Menu

Mode Gelap
Wamen Imipas Silmy Karim dan 7 Pejabat Imigrasi Ditahan KPK Kodaeral IX-Wanadri ekspedisi selam di Pulau Buru jaga ekosistem laut Titi DJ Buka Suara Usai Sebut Ada yang Lebih Bagus Nyanyikan ‘Sang Dewi’ dari Lyodra Puskesmas Tebing Tinggi Hadirkan Inovasi Cegah Penyakit Menular 3 Eks Pimpinan Lembaga BGN Ditetapkan Jadi Tersangka Terkait Perkara Penyimpangan Tata Kelola MBG Dari Ruang Kelas SMPN 111 Jakarta, Cita-Cita Besar Menggema di Hadapan Presiden Prabowo

Serba Serbi

Malu-malu tapi Ceria, Intip Aksi Calon Pengantin Lakukan Tepuk Sakinah

badge-check


					Malu-malu tapi Ceria, Intip Aksi Calon Pengantin Lakukan Tepuk Sakinah Perbesar

Sebanyak enam pasangan calon pengantin (catin) di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, Bengkulu, mengikuti bimbingan perkawinan dengan cara yang unik.

Para peserta diminta melakukan “Tepuk Sakinah” sebagai bagian dari pembekalan membangun rumah tangga. Sejumlah materi tentang membangun keluarga sakinah diberikan oleh petugas KUA dalam suasana yang santai.

Mereka tampak menyimak dengan saksama, sesekali tersenyum tersipu saat petugas memberikan contoh materi yang diselingi humor.

Usai menerima pembekalan, para pasangan menggelar “Tepuk Sakinah”. Terlihat para calon pengantin ceria bercampur malu-malu saat bernyanyi sambil bertepuk tangan mengikuti arahan petugas.

Inisiasi Kemenag untuk Kebahagiaan Catin

Kepala KUA Nasal yang juga menjabat sebagai Plt. KUA Maje, Saugus Mariade Fusda, menyatakan bahwa bimbingan ini merupakan kegiatan rutin bagi setiap pasangan yang akan melangsungkan pernikahan.

Mengenai metode “Tepuk Sakinah”, Saugus menjelaskan bahwa gerakan tersebut merupakan program yang diinisiasi oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI untuk para calon pengantin.

“Iya, tepuk tangan Sakinah ini memang diinisiasi oleh Kemenag RI untuk catin. Namun di lapangan kami modifikasi lagunya, tetapi tujuannya tetap sama, memberi kebahagiaan menuju keluarga sakinah,” ujar Saugus, Selasa (31/3/2026).

Simbol Cinta dan Kebahagiaan Dalam sesi tersebut, enam pasang pengantin bernyanyi sambil bertepuk tangan dengan gerakan yang telah dimodifikasi. Para pengantin juga sesekali menyatukan kedua tangan yang membentuk lambang hati sebagai simbol cinta.

Kegiatan ini diharapkan dapat mencairkan ketegangan para calon pengantin menjelang hari pernikahan, sekaligus menanamkan nilai-nilai kebahagiaan dalam membina rumah tangga di masa depan.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kodaeral IX-Wanadri ekspedisi selam di Pulau Buru jaga ekosistem laut

4 Juni 2026 - 04:29 WITA

Nilai ekonomi jamu tembus Rp1,2 triliun, BPOM dorong inovasi herbal

3 Juni 2026 - 06:33 WITA

Timnas Basket U18 Putri Indonesia kalahkan Singapura

3 Juni 2026 - 06:28 WITA

Tekad Eksel Runtukahu Maksimalkan Kesempatan Dipanggil Timnas Indonesia

1 Juni 2026 - 10:54 WITA

Waisak 2026 di Borobudur Serukan Perdamaian, Persatuan dan Cinta Kasih bagi Dunia

1 Juni 2026 - 07:00 WITA

Trending di Serba Serbi