Menu

Mode Gelap
Ekspor Ikan RI Tembus Rp100 Triliun, Udang-Kepiting Jadi Buruan Dunia Sejarah Hari Keterbukaan Informasi Nasional (HAKIN) KPK Sebut Pemodal Bupati Ponorogo Diduga Terlibat Korupsi DJKA Pesawat Boeing 737 Tabrak Drone di Udara, Pilot Laporkan Kontak Fisik Perkuat Kelestarian Alam, KUA Dullah Utara Dampingi Penanaman Pohon Pasangan Pengantin di Ohoitel Stok Beras 5 Juta Ton, Komisi IV DPR RI Puji BULOG NTT

Warta Nusantara

Ekspor Ikan RI Tembus Rp100 Triliun, Udang-Kepiting Jadi Buruan Dunia

badge-check


					Ekspor Ikan RI Tembus Rp100 Triliun, Udang-Kepiting Jadi Buruan Dunia Perbesar

Sektor kelautan dan perikanan Indonesia menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat peningkatan nilai ekspor yang signifikan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal KKP Andy Artha Donny Oktopura  menyatakan bahwa nilai ekspor perikanan kita mencapai US$6,2 miliar (atau setara Rp106,5 triliun dengan asumsi kurs Rp17.190/US$) dengan pertumbuhan sekitar 5,2% secara tahunan.

“Kita menunjukkan neraca perdagangan yang surplus, artinya produk kita mampu bersaing di pasar global.” tutur Andry, dalam acara Food Summit 2026, Senin (27/4/2026).

Negara Tujuan Ekspor

Struktur pasar ekspor kelautan dan perikanan Indonesia pada 2025 masih didominasi oleh negara-negara dengan daya beli tinggi dan permintaan seafood yang kuat.

Amerika Serikat menjadi tujuan utama dengan nilai US$1,99 miliar, diikuti China sebesar US$1,22 miliar dan kawasan ASEAN sekitar US$1,00 miliar.

Komposisi ini menunjukkan bahwa ekspor Indonesia masih bertumpu pada pasar besar global, terutama untuk komoditas bernilai tinggi.

Dari sisi komoditas, ekspor kelautan dan perikanan Indonesia masih sangat ditopang oleh produk bernilai tinggi dengan dominasi kuat pada komoditas udang.

Pada 2025, udang menjadi kontributor terbesar dengan nilai sekitar US$1,87 miliar, menegaskan posisinya sebagai tulang punggung devisa sektor ini. Diikuti komoditas tuna dan cakalang yang mencatatkan sekitar US$1,04 miliar, didorong permintaan global untuk produk protein laut berkualitas tinggi.

Sementara itu, kelompok cumi, gurita, sotong berkontribusi sekitar US$0,89 miliar, diikuti rajungan dan kepiting sebesar US$0,51 miliar, dan rumput laut sekitar US$0,32 miliar.

Komposisi ini menunjukkan bahwa ekspor Indonesia tidak hanya bertumpu pada perikanan tangkap, tetapi juga mulai bergeser ke komoditas budidaya dan bahan baku industri, meskipun tantangan hilirisasi dan peningkatan nilai tambah masih menjadi pekerjaan rumah untuk mendorong ekspor yang lebih berkualitas.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rupiah Melemah ke Rp17.300 per US$

29 April 2026 - 08:24 WITA

5.000 Desa di Indonesia Ditargetkan Bisa jadi Pelaku Ekspor Hasil Bumi

29 April 2026 - 08:21 WITA

Pagi-Pagi Presiden Prabowo Jenguk Korban Tabrakan KA di RSUD Bekasi

28 April 2026 - 07:49 WITA

Jabat KSP, Dudung Bakal Buka Saluran Pengaduan 24 Jam Tampung Keluhan Masyarakat

28 April 2026 - 07:38 WITA

Pemerintah Bangun Hunian Layak bagi Warga Pinggir Rel Pasar Senen

27 April 2026 - 03:51 WITA

Trending di Warta Nusantara