Menu

Mode Gelap
Lima Sila Pancasila Jadi Filosofi Pembangunan Gedung Mahkamah Agung di IKN Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan Mutasi Polri Agustus 2026, Kapolda dan Wakapoda Sulut serta Sejumlah Pejabat Utama Pindah Tugas hingga Promosi Jabatan Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali Kejagung Tampilkan Uang Sitaan Rp401 Miliar Kasus Nikel PT CNI

Warta Utama

380 Ribu Ton Melayang, Produksi Beras RI Melemah, Panen Ikut Menyusut

badge-check


					380 Ribu Ton Melayang, Produksi Beras RI Melemah, Panen Ikut Menyusut Perbesar

Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi beras nasional sepanjang Januari-Mei 2026 mencapai 16,57 juta ton. Jumlah itu turun 380 ribu ton atau setara 2,22% jika dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengatakan potensi penurunan itu terjadi seiring melemahnya produksi padi (gabah) akibat penurunan luas panen pada awal tahun.

“Dengan demikian produksi beras sepanjang Januari-Mei 2026 diperkirakan mencapai 16,57 juta ton, atau mengalami penurunan sebesar 2,38 juta ton atau menurun 2,22% jika dibandingkan periode yang sama tahun 2025,” kata Ateng dalam konferensi pers, Rabu (1/4/2026).

Secara rinci, BPS memperkirakan produksi padi (gabah kering giling/GKG) Januari-Mei 2026 mencapai 28,77 juta ton. Jumlah itu turun 2,22% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada Februari 2026, sebenarnya produksi padi meningkat menjadi 5,05 juta ton GKG atau naik 27,41% secara tahunan. Hanya saja tren ke depan diperkirakan melemah sehingga menjadi faktor utama yang menekan produksi beras pada periode Januari-Mei 2026.

“Potensi produksi padi pada Maret-Mei 2026 diperkirakan sebesar 20,68 juta ton GKG atau menurun 11,12% jika dibandingkan periode yang sama tahun 2025,” ungkap Ateng.

Penurunan produksi padi dan beras tidak terlepas dari dinamika luas panen padi. Potensi luas panen padi pada Januari-Mei 2026 diperkirakan mencapai 5,35 juta hektare (Ha) atau turun 2,35% secara tahunan.

“Tentunya angka potensi ini masih dapat berubah tergantung pada beberapa kondisi pertanaman sepanjang nanti pada Maret-Mei 2026. Contohnya ketika ada serangan hama atau organisme pengganggu tanaman, ketika nanti ada banjir, kekeringan, ketika misalnya waktu pelaksanaan panen oleh petani bergeser, maka ini tentunya akan mengalami perubahan potensi,” beber Ateng.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Desil dan Dilema Bantuan Sosial: Ketika Data Tak Sesuai Kondisi Warga

26 Agustus 2026 - 05:54 WITA

Presiden Prabowo: Tingkatkan Layanan Dasar bagi Rakyat dari Puskesmas hingga Sekolah, Tak Boleh Ada Anak Belajar dalam Keadaan Lapar

14 Agustus 2026 - 11:13 WITA

Kisah Munawi di Lereng Bromo, Merangkak di Tebing dan Mengejar Api hingga Larut Malam

8 Agustus 2026 - 12:10 WITA

Dari Mimpi Gaji Puluhan Juta ke Neraka Scam, Kisah Pekerja Migran di Sumut Jadi Korban TPPO

5 Agustus 2026 - 04:18 WITA

Akad Massal 62.000 KPR, Presiden Prabowo Pastikan Pemerintah Terus Hadirkan Hasil Nyata bagi Rakyat

31 Juli 2026 - 05:21 WITA

Trending di Warta Utama