau tetangga kasih duit langsung dirampas kakaknya,” imbuhnya.

Tetangga Beramai-ramai Bantu Lindungi Korban

Atas kasus kekerasan itu, Indra menyebut pihaknya telah mengambil langkah untuk melindungi korban.

Salah satunya, dengan cara memindahkan anak tersebut ke tempat yang dinilai lebih layak, daripada harus memperkarakan keluarganya ke polisi.

“Teman saya meminta tolong agar keluarganya diberikan efek jera, tapi saya menolak untuk melaporkan keluarga tersebut ke polisi,” tutur Indra.

“(Hal tersebut) karena jika semua ditangkap sama saja memindahkan mereka dari rumah ke penjara dan anak itu juga tetap sendiri,” sambungnya.

Diamankan ke Bandung, Tetangga Menangis Terharu

Indra mengungkap, langkah yang disepakatinya yakni dengan cara berkoordinasi dengan RW dan RT setempat untuk mendatangi kediaman keluarga korban.

Hal tersebut, untuk meminta izin membawa anak tersebut ke panti asuhan yang disebut Indra sebagai balai keselamatan khusus putri di wilayah Bandung.

“Awalnya, ibunya tidak setuju tapi setelah negosiasi yang alot akhirnya ibunya menyetujui menandatangani surat izin anaknya dibawa ke panti asuhan tersebut,” ungkapnya.

“Sore itu, juga saya dan tim langsung membawa anak tersebut ke bandung dan puji Tuhan diterima dengan baik oleh panti asuhan,” tambah Indra.

Indra juga menyoroti tangis haru para tetangga yang turut membantu melindungi sang anak atas dugaan kekerasan di wilayah tersebut.

“Yang aneh di sini, saat perpisahan, ibunya melihat anaknya dengan tatapan benci,” sebut Indra.

“Tetapi, para tetangga melepasnya dengan tangisan dan mengantar ramai-ramai sampai masuk mobil saya,” tandasnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sherina Munaf Turun Tangan Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan

3 September 2026 - 06:33 WITA

Desil dan Dilema Bantuan Sosial: Ketika Data Tak Sesuai Kondisi Warga

26 Agustus 2026 - 05:54 WITA

Presiden Prabowo: Tingkatkan Layanan Dasar bagi Rakyat dari Puskesmas hingga Sekolah, Tak Boleh Ada Anak Belajar dalam Keadaan Lapar

14 Agustus 2026 - 11:13 WITA

Kisah Munawi di Lereng Bromo, Merangkak di Tebing dan Mengejar Api hingga Larut Malam

8 Agustus 2026 - 12:10 WITA

Dari Mimpi Gaji Puluhan Juta ke Neraka Scam, Kisah Pekerja Migran di Sumut Jadi Korban TPPO

5 Agustus 2026 - 04:18 WITA

Trending di Warta Utama