Menu

Mode Gelap
KPK Limpahkan Berkas Perkara Sugiri Sancoko Cs ke PN Ponorogo 3 Jenazah Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Diterbangkan ke Indonesia Uji KUHP Soroti Penetapan Kerugian Negara oleh Selain BPK Seskab Teddy Temui Gibran di Istana Wapres, Bahas Isu Terkini Tanah Air Miliarder Inggris Ini Hibahkan Rp 4,2 Triliun ke Cambridge University Kunjungan Komisi IV DPR RI ke Bogor Ungkap Inovasi Keren di Sektor Perikanan

Warta Utama

Petani Milenial Sukodadi Sukses Uji Coba Terapan Organik

badge-check


					Petani Milenial Sukodadi Sukses Uji Coba Terapan Organik Perbesar

Upaya uji coba pertanian organik yang dilakukan petani milenial di Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, mulai menunjukkan hasil menggembirakan. Di tengah maraknya serangan hama dan penyakit yang menyebabkan penurunan produksi di sejumlah wilayah, metode organik justru mampu meningkatkan hasil panen. Senin,(30/03/2026)

Salah satu petani milenial, Zaky, mengungkapkan bahwa dirinya telah menerapkan sistem pertanian organik selama kurang lebih satu tahun terakhir. Lahan yang digarapnya berada di Dusun Dukoh, Desa Sukolilo, Kecamatan Sukodadi, dengan luas sekitar 200 cengkal.

“Alhamdulillah, lahan saya relatif aman dari serangan penyakit. Padahal, di wilayah Sukodadi tahun ini banyak lahan yang terkena hama seperti kamper, sundep, dan santomonas,” ujar Zaky.

Ia menjelaskan, serangan hama dan faktor cuaca menjadi penyebab utama menurunnya produktivitas pertanian di daerah tersebut. Bahkan, diperkirakan sekitar 60 persen lahan pertanian di wilayah Sukodadi mengalami gagal panen atau penurunan hasil produksi secara signifikan.

Namun, kondisi berbeda justru terjadi pada lahan yang dikelola Zaky. Dengan metode pertanian organik, hasil panen yang diperoleh mengalami peningkatan cukup signifikan.

“Untuk lahan saya cengkal 200, panen kali ini bisa mencapai 1,7 Ton gabah kering sawah. Musim sebelumnya bahkan pernah sampai tembus 2,3 Ton, untuk lahan lainnya di daerah sini dalam kondisi cuaca normal hanya berkisar rata-rata antara 1,3 hingga 1,5 ton,” jelasnya.

Menurut Zaky, penerapan sistem organik terbukti mampu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama sekaligus menjaga kualitas tanah. Ia juga membandingkan dengan lahan pertanian di sekitarnya yang masih menggunakan metode konvensional.

“Terbukti, dibandingkan lahan tetangga kanan kiri, hasil panen saya masih lebih tinggi. Ini menunjukkan bahwa terapan organik cukup efektif,” tambahnya.

Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi petani lain, khususnya generasi muda, untuk mulai beralih ke sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan, sekaligus mampu meningkatkan produktivitas di tengah tantangan perubahan iklim dan serangan hama yang semakin kompleks.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kisah Heroik Sugianto Selamatkan Lansia Korsel Bikin Prabowo Bangga

3 April 2026 - 04:22 WITA

380 Ribu Ton Melayang, Produksi Beras RI Melemah, Panen Ikut Menyusut

2 April 2026 - 09:43 WITA

Siswi SMAN CMBBS Lelang Lukisan Ikan Koi, Disumbangkan Warga Miskin

1 April 2026 - 03:11 WITA

Esti Ernawati Harus Makan Lewat Selang karena Penyakit Langka

30 Maret 2026 - 04:02 WITA

Bocah Ternate Di-bully karena Berbicara Bahasa Inggris, Gubernur Sherly Ajak Bertemu dan Beri Dukungan

29 Maret 2026 - 04:53 WITA

Trending di Warta Utama