Menu

Mode Gelap
Heboh Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK Setelah Nobar Piala Dunia Aksi Pemulung Ikut Tambal Jalan Rusak di Padang, Warga Mengaku Sudah Dua Wali Kota Tanpa Perbaikan Masyarakat Padati Jalan, Gelaran Festival Budaya Teguhkan Ajeg Budaya Polri Tahan 2 Tersangka Kasus Korupsi Pembiayaan Pengadaan Batu Bara JARR Milik Haji Isam Akui Beli CPO Sitaan Kejaksaan Agung DPR Gerah PNS Dapat Pensiun Seumur Hidup, Kerja Enggak Seberapa

Serba Serbi

Perempuan dalam Budaya Batak: Penjaga Tradisi hingga Tulang Punggung Keluarga

badge-check


					Perempuan dalam Budaya Batak: Penjaga Tradisi hingga Tulang Punggung Keluarga Perbesar

Dalam budaya Batak, perempuan memiliki peran penting yang tak hanya terbatas pada urusan domestik. Mereka menjadi penjaga nilai adat, penghubung kekerabatan, hingga tulang punggung keluarga dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah sistem kekerabatan patrilineal yang dianut masyarakat Batak, posisi perempuan seringkali dipandang berada di bawah laki-laki. Namun dalam praktiknya, perempuan justru memiliki pengaruh besar dalam menjaga keseimbangan sosial dan adat.

Antropolog Koentjaraningrat dalam kajiannya menyebut bahwa dalam masyarakat tradisional, perempuan memiliki peran kultural yang kuat meski tidak selalu terlihat dalam struktur formal kekuasaan.

“Perempuan dalam masyarakat tradisional sering kali menjadi penjaga nilai dan norma budaya, termasuk dalam keluarga dan komunitas,” tulis Koentjaraningrat.

Dalam berbagai upacara adat Batak, perempuan memiliki peran sentral, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan. Mereka terlibat dalam penyediaan makanan adat hingga menjaga keharmonisan antar keluarga.

Peneliti budaya Batak Daniel Perret juga menyoroti peran perempuan dalam hubungan kekerabatan masyarakat Sumatera.

“Perempuan memainkan peran penting sebagai penghubung antar kelompok kekerabatan, terutama dalam sistem perkawinan dan hubungan sosial,” jelas Daniel Perret.

Selain dalam adat, perempuan Batak juga aktif dalam bidang ekonomi, seperti berdagang dan mengelola usaha keluarga.

Sosiolog Selo Soemardjan menilai bahwa perempuan di masyarakat tradisional sering kali memiliki kontribusi besar dalam menopang ekonomi keluarga.

“Peran ekonomi perempuan dalam masyarakat tradisional sering kali menjadi faktor penting dalam keberlangsungan keluarga,” tulis Selo Soemardjan.

Meski memiliki peran besar, perempuan Batak tetap menghadapi tantangan dalam sistem adat yang masih didominasi laki-laki.

Namun, perubahan zaman membawa peluang baru. Akses pendidikan yang semakin luas membuat perempuan Batak kini lebih aktif di berbagai bidang.

Di tengah modernisasi, perempuan tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai budaya.

“Perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan budaya, karena mereka berperan langsung dalam proses pewarisan nilai kepada generasi berikutnya,” ungkap Koentjaraningrat.

Red~ IKN

Source: detiksumut, Kamis 26 Maret 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

JARR Milik Haji Isam Akui Beli CPO Sitaan Kejaksaan Agung

20 Juli 2026 - 06:27 WITA

Kurangi Ketergantungan Gawai, KKN Unhas Edukasi Siswa SD Permainan Tradisional di Bone

19 Juli 2026 - 06:10 WITA

Pembangunan Tahap II IKN Terus Berjalan, Otorita IKN Lakukan Evaluasi Berkala

17 Juli 2026 - 06:02 WITA

Wimbledon Jadi Bekal Berharga Petenis Muda Indonesia Ethan Jake Frans

14 Juli 2026 - 06:44 WITA

Tak Banyak yang Tahu, 5 Kuliner Indonesia Ini Lahir dari Kemiskinan

13 Juli 2026 - 06:37 WITA

Trending di Serba Serbi