Menu ✖

Mode Gelap
Polisi Tahan Eks Kadis dan Eks Kabid Kominfo Sulut Terkait Dugaan Korupsi Kerja Sama Media Rp7,5 Miliar Presiden Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Paripurna: Dua Tahun Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri Tanamkan Cinta Bahari Sejak Dini, KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355 Sambut Kunjungan Pelajar di Nunukan Di Universitas Indonesia, Kabaharkam Tegaskan Kepercayaan Publik Jadi Ukuran Keberhasilan Polri China Minta Politikus Filipina Tak Bikin Panas Hubungan Antar Negara Kejati Sultra Tetapkan Karo Ekonomi Tersangka Korupsi Jamuan Rp4,2 Miliar

Serba Serbi

Malu-malu tapi Ceria, Intip Aksi Calon Pengantin Lakukan Tepuk Sakinah

badge-check


					Malu-malu tapi Ceria, Intip Aksi Calon Pengantin Lakukan Tepuk Sakinah Perbesar

Sebanyak enam pasangan calon pengantin (catin) di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, Bengkulu, mengikuti bimbingan perkawinan dengan cara yang unik.

Para peserta diminta melakukan “Tepuk Sakinah” sebagai bagian dari pembekalan membangun rumah tangga. Sejumlah materi tentang membangun keluarga sakinah diberikan oleh petugas KUA dalam suasana yang santai.

Mereka tampak menyimak dengan saksama, sesekali tersenyum tersipu saat petugas memberikan contoh materi yang diselingi humor.

Usai menerima pembekalan, para pasangan menggelar “Tepuk Sakinah”. Terlihat para calon pengantin ceria bercampur malu-malu saat bernyanyi sambil bertepuk tangan mengikuti arahan petugas.

Inisiasi Kemenag untuk Kebahagiaan Catin

Kepala KUA Nasal yang juga menjabat sebagai Plt. KUA Maje, Saugus Mariade Fusda, menyatakan bahwa bimbingan ini merupakan kegiatan rutin bagi setiap pasangan yang akan melangsungkan pernikahan.

Mengenai metode “Tepuk Sakinah”, Saugus menjelaskan bahwa gerakan tersebut merupakan program yang diinisiasi oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI untuk para calon pengantin.

“Iya, tepuk tangan Sakinah ini memang diinisiasi oleh Kemenag RI untuk catin. Namun di lapangan kami modifikasi lagunya, tetapi tujuannya tetap sama, memberi kebahagiaan menuju keluarga sakinah,” ujar Saugus, Selasa (31/3/2026).

Simbol Cinta dan Kebahagiaan Dalam sesi tersebut, enam pasang pengantin bernyanyi sambil bertepuk tangan dengan gerakan yang telah dimodifikasi. Para pengantin juga sesekali menyatukan kedua tangan yang membentuk lambang hati sebagai simbol cinta.

Kegiatan ini diharapkan dapat mencairkan ketegangan para calon pengantin menjelang hari pernikahan, sekaligus menanamkan nilai-nilai kebahagiaan dalam membina rumah tangga di masa depan.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lestarikan Budaya, PORTINA Sulut Latih Pelatih Olahraga Tradisional

21 Oktober 2026 - 02:27 WITA

Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

18 Oktober 2026 - 04:51 WITA

Juri Pencak Silat Dunia Apresiasi Atlet Tapak Suci SMP Muhammadiyah 2 Kroya

16 Oktober 2026 - 02:19 WITA

Panen Perdana AMA di Liagu, Petambak Masih Evaluasi Hasil Budidaya

14 Oktober 2026 - 05:47 WITA

Harga Pangan Hari Ini 12 Oktober: Beras Naik, Cabai Melonjak

12 Oktober 2026 - 05:11 WITA

Trending di Serba Serbi