Menu

Mode Gelap
4 Bandara Ditutup Sementara Akibat Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Korupsi KPR Fiktif Rp237 Miliar, Kejari Karawang Tetapkan 4 Tersangka Terindikasi Kangkangi Aturan, APH Didesak Cabut Izin Usaha Perkebunan PT Ketapang Subur Lestari di Barito Timur PN Manado Sosialisasikan SEMA 2, 3 dan 4 Tahun 2026 ke APH, Soroti Kepastian Hukum Ketua DPD Puji Diplomasi Prabowo di Rusia: FTA Dongkrak Ekonomi Daerah Selamatkan Masa Depan Anak, Densus 88 Bangun Mekanisme Pemulihan dan Pendampingan Terpadu di Sumsel

Serba Serbi

Kisah Inspiratif Siswa SLB Pesisir Selatan Berprestasi

badge-check


					Kisah Inspiratif Siswa SLB Pesisir Selatan Berprestasi Perbesar

Keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi. Pesan itu mengemuka dalam siaran program “Gaung Pasisie” di LPPL Langkisau FM, Rabu (22/10/2025), yang menghadirkan para guru dan siswa SLB Negeri 01 Painan, Kabupaten Pesisir Selatan.

Dalam siaran tersebut, dua guru pendidik khusus, Heri Afriani  dan Elsa Rahmadiah bersama dua siswanya, Ghania Yumna Arifah dan Nola Anggraini, berbagi kisah perjuangan serta prestasi anak-anak berkebutuhan khusus yang membanggakan.

Kepala SLB Negeri 01 Painan menjelaskan bahwa sekolah tersebut memiliki 75 siswa dengan berbagai jenis kebutuhan khusus, mulai dari tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, hingga autisme.

“Kami ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa anak-anak dengan kebutuhan khusus juga berhak mendapat pendidikan yang layak dan bisa berprestasi seperti anak lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, masih banyak masyarakat yang menyembunyikan anak berkebutuhan khusus karena merasa malu. Padahal setiap anak memiliki potensi besar yang dapat berkembang bila diberi kesempatan dan dukungan yang tepat.

Salah satu teladan inspiratif datang dari Elsa Rahmadiah, guru SLB yang juga penyandang tunanetra sejak lahir. Meski memiliki keterbatasan, Elsa mampu menjadi pengajar inspiratif sekaligus qari’ah berprestasi yang akan mewakili Kabupaten Pesisir Selatan dalam MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat.

“Saya ingin menunjukkan bahwa disabilitas bukan hambatan untuk berkarya. Justru dari keterbatasan itu lahir kekuatan,” ungkap Elsa .

Elsa juga menceritakan kisah dua siswanya, Ghania dan Nola, yang berhasil menorehkan prestasi di bidang seni dan tilawah. Ghania, siswi tunanetra kelas VII, meraih juara I lomba tarik suara tingkat kecamatan, sementara Nola, siswi kelas IX, menjuarai MTQ tingkat Kabupaten dan meraih peringkat III di tingkat Provinsi Sumatera Barat.

Kedua siswi itu bahkan menampilkan kemampuan mereka secara langsung di studio Langkisau FM. Ghania membawakan lagu daerah dengan suara merdu, sementara Nola memperdengarkan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menyejukkan hati.

Menurut Heri Afriani, keberhasilan siswa SLB tidak lepas dari dukungan guru, keluarga, serta lingkungan yang terus memotivasi mereka untuk berkembang. “Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu menyekolahkan anak-anak berkebutuhan khusus ke SLB terdekat,” tutupnya

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Keluarga Jadi Kekuatan Suksesnya Pembudidaya Ikan Nila Lestari di Manganitu

4 September 2026 - 05:10 WITA

Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali

1 September 2026 - 05:19 WITA

SSB Kolonal Jadi Ruang 60 Anak Solok Selatan Kejar Mimpi Jadi Pesepakbola

28 Agustus 2026 - 04:51 WITA

Ribuan Penari Muda dalam Tari Kolosal

25 Agustus 2026 - 07:19 WITA

Rahayu Saraswati Sebut PIK Berpotensi Jadi Lokasi Marathon Internasional

23 Agustus 2026 - 05:51 WITA

Trending di Serba Serbi