Sebanyak enam pasangan calon pengantin (catin) di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, Bengkulu, mengikuti bimbingan perkawinan dengan cara yang unik.
Para peserta diminta melakukan “Tepuk Sakinah” sebagai bagian dari pembekalan membangun rumah tangga. Sejumlah materi tentang membangun keluarga sakinah diberikan oleh petugas KUA dalam suasana yang santai.

Mereka tampak menyimak dengan saksama, sesekali tersenyum tersipu saat petugas memberikan contoh materi yang diselingi humor.
Usai menerima pembekalan, para pasangan menggelar “Tepuk Sakinah”. Terlihat para calon pengantin ceria bercampur malu-malu saat bernyanyi sambil bertepuk tangan mengikuti arahan petugas.
Inisiasi Kemenag untuk Kebahagiaan Catin
Kepala KUA Nasal yang juga menjabat sebagai Plt. KUA Maje, Saugus Mariade Fusda, menyatakan bahwa bimbingan ini merupakan kegiatan rutin bagi setiap pasangan yang akan melangsungkan pernikahan.
Mengenai metode “Tepuk Sakinah”, Saugus menjelaskan bahwa gerakan tersebut merupakan program yang diinisiasi oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI untuk para calon pengantin.
“Iya, tepuk tangan Sakinah ini memang diinisiasi oleh Kemenag RI untuk catin. Namun di lapangan kami modifikasi lagunya, tetapi tujuannya tetap sama, memberi kebahagiaan menuju keluarga sakinah,” ujar Saugus, Selasa (31/3/2026).
Simbol Cinta dan Kebahagiaan Dalam sesi tersebut, enam pasang pengantin bernyanyi sambil bertepuk tangan dengan gerakan yang telah dimodifikasi. Para pengantin juga sesekali menyatukan kedua tangan yang membentuk lambang hati sebagai simbol cinta.
Kegiatan ini diharapkan dapat mencairkan ketegangan para calon pengantin menjelang hari pernikahan, sekaligus menanamkan nilai-nilai kebahagiaan dalam membina rumah tangga di masa depan.
****









