Menu ✖

Mode Gelap
Polisi Tahan Eks Kadis dan Eks Kabid Kominfo Sulut Terkait Dugaan Korupsi Kerja Sama Media Rp7,5 Miliar Presiden Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Paripurna: Dua Tahun Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri Tanamkan Cinta Bahari Sejak Dini, KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355 Sambut Kunjungan Pelajar di Nunukan Di Universitas Indonesia, Kabaharkam Tegaskan Kepercayaan Publik Jadi Ukuran Keberhasilan Polri China Minta Politikus Filipina Tak Bikin Panas Hubungan Antar Negara Kejati Sultra Tetapkan Karo Ekonomi Tersangka Korupsi Jamuan Rp4,2 Miliar

Warta Parlemen

Ketua MPR dan Ketum Muhammadiyah bahas dinamika geopolitik global

badge-check


					Ketua MPR dan Ketum Muhammadiyah bahas dinamika geopolitik global Perbesar

Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir membahas dinamika geopolitik global dalam pertemuan di Bantul, Yogyakarta, pada Minggu (5/4) malam.

Dalam kunjungan itu, Muzani menyampaikan titipan salam dari Presiden Prabowo Subianto untuk para ulama hingga pimpinan pondok pesantren di sana.

“Saya menyampaikan kabar ini kepada beliau (Presiden Prabowo) bahwa saya akan berkunjung ke Yogyakarta dan beliau menyampaikan salam hormat kepada tokoh-tokoh, para ulama, para pimpinan pondok pesantren yang akan kami kunjungi, termasuk kepada Prof. Haedar dan Ibu Haedar,” kata Muzani dalam keterangannya di Jakarta, Senin (6/4/2025).

Pertemuan itu merupakan rangkaian kunjungan kerja Ketua MPR Muzani ke Yogyakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Haedar menjelaskan dalam pertemuan itu, dirinya dan Muzani mendiskusikan bahwa persatuan merupakan modal terkuat dalam menghadapi situasi politik global dewasa ini.

“Kami mendiskusikan bahwa modal terkuat kita adalah persatuan. Jadi, ketika kita bersatu menghadapi situasi politik global seberat apa pun itu, Indonesia insyaallah akan mampu menghadapinya,” ujarnya.

Dia juga menilai kepemimpinan Prabowo memiliki komitmen dalam menjaga kedaulatan dan nilai-nilai kemanusiaan di kancah global.

“Dan kami percaya bahwa Presiden Prabowo dengan semangat konstitusional dan menjaga kedaulatan Indonesia akan membawa Indonesia pada prinsip-prinsip kemerdekaan, keadilan, dan keadaban atau kemanusiaan yang beradab di dalam membawa orientasi politik global, termasuk membela Palestina,” katanya.

Selain itu, Haedar dan Muzani turut mendiskusikan langkah menjadi negara maju. Menurut Haedar, pembangunan sumber daya manusia penting untuk menyongsong Indonesia Emas 2045, mengingat bangsa ini memiliki potensi besar.

“Dengan fokus kita perlu membangun sumber daya manusia lewat pendidikan, kesehatan, dan sosial yang kuat. Muhammadiyah concern (menaruh perhatian) tetap di situ ditambah dengan kekuatan dan membangun ekonomi,” ujarnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto Apresiasi Komitmen Pemerintah dalam Memperkuat Ketahanan Pangan

21 Oktober 2026 - 02:30 WITA

DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual

18 Oktober 2026 - 04:52 WITA

Komisi XII DPR Soroti Kelangkaan BBM

16 Oktober 2026 - 02:17 WITA

Rikwanto: Polisi Harus Jadi Pelindung, Bukan Sosok yang Ditakuti Masyarakat

14 Oktober 2026 - 05:49 WITA

RUU SDI Disahkan, Ledia Hanifa: Data Milik Indonesia, Diatur dan Dijaga di Dalam Negeri

12 Oktober 2026 - 05:08 WITA

Trending di Warta Parlemen