Menu ✖

Mode Gelap
Korupsi Tunjangan Rp 18,79 M, Wabup Indramayu Syaefudin Ditahan Kejati Jabar Lebihi Target di Asian Para Games 2026, Kontingen Indonesia Siap Tatap ASEAN Para Games 2027 dan Paralimpiade 2028 Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo Tegaskan Capaian Strategis: Kita Berada di Jalur yang Benar Pangdam XIII/Merdeka Tegaskan Kawal Program Nasional Budidaya Anggur Impor Buka Peluang Ekonomi Desa Pejarakan Kapolri Bongkar Lab Narkoba 1,2 Ton di Aceh, Terbesar di Indonesia

Serba Serbi

Hijaukan Desa, Selamatkan Sungai: Aksi Nyata Mahasiswa KKN Unigal Bangun Ketahanan Pangan Lintas Provinsi

badge-check


					Hijaukan Desa, Selamatkan Sungai: Aksi Nyata Mahasiswa KKN Unigal Bangun Ketahanan Pangan Lintas Provinsi Perbesar

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Galuh (Unigal) Ciamis, Jawa Barat, menggelar program bertajuk “Partisipatif Masyarakat Peduli Sungai dan Konservasi Ketahanan Pangan” di Desa Limbangan, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Program ini menjadi langkah awal pengabdian mahasiswa dalam menjawab tantangan pengelolaan sumber daya air sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal yang dibimbing oleh Dr. Ratnawati, M.Pd, dosen program studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unigal.

Menurut Ratnawati, Desa Limbangan yang terdiri atas 15 dusun memiliki kondisi geografis beragam, dari dataran tinggi hingga rendah. Wilayah hilir kerap menghadapi banjir saat musim hujan, sementara sebagian wilayah lain rawan kekeringan saat kemarau.

“Melalui kolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, Perhutani, DPRD Cilacap, serta unsur Forkopimcam, mahasiswa menginisiasi edukasi lingkungan, diskusi pengelolaan sumber daya air, dan aksi penghijauan di lahan kritis,” ujarnya, Sabtu, 21 Februari 2026.

Pada kegiatan tersebut, sebanyak 211 pohon ditanam, terdiri dari aren, mahoni, alpukat, akasia, dan pace. Penanaman dilakukan di Dusun Ciheuleut dan Cipetir sebagai upaya mencegah erosi, mengurangi risiko longsor, serta meningkatkan resapan air tanah. Selain berdampak ekologis, pohon produktif yang ditanam diharapkan memberi manfaat ekonomi jangka panjang bagi warga.

Dalam sesi edukasi di Balai Desa Limbangan, Kamis, 12 Februari 2026, narasumber dari BBWS Citanduy menyoroti tiga persoalan utama air: pencemaran, banjir akibat kelebihan debit, dan kekeringan saat pasokan minim. Pengelolaan terpadu dari hulu ke hilir, perlindungan sempadan sungai sesuai regulasi, serta digitalisasi sistem pintu air menjadi solusi yang didorong.

Menariknya, mahasiswa menghadirkan inovasi berbasis sistem informasi dengan pemasangan barcode pada setiap pohon. Melalui pemindaian, masyarakat dapat mengetahui jenis tanaman, tanggal tanam, lokasi, dan penanggung jawab perawatan.

Ratnawati menyampaikan, dengan sistem ini memungkinkan monitoring berkelanjutan sehingga program tidak berhenti pada seremoni semata. “Dukungan masyarakat dan pemerintah setempat menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci menjaga keberlanjutan sungai dan memperkuat ketahanan pangan desa,” ujarnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lebihi Target di Asian Para Games 2026, Kontingen Indonesia Siap Tatap ASEAN Para Games 2027 dan Paralimpiade 2028

24 Oktober 2026 - 09:56 WITA

BMKG: Keindahan Hunter’s Moon pada 26 Oktober 2026

23 Oktober 2026 - 04:17 WITA

Lestarikan Budaya, PORTINA Sulut Latih Pelatih Olahraga Tradisional

21 Oktober 2026 - 02:27 WITA

Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

18 Oktober 2026 - 04:51 WITA

Juri Pencak Silat Dunia Apresiasi Atlet Tapak Suci SMP Muhammadiyah 2 Kroya

16 Oktober 2026 - 02:19 WITA

Trending di Serba Serbi