Menu

Mode Gelap
Ketua DPD Puji Diplomasi Prabowo di Rusia: FTA Dongkrak Ekonomi Daerah Selamatkan Masa Depan Anak, Densus 88 Bangun Mekanisme Pemulihan dan Pendampingan Terpadu di Sumsel IdeaFest 2026 Usung Tema Rehumanize di Era AI, Ajak Manusia Lebih Bijak Gunakan Teknologi Presiden Putin: Indonesia Mitra Paling Kunci bagi Rusia di Kawasan Asia Pasifik 12 Pasang Atlet TNI AU Siap Berjuang, Kobarkan Semangat Prestasi di Piala Panglima TNI 2026 Keluarga Jadi Kekuatan Suksesnya Pembudidaya Ikan Nila Lestari di Manganitu

Serba Serbi

Hijaukan Desa, Selamatkan Sungai: Aksi Nyata Mahasiswa KKN Unigal Bangun Ketahanan Pangan Lintas Provinsi

badge-check


					Hijaukan Desa, Selamatkan Sungai: Aksi Nyata Mahasiswa KKN Unigal Bangun Ketahanan Pangan Lintas Provinsi Perbesar

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Galuh (Unigal) Ciamis, Jawa Barat, menggelar program bertajuk “Partisipatif Masyarakat Peduli Sungai dan Konservasi Ketahanan Pangan” di Desa Limbangan, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Program ini menjadi langkah awal pengabdian mahasiswa dalam menjawab tantangan pengelolaan sumber daya air sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal yang dibimbing oleh Dr. Ratnawati, M.Pd, dosen program studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unigal.

Menurut Ratnawati, Desa Limbangan yang terdiri atas 15 dusun memiliki kondisi geografis beragam, dari dataran tinggi hingga rendah. Wilayah hilir kerap menghadapi banjir saat musim hujan, sementara sebagian wilayah lain rawan kekeringan saat kemarau.

“Melalui kolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, Perhutani, DPRD Cilacap, serta unsur Forkopimcam, mahasiswa menginisiasi edukasi lingkungan, diskusi pengelolaan sumber daya air, dan aksi penghijauan di lahan kritis,” ujarnya, Sabtu, 21 Februari 2026.

Pada kegiatan tersebut, sebanyak 211 pohon ditanam, terdiri dari aren, mahoni, alpukat, akasia, dan pace. Penanaman dilakukan di Dusun Ciheuleut dan Cipetir sebagai upaya mencegah erosi, mengurangi risiko longsor, serta meningkatkan resapan air tanah. Selain berdampak ekologis, pohon produktif yang ditanam diharapkan memberi manfaat ekonomi jangka panjang bagi warga.

Dalam sesi edukasi di Balai Desa Limbangan, Kamis, 12 Februari 2026, narasumber dari BBWS Citanduy menyoroti tiga persoalan utama air: pencemaran, banjir akibat kelebihan debit, dan kekeringan saat pasokan minim. Pengelolaan terpadu dari hulu ke hilir, perlindungan sempadan sungai sesuai regulasi, serta digitalisasi sistem pintu air menjadi solusi yang didorong.

Menariknya, mahasiswa menghadirkan inovasi berbasis sistem informasi dengan pemasangan barcode pada setiap pohon. Melalui pemindaian, masyarakat dapat mengetahui jenis tanaman, tanggal tanam, lokasi, dan penanggung jawab perawatan.

Ratnawati menyampaikan, dengan sistem ini memungkinkan monitoring berkelanjutan sehingga program tidak berhenti pada seremoni semata. “Dukungan masyarakat dan pemerintah setempat menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci menjaga keberlanjutan sungai dan memperkuat ketahanan pangan desa,” ujarnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Keluarga Jadi Kekuatan Suksesnya Pembudidaya Ikan Nila Lestari di Manganitu

4 September 2026 - 05:10 WITA

Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali

1 September 2026 - 05:19 WITA

SSB Kolonal Jadi Ruang 60 Anak Solok Selatan Kejar Mimpi Jadi Pesepakbola

28 Agustus 2026 - 04:51 WITA

Ribuan Penari Muda dalam Tari Kolosal

25 Agustus 2026 - 07:19 WITA

Rahayu Saraswati Sebut PIK Berpotensi Jadi Lokasi Marathon Internasional

23 Agustus 2026 - 05:51 WITA

Trending di Serba Serbi