Menu

Mode Gelap
Ketua DPD Puji Diplomasi Prabowo di Rusia: FTA Dongkrak Ekonomi Daerah Selamatkan Masa Depan Anak, Densus 88 Bangun Mekanisme Pemulihan dan Pendampingan Terpadu di Sumsel IdeaFest 2026 Usung Tema Rehumanize di Era AI, Ajak Manusia Lebih Bijak Gunakan Teknologi Presiden Putin: Indonesia Mitra Paling Kunci bagi Rusia di Kawasan Asia Pasifik 12 Pasang Atlet TNI AU Siap Berjuang, Kobarkan Semangat Prestasi di Piala Panglima TNI 2026 Keluarga Jadi Kekuatan Suksesnya Pembudidaya Ikan Nila Lestari di Manganitu

Serba Serbi

Pemerintah perkuat peran generasi muda melalui Mangrove Goes To School

badge-check


					Pemerintah perkuat peran generasi muda melalui Mangrove Goes To School Perbesar

Pemerintah terus memperkuat peran generasi muda dalam membangun ketahanan pesisir Indonesia melalui program Mangrove Goes To School (MGTS) yang menyasar mahasiswa dan pelajar.

Program tersebut menjadi bagian dari strategi komunikasi publik dan edukasi lingkungan yang bertujuan menumbuhkan kesadaran, kepedulian, serta kepemimpinan generasi muda sebagai garda terdepan rehabilitasi mangrove berkelanjutan.

Direktur Rehabilitasi Mangrove Kementerian Kehutanan Nikolas Nugroho Surjobasuindro mengatakan bahwa generasi muda memiliki peran kunci dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir Indonesia.

“Rehabilitasi mangrove membutuhkan keberlanjutan lintas generasi. Melalui Mangrove Goes To School, kami menyiapkan generasi muda yang tidak hanya memahami pentingnya mangrove, tetapi juga memiliki kepemimpinan, kepedulian, dan keberanian untuk terlibat langsung sebagai agen perubahan,” ujar Nikolas di Jakarta, Sabtu (28/2/2026).

Dalam kurun waktu empat bulan pelaksanaan, MGTS telah menjangkau lebih dari 2.000 peserta, yang terdiri atas mahasiswa dan pelajar sekolah menengah atas(SMA) di sembilan provinsi.

Kegiatan itu dilaksanakan di sejumlah perguruan tinggi, antara lain Universitas Gadjah Mada, IPB University, Universitas Jambi, Universitas Udayana, Universitas Riau, dan Universitas Maritim Raja Ali Haji yang dipilih karena kedekatannya dengan wilayah pesisir dan DAS prioritas serta peran strategisnya dalam pengembangan ilmu dan aksi lingkungan. Program tersebut juga menjangkau empat SMA di kawasan pesisir guna menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia sekolah.

Kegiatan dari program MGTS terdiri dari kuliah umum, gelar wicara interaktif, diskusi tematik, dan sesi berbagi praktik lapangan. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman komprehensif mengenai peran mangrove sebagai benteng alami pesisir, penyerap karbon biru (blue carbon), pelindung keanekaragaman hayati, serta pengungkit ekonomi masyarakat pesisir.

Tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, MGTS juga mendorong lahirnya aksi nyata. Hingga saat ini, program tersebut telah memicu dorongan dan antusiasme pelajar dalam pengembangan kegiatan rehabilitasi mangrove seperti proposal riset mahasiswa, kampanye lingkungan berbasis media sosial, pembentukan komunitas peduli mangrove di kampus dan sekolah, hingga keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan rehabilitasi mangrove di daerah masing-masing.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Keluarga Jadi Kekuatan Suksesnya Pembudidaya Ikan Nila Lestari di Manganitu

4 September 2026 - 05:10 WITA

Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali

1 September 2026 - 05:19 WITA

SSB Kolonal Jadi Ruang 60 Anak Solok Selatan Kejar Mimpi Jadi Pesepakbola

28 Agustus 2026 - 04:51 WITA

Ribuan Penari Muda dalam Tari Kolosal

25 Agustus 2026 - 07:19 WITA

Rahayu Saraswati Sebut PIK Berpotensi Jadi Lokasi Marathon Internasional

23 Agustus 2026 - 05:51 WITA

Trending di Serba Serbi