Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Warta Nusantara

Tabalong peringkat ketiga jumlah warga miskin di Kalsel

badge-check


					Tabalong peringkat ketiga jumlah warga miskin di Kalsel Perbesar

Bupati Tabalong, Kalimantan Selatan H Muhammad Noor Rifani mengatakan saat ini jumlah warga miskin di “Bumi Saraba Kawa'” menempati peringkat ketiga di Provinsi Kalsel karena itu
program pengentasan kemiskinan harus benar-benar tepat sasaran.

“Selain tepat sasaran, program harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,” jelas Noor Rifani di Tabalong, Kamis.

Termasuk mengoptimakan aplikasi Sistem Informasi Penanggulangan Kemiskinan Terpadu dan Terintegrasi (Silangkar) melalui bimbingan teknis bagi para operator desa dan kelurahan di Kabupaten Tabalong.

“Para operator harus melakukan keakuratan dan kelengkapan data terkait jumlah warga miskin agar program pengentasan kemiskinan lebih efektif,” jelas Haji Fani.

Prosentase kemiskinan di “Bumi Saraba Kawa'” saat ini mencapai 5,64 persen, menempati peringkat ketiga tertinggi di Kalsel setelah Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Hulu Sungai Utara.

Pemkab Tabalong sendiri menargetkan penurunan angka kemiskinan tahun anggaran 2025 sebesar 3,08 persen sampai 3,47 persen.

Sementara itu Bimtek aplikasi Silangkar yang dilaksanakan Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperinda) diikuti fasilitator desa, TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan), operator kecamatan, operator desa dan pihak pengelolaan data Silangkarr.

Kepala Bapperinda Kabupaten Tabalong Arianto mengatakan penanganan kemiskinan menjadi tanggung jawab bersama mulai pemerintah pusat, provinsi, kabupaten hingga desa.

“Soal kemiskinan ini menjadi urusan sosial kita sebagai individu. Jadi kita punya tanggung jawab terhadap tetangga kanan kiri kita,” ujarnya.

Arianto pun mengajak seluruh peserta untuk bisa melaksanakan tugas dan fungsinya secara lebih bagus dan efektif, sehingga penanganan kemiskinan semakin hari, semakin bagus.

Operator dan perangkat desa juga diminta melakukan keakuratan dan kelengkapan data di aplikasi yang dirancang membantu merencanakan, menganggarkan, menganalisis, memonitor, dan mengevaluasi program penanggulangan kemiskinan secara komprehensif dan berbasis data.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang

19 Oktober 2026 - 03:01 WITA

Presiden Prabowo Instruksikan Transformasi Menyeluruh PLN, Fokus Efisiensi dan Percepat Energi Surya 100 GW

16 Oktober 2026 - 02:52 WITA

Pemerintah Intensifkan Penanganan Karhutla, Operasi Darat dan Udara Terus Dioptimalkan

14 Oktober 2026 - 07:21 WITA

Pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama

12 Oktober 2026 - 05:13 WITA

Presiden Prabowo Sambut Presiden Mesir El-Sisi dengan Upacara Kenegaraan di Istana Merdeka

11 Oktober 2026 - 07:29 WITA

Trending di Warta Nusantara