Infokatulistiwanews.com – Presiden Prabowo Subianto memuji kinerja tim pemerintahannya yang mampu mewujudkan swasembada beras nasional jauh lebih cepat dari target awal.
Target yang sebelumnya dipatok empat tahun, nyatanya dapat dicapai hanya dalam waktu satu tahun. Pernyataan itu disampaikan Presiden Prabowo saat berbicara di forum internasional World Economic Forum (WEF).

Presiden menyatakan, bahwa produksi beras Indonesia kini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah.
“Saya memberi target empat tahun, tetapi tim saya mampu mencapainya dalam satu tahun,” ujar Prabowo.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti kerja keras dan keseriusan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Presiden Prabowo optimis dalam empat tahun ke depan Indonesia tidak hanya swasembada beras, tetapi juga pangan strategis lainnya.
“Saya yakin kita bisa mandiri pangan secara menyeluruh,” tegasnya.
Peran Polri Dalam Rangka Mewujudkan Swasembada Pangan
Sejalan dengan itu, seperti diungkapkan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, bahwa Polri telah berkontribusi dalam swasembada pangan dengan hasil panen 3,5 juta ton jagung pada 2025. Jenderal Sigit menyebut capaian itu juga mendapat apresiasi dari Presiden Prabowo Subianto.
Hal tersebut disampaikannya dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR di gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026).
“Kegiatan kita dalam mendukung program dan kebijakan pemerintah pemerintah, salah satunya adalah program prioritas Bapak Presiden yaitu masalah swasembada pangan,” ujarnya.
Menurut Kapolri, Saat ini, luas yang tertanam mencapai 651 ribu dan target penanaman di tahun 2026 ini adalah 522 ribu hektare.
“Polri ikut berkontribusi dalam mendukung program ketahanan pangan, di mana Polri mencoba dan berhasil memfasilitasi untuk mencari lahan seluas 1,37 hektare untuk ditanam jagung,” kata Jenderal Sigit.
Kata Jenderal Sigit, panen jagung itu telah menghasilkan 3,57 juta ton di 2025. Polri bekerja sama dengan 30.548 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang beranggotakan 602 ribu petani di seluruh Indonesia.
“Sampai dengan saat ini panen yang telah kita lakukan telah menghasilkan jagung pakan ternak sebanyak 3,57 juta ton. Polri bekerja sama dengan 30.548 Gapoktan yang beranggotakan 602 ribu petani di seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Jenderal Sigit menyebutkan berdasarkan data BPS, terjadi peningkatan panen nasional sebesar 9% dari 2024. Jenderal Sigit menyebut keberhasilan itu mendapat apresiasi dari Prabowo.
“Berdasarkan capaian BPS terjadi peningkatan terhadap panen jagung nasional sebesar 9% dari tahun 2024 atau 13,6 juta ton. dan ini mendapatkan apresiasi langsung dari Bapak Presiden RI,” ujarnya.
Aksi Nyata Daerah Dalam Mendukung Agenda Swasembada Pangan Nasional
Dukungan terhadap program pemerintah pusat itupun nyata di daerah. Hal ini terlihat dengan giatnya Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, memberikan motivasi kepada masyarakat agar ketersediaan beras di ‘Bumi Nyiur Melambai’ tetap stabil.
“Beras kita tercukupi di Sulut. Kita juga rutin melakukan Gerakan Pangan Murah dan membagikan beras cadangan pemerintah, terutama saat menghadapi Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.
Lebih lanjut kata gubernur, langkah antisipatif tersebut turut menekan laju inflasi. “Puji Tuhan, inflasi Sulut di tahun 2025 nomor tiga terendah di Indonesia. Ini hasil dari gerakan dan program yang kita lakukan bersama,” imbuhnya.
Pemerintah provinsi juga berencana mendistribusikan kembali sekitar 2.000 hektare lahan pertanian serta menyalurkan bantuan alat dan sarana pertanian.
“Saya juga akan berikan lima pompa air agar saat musim kemarau nanti, panen kita tidak tergantung hujan,” jelas Gubernur Yulius, sembari mengingatkan petani agar tidak menimbun hasil panen.
Pewarta: Sevry, Arly, Handry (3 – Y)
Red~ IKN









