Menu

Mode Gelap
Heboh Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK Setelah Nobar Piala Dunia Aksi Pemulung Ikut Tambal Jalan Rusak di Padang, Warga Mengaku Sudah Dua Wali Kota Tanpa Perbaikan Masyarakat Padati Jalan, Gelaran Festival Budaya Teguhkan Ajeg Budaya Polri Tahan 2 Tersangka Kasus Korupsi Pembiayaan Pengadaan Batu Bara JARR Milik Haji Isam Akui Beli CPO Sitaan Kejaksaan Agung DPR Gerah PNS Dapat Pensiun Seumur Hidup, Kerja Enggak Seberapa

Serba Serbi

Hijaukan Desa, Selamatkan Sungai: Aksi Nyata Mahasiswa KKN Unigal Bangun Ketahanan Pangan Lintas Provinsi

badge-check


					Hijaukan Desa, Selamatkan Sungai: Aksi Nyata Mahasiswa KKN Unigal Bangun Ketahanan Pangan Lintas Provinsi Perbesar

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Galuh (Unigal) Ciamis, Jawa Barat, menggelar program bertajuk “Partisipatif Masyarakat Peduli Sungai dan Konservasi Ketahanan Pangan” di Desa Limbangan, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Program ini menjadi langkah awal pengabdian mahasiswa dalam menjawab tantangan pengelolaan sumber daya air sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal yang dibimbing oleh Dr. Ratnawati, M.Pd, dosen program studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unigal.

Menurut Ratnawati, Desa Limbangan yang terdiri atas 15 dusun memiliki kondisi geografis beragam, dari dataran tinggi hingga rendah. Wilayah hilir kerap menghadapi banjir saat musim hujan, sementara sebagian wilayah lain rawan kekeringan saat kemarau.

“Melalui kolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, Perhutani, DPRD Cilacap, serta unsur Forkopimcam, mahasiswa menginisiasi edukasi lingkungan, diskusi pengelolaan sumber daya air, dan aksi penghijauan di lahan kritis,” ujarnya, Sabtu, 21 Februari 2026.

Pada kegiatan tersebut, sebanyak 211 pohon ditanam, terdiri dari aren, mahoni, alpukat, akasia, dan pace. Penanaman dilakukan di Dusun Ciheuleut dan Cipetir sebagai upaya mencegah erosi, mengurangi risiko longsor, serta meningkatkan resapan air tanah. Selain berdampak ekologis, pohon produktif yang ditanam diharapkan memberi manfaat ekonomi jangka panjang bagi warga.

Dalam sesi edukasi di Balai Desa Limbangan, Kamis, 12 Februari 2026, narasumber dari BBWS Citanduy menyoroti tiga persoalan utama air: pencemaran, banjir akibat kelebihan debit, dan kekeringan saat pasokan minim. Pengelolaan terpadu dari hulu ke hilir, perlindungan sempadan sungai sesuai regulasi, serta digitalisasi sistem pintu air menjadi solusi yang didorong.

Menariknya, mahasiswa menghadirkan inovasi berbasis sistem informasi dengan pemasangan barcode pada setiap pohon. Melalui pemindaian, masyarakat dapat mengetahui jenis tanaman, tanggal tanam, lokasi, dan penanggung jawab perawatan.

Ratnawati menyampaikan, dengan sistem ini memungkinkan monitoring berkelanjutan sehingga program tidak berhenti pada seremoni semata. “Dukungan masyarakat dan pemerintah setempat menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci menjaga keberlanjutan sungai dan memperkuat ketahanan pangan desa,” ujarnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

JARR Milik Haji Isam Akui Beli CPO Sitaan Kejaksaan Agung

20 Juli 2026 - 06:27 WITA

Kurangi Ketergantungan Gawai, KKN Unhas Edukasi Siswa SD Permainan Tradisional di Bone

19 Juli 2026 - 06:10 WITA

Pembangunan Tahap II IKN Terus Berjalan, Otorita IKN Lakukan Evaluasi Berkala

17 Juli 2026 - 06:02 WITA

Wimbledon Jadi Bekal Berharga Petenis Muda Indonesia Ethan Jake Frans

14 Juli 2026 - 06:44 WITA

Tak Banyak yang Tahu, 5 Kuliner Indonesia Ini Lahir dari Kemiskinan

13 Juli 2026 - 06:37 WITA

Trending di Serba Serbi