Menu

Mode Gelap
Pemda Buru dan Pemilik Lahan Sepakat Akhiri Konflik Warga Peduli Kesehatan Warga Pedalaman, Satgas Banau Jemput Bola Tindaklanjuti Arahan Presiden Prabowo, Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi Crane Proyek Kereta Cepat Roboh, Sedikitnya 22 Orang Tewas Sisa Kuota Internet Hangus, Dua Warga Wadul MK Kisah Inspiratif: Penjual Es Kelapa Daftarkan 24 Keluarga untuk Haji

Serba Serbi

Kisah Inspiratif Siswa SLB Pesisir Selatan Berprestasi

badge-check


					Kisah Inspiratif Siswa SLB Pesisir Selatan Berprestasi Perbesar

Keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi. Pesan itu mengemuka dalam siaran program “Gaung Pasisie” di LPPL Langkisau FM, Rabu (22/10/2025), yang menghadirkan para guru dan siswa SLB Negeri 01 Painan, Kabupaten Pesisir Selatan.

Dalam siaran tersebut, dua guru pendidik khusus, Heri Afriani  dan Elsa Rahmadiah bersama dua siswanya, Ghania Yumna Arifah dan Nola Anggraini, berbagi kisah perjuangan serta prestasi anak-anak berkebutuhan khusus yang membanggakan.

Kepala SLB Negeri 01 Painan menjelaskan bahwa sekolah tersebut memiliki 75 siswa dengan berbagai jenis kebutuhan khusus, mulai dari tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, hingga autisme.

“Kami ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa anak-anak dengan kebutuhan khusus juga berhak mendapat pendidikan yang layak dan bisa berprestasi seperti anak lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, masih banyak masyarakat yang menyembunyikan anak berkebutuhan khusus karena merasa malu. Padahal setiap anak memiliki potensi besar yang dapat berkembang bila diberi kesempatan dan dukungan yang tepat.

Salah satu teladan inspiratif datang dari Elsa Rahmadiah, guru SLB yang juga penyandang tunanetra sejak lahir. Meski memiliki keterbatasan, Elsa mampu menjadi pengajar inspiratif sekaligus qari’ah berprestasi yang akan mewakili Kabupaten Pesisir Selatan dalam MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat.

“Saya ingin menunjukkan bahwa disabilitas bukan hambatan untuk berkarya. Justru dari keterbatasan itu lahir kekuatan,” ungkap Elsa .

Elsa juga menceritakan kisah dua siswanya, Ghania dan Nola, yang berhasil menorehkan prestasi di bidang seni dan tilawah. Ghania, siswi tunanetra kelas VII, meraih juara I lomba tarik suara tingkat kecamatan, sementara Nola, siswi kelas IX, menjuarai MTQ tingkat Kabupaten dan meraih peringkat III di tingkat Provinsi Sumatera Barat.

Kedua siswi itu bahkan menampilkan kemampuan mereka secara langsung di studio Langkisau FM. Ghania membawakan lagu daerah dengan suara merdu, sementara Nola memperdengarkan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menyejukkan hati.

Menurut Heri Afriani, keberhasilan siswa SLB tidak lepas dari dukungan guru, keluarga, serta lingkungan yang terus memotivasi mereka untuk berkembang. “Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu menyekolahkan anak-anak berkebutuhan khusus ke SLB terdekat,” tutupnya

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kisah Inspiratif: Penjual Es Kelapa Daftarkan 24 Keluarga untuk Haji

14 Januari 2026 - 02:32 WITA

Dua Mahasiswi Ini, Sulap Barang Bekas Jadi Seni Estetik

10 Januari 2026 - 05:11 WITA

Mengulas Setahun Kepemimpinan YSK – Victory di Bumi Nyiur Melambai

8 Januari 2026 - 10:05 WITA

Kemenkebud hadirkan program buat perkuat desa sebagai pondasi budaya

7 Januari 2026 - 05:47 WITA

Cara Membangun Bisnis Tanpa Utang yang Tahan Krisis

6 Januari 2026 - 04:07 WITA

Trending di Serba Serbi