Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Warta Adhyaksa

Kejari Kota Malang Terus Usut Korupsi Pemanfaatan Aset Pemkot Malang Rp2,1 M

badge-check


					Kejari Kota Malang Terus Usut Korupsi Pemanfaatan Aset Pemkot Malang Rp2,1 M Perbesar

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang terus mengusut tindak pidana korupsi pemanfaatan aset Pemerintah Kota Malang di Jalan Dieng Nomor 18, Gading Kasri, Klojen. Mereka telah melakukan penyerahan tanggung jawab tersangka dan barang bukti (tahap II) dari tim penyidik kepada tim penuntut umum.

Kasi Intelijen Kejari Kota Malang, Agung Tri Radityo mengatakan, kasus ini menyeret seorang perempuan berinisial KS (65), warga Sukolilo, Surabaya, karena diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi terkait pemanfaatan aset Pemerintah Kota Malang. Tersangka diduga telah mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp2,1 miliar.

“Akibat perbuatan Tersangka, ditemukan kerugian keuangan negara sebesar Rp2.149.171.000,00 (dua miliar seratus empat puluh sembilan juta seratus tujuh puluh satu ribu rupiah),” ujar Agung, Selasa (17/2/2026).

KS dijerat pasal 603 UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Jo. Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001). Subsidair Pasal 3 junto Pasal 18 UU RI nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001).

“Tim Jaksa Penuntut Umum memutuskan untuk melakukan penahanan lanjutan terhadap Tersangka. Langkah ini diambil berdasarkan pertimbangan subjektif dan objektif sesuai hukum acara pidana, yakni dikhawatirkan tersangka akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti, dan atau mengulang tindak pidana,” katanya.

“Sebelumnya, Tersangka telah menjalani masa penahanan penyidik sejak 16 Oktober 2025 yang kemudian diperpanjang hingga tahap pelimpahan hari ini,” lanjut Agung.

Agung mengatakan, pelaksanaan tahap II menjadi fase akhir penyidikan. Kejaksaan Negeri Kota Malang saat ini fokus pada penuntasan berkas administrasi penuntutan. Dalam waktu dekat, Jaksa Penuntut Umum akan segera melimpahkan berkas perkara ini ke pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Surabaya untuk dilakukan persidangan.

“Kami berkomitmen penuh dalam pengamanan aset pemerintah daerah dan memastikan setiap kerugian negara dipertanggungjawabkan secara hukum,” pungkas Agung.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa

19 Oktober 2026 - 02:55 WITA

KPK OTT Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Diduga Suap Pihak BPK Terkait Audit

16 Oktober 2026 - 02:21 WITA

KPK Tangkap 14 Orang di OTT BNPB Terkait Pengadaan Barang & Jasa

14 Oktober 2026 - 07:08 WITA

Eks Kadis PUPR Boven Digoel Jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi Jalan Rp10,64 Miliar

13 Oktober 2026 - 04:32 WITA

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Didakwa Terima Rp346 Miliar

9 Oktober 2026 - 05:55 WITA

Trending di Warta Adhyaksa