Menu

Mode Gelap
Selat Hormuz, Selat Strategis Titik Perekonomian Dunia Dukung Pemberdayaan Nelayan, Danlanal Yogyakarta Hadiri Kunker Ketua Komisi IV DPR-RI Ketika Pemkab Bulungan Bersolek, Eks Pasar Ikan Kini Jadi Food Court Kemenlu RI Pastikan Koordinasi Intensif Pelindungan WNI di Timur Tengah Jalan Rusak dan Anak Putus Sekolah, Pengalaman Pahit Warga 2 Kampung di Polman Pemerintah perkuat peran generasi muda melalui Mangrove Goes To School

Warta Internasional

Update Gunung Sampah Longsor, Korban Jiwa Bertambah-Puluhan Hilang

badge-check


					Update Gunung Sampah Longsor, Korban Jiwa Bertambah-Puluhan Hilang Perbesar

Operasi pencarian besar-besaran terus dilakukan di sebuah tempat pembuangan akhir di Kota Cebu, Filipina, setelah longsoran “gunung” sampah dan material puing menimbun bangunan-bangunan rendah dan para pekerja di dalamnya, menewaskan sedikitnya dua orang, melukai belasan lainnya, serta membuat puluhan orang belum ditemukan.

Pejabat setempat pada mengatakan longsoran berupa gunungan sampah, tanah, dan puing-puing bangunan terjadi di Desa Binaliw, Kota Cebu, dan menimbun atau menjebak para pekerja yang berada di fasilitas pengelolaan sampah tersebut.

Total 13 orang berhasil diselamatkan hidup-hidup sepanjang malam, namun satu di antaranya kemudian meninggal dunia. Satu jenazah lainnya ditemukan beberapa jam kemudian.

Tim penyelamat masih berupaya mencari sekitar 36 orang yang diduga masih terperangkap di bawah longsoran. Para korban tewas dan hilang seluruhnya merupakan pekerja di tempat pembuangan dan fasilitas pengelolaan sampah itu.

Direktur Kepolisian Regional Brigadir Jenderal Roderick Maranan mengatakan kepada The Associated Press bahwa salah satu korban yang diselamatkan, seorang pekerja perempuan di lokasi pembuangan sampah, meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.

“Sementara yang lainnya selamat dengan luka-luka dan telah dirawat di rumah sakit,” ujar Maranan, dikutip Sabtu, (10/1/2026).

Wali Kota Cebu, Nestor Archival, dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa jenazah kedua yang ditemukan adalah seorang insinyur berusia 25 tahun yang bekerja di fasilitas tersebut. Jenazahnya berhasil dievakuasi pada Jumat sore.

Salah seorang penyintas, Jaylord Antigua (31), pegawai kantor di tempat pembuangan sampah itu, menggambarkan bagaimana longsoran terjadi dengan sangat cepat tanpa peringatan, meski cuaca saat itu cerah.

Longsoran tersebut menghancurkan kantor tempat ia bekerja. Antigua berhasil menyelamatkan diri dengan luka memar di wajah dan lengannya setelah merangkak keluar dari bawah timbunan puing.

“Saya melihat sebuah cahaya dan merangkak ke arah sana secepat mungkin, karena saya takut akan ada longsoran susulan,” kata Antigua. “Itu traumatis. Saya takut itu adalah akhir hidup saya, jadi ini adalah kehidupan kedua bagi saya.”

Pemerintah Kota Cebu dan Kantor Pertahanan Sipil menyatakan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan akan terus dilakukan tanpa batas waktu di fasilitas tersebut, yang mempekerjakan sekitar 110 orang.

“Seluruh tim respons tetap terlibat penuh dalam upaya pencarian dan evakuasi untuk menemukan para korban yang masih hilang dengan kepatuhan ketat terhadap protokol keselamatan,” kata Archival dalam pernyataan yang diunggah di Facebook.

“Pemerintah kota menjamin kepada publik dan keluarga para korban bahwa semua langkah yang diperlukan sedang diambil untuk memastikan keselamatan, transparansi, akuntabilitas, dan bantuan yang penuh empati seiring berlanjutnya operasi,” imbuhnya.

Foto-foto yang dirilis otoritas memperlihatkan para penyelamat menggunakan alat berat untuk menyisir bangunan yang hancur akibat longsoran sampah, dengan atap seng yang terpelintir dan rangka besi yang bengkok.

Di sekitar lokasi, kerabat para korban menunggu dengan cemas. Seorang perempuan terlihat menangis terbuka sambil memohon kepada petugas agar mempercepat proses pencarian.

Maranan mengatakan salah satu bangunan yang tertimpa longsoran merupakan gudang tempat para pekerja memilah sampah yang dapat didaur ulang dan limbah lainnya.

Tempat pembuangan sampah dan lokasi pembuangan terbuka telah lama menjadi sumber kekhawatiran keselamatan dan kesehatan di banyak kota dan daerah di Filipina, terutama di kawasan dekat komunitas miskin, di mana warga kerap mengais barang bekas dan sisa makanan dari tumpukan sampah.

Tragedi serupa pernah terjadi pada Juli 2000, ketika gunungan sampah besar di sebuah kawasan permukiman kumuh di pinggiran Kota Quezon, wilayah metropolitan Manila, runtuh setelah beberapa hari cuaca buruk.

Longsoran tersebut juga memicu kebakaran dan menewaskan lebih dari 200 orang, membuat banyak lainnya hilang, serta menghancurkan puluhan gubuk.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Selat Hormuz, Selat Strategis Titik Perekonomian Dunia

2 Maret 2026 - 03:47 WITA

Dari Istana Basman ke Bandara Marka: Persahabatan Dua Pemimpin dalam Satu Mobil

26 Februari 2026 - 04:44 WITA

Operasi Senyap Militer Tewaskan Gembong Narkoba ‘El Mencho’

24 Februari 2026 - 06:50 WITA

Virus Mematikan Guncang Thailand, Harimau Mati-Turis Diminta Menjauh

22 Februari 2026 - 08:27 WITA

Di Hadapan Pemimpin Dunia, Presiden Trump Sebut Presiden Prabowo Pemimpin Tangguh dan Dihormati Dunia

20 Februari 2026 - 10:11 WITA

Trending di Warta Internasional