Menu ✖

Mode Gelap
Polisi Tahan Eks Kadis dan Eks Kabid Kominfo Sulut Terkait Dugaan Korupsi Kerja Sama Media Rp7,5 Miliar Presiden Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Paripurna: Dua Tahun Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri Tanamkan Cinta Bahari Sejak Dini, KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355 Sambut Kunjungan Pelajar di Nunukan Di Universitas Indonesia, Kabaharkam Tegaskan Kepercayaan Publik Jadi Ukuran Keberhasilan Polri China Minta Politikus Filipina Tak Bikin Panas Hubungan Antar Negara Kejati Sultra Tetapkan Karo Ekonomi Tersangka Korupsi Jamuan Rp4,2 Miliar

Serba Serbi

Perempuan dalam Budaya Batak: Penjaga Tradisi hingga Tulang Punggung Keluarga

badge-check


					Perempuan dalam Budaya Batak: Penjaga Tradisi hingga Tulang Punggung Keluarga Perbesar

Dalam budaya Batak, perempuan memiliki peran penting yang tak hanya terbatas pada urusan domestik. Mereka menjadi penjaga nilai adat, penghubung kekerabatan, hingga tulang punggung keluarga dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah sistem kekerabatan patrilineal yang dianut masyarakat Batak, posisi perempuan seringkali dipandang berada di bawah laki-laki. Namun dalam praktiknya, perempuan justru memiliki pengaruh besar dalam menjaga keseimbangan sosial dan adat.

Antropolog Koentjaraningrat dalam kajiannya menyebut bahwa dalam masyarakat tradisional, perempuan memiliki peran kultural yang kuat meski tidak selalu terlihat dalam struktur formal kekuasaan.

“Perempuan dalam masyarakat tradisional sering kali menjadi penjaga nilai dan norma budaya, termasuk dalam keluarga dan komunitas,” tulis Koentjaraningrat.

Dalam berbagai upacara adat Batak, perempuan memiliki peran sentral, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan. Mereka terlibat dalam penyediaan makanan adat hingga menjaga keharmonisan antar keluarga.

Peneliti budaya Batak Daniel Perret juga menyoroti peran perempuan dalam hubungan kekerabatan masyarakat Sumatera.

“Perempuan memainkan peran penting sebagai penghubung antar kelompok kekerabatan, terutama dalam sistem perkawinan dan hubungan sosial,” jelas Daniel Perret.

Selain dalam adat, perempuan Batak juga aktif dalam bidang ekonomi, seperti berdagang dan mengelola usaha keluarga.

Sosiolog Selo Soemardjan menilai bahwa perempuan di masyarakat tradisional sering kali memiliki kontribusi besar dalam menopang ekonomi keluarga.

“Peran ekonomi perempuan dalam masyarakat tradisional sering kali menjadi faktor penting dalam keberlangsungan keluarga,” tulis Selo Soemardjan.

Meski memiliki peran besar, perempuan Batak tetap menghadapi tantangan dalam sistem adat yang masih didominasi laki-laki.

Namun, perubahan zaman membawa peluang baru. Akses pendidikan yang semakin luas membuat perempuan Batak kini lebih aktif di berbagai bidang.

Di tengah modernisasi, perempuan tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai budaya.

“Perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan budaya, karena mereka berperan langsung dalam proses pewarisan nilai kepada generasi berikutnya,” ungkap Koentjaraningrat.

Red~ IKN

Source: detiksumut, Kamis 26 Maret 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lestarikan Budaya, PORTINA Sulut Latih Pelatih Olahraga Tradisional

21 Oktober 2026 - 02:27 WITA

Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

18 Oktober 2026 - 04:51 WITA

Juri Pencak Silat Dunia Apresiasi Atlet Tapak Suci SMP Muhammadiyah 2 Kroya

16 Oktober 2026 - 02:19 WITA

Panen Perdana AMA di Liagu, Petambak Masih Evaluasi Hasil Budidaya

14 Oktober 2026 - 05:47 WITA

Harga Pangan Hari Ini 12 Oktober: Beras Naik, Cabai Melonjak

12 Oktober 2026 - 05:11 WITA

Trending di Serba Serbi