Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo Teken Perpres Kesehatan, Atur Integrasi Layanan dari Pusat hingga Desa Rossa Sebut Nama Baiknya Dijadikan Ajang Cari Cuan Clickbait Lewat Link Afiliasi Kepergok ke Kedai Kopi, Napi Korupsi Dipindah ke Lapas Nusakambangan Harga BBM Pertamina Naik, Pertamax Turbo Melejit Jadi Rp19.400 Potret Gereja Pertama IKN, Ada Makna di Balik Desain Indahnya Komisi IX DPR RI Dorong Optimalisasi Program Magang untuk Kurangi Pengangguran Sarjana

Warta Internasional

Terlibat Skandal Korupsi, Ketua DPR Filipina Ferdinand Martin Romualdez Mengundurkan Diri

badge-check


					Terlibat Skandal Korupsi, Ketua DPR Filipina Ferdinand Martin Romualdez Mengundurkan Diri Perbesar

Ketua DPR Filipina, Ferdinand Martin Romualdez , mengundurkan diri dalam sidang paripurna DPR yang berlangsung pada Rabu, 17 September 2025. Keputusan ini diambil setelah ia terlibat dalam kontroversi mengenai proyek pengendalian banjir yang bersifat fiktif atau berkualitas rendah.

“Persoalan terkait proyek infrastruktur tertentu telah menimbulkan pertanyaan yang tidak hanya membuat saya tenang, tetapi juga lembaga yang kita layani ini,” ujar Romualdez, yang merupakan sepupu dari Presiden Ferdinand Marcos Jr seperti dikutip dari laman Manilatimes pada Kamis (18/9).

Romualdez mengatakan rakyat Filipina sedang mencari kepercayaan. “Tugas kita sedang memulihkannya,” ujar dia.

Romualdez juga menekankan bahwa semakin lama ia menjabat sebagai ketua, beban yang harus ditanggung oleh DPR dan presiden semakin berat.

“Setelah perenungan dan doa mendalam, saya dengan hati nurani yang bersih mengajukan pengunduran diri sebagai Ketua DPR Filipina ,” tambah dia.

Setelah pengunduran diri tersebut, Faustino “Bojie” Dy III dari Distrik 6 Isabela terpilih sebagai ketua baru dengan dukungan 253 suara.

Wakil Ketua DPR, Ronaldo Puno, menyatakan bahwa Romualdez telah memberi tahu pimpinan partai tentang rencana untuk mundur sehari sebelumnya, bahkan menyarankan agar Dy diangkat sebagai penggantinya.

Rekan sesama pimpinan, Jefferson Khonghun dari Zambales, mengonfirmasi bahwa Romualdez sudah mempertimbangkan untuk mundur demi menjaga DPR dari polemik yang berkepanjangan.

Kasus ini bermula dari kesaksian Pacifico “Curlee” Discaya II di Senat yang menyebut mantan anggota DPR, Marvin Rillo, sebagai pihak yang meminta suap dalam proyek-proyek pengendalian banjir.

Rillo membantah tuduhan tersebut, begitu pula Romualdez dan beberapa legislator lain yang juga disebutkan. Discaya kemudian menjelaskan bahwa ia tidak pernah bertransaksi langsung dengan Romualdez, tetapi hanya mendengar kabar dari beberapa anggota parlemen bahwa Ketua DPR akan mendapatkan bagian dari proyek tersebut.

Anggota DPR, Leila de Lima, menyambut baik langkah Romualdez sebagai upaya menjaga kredibilitas parlemen.

“Ini bukan hanya soal reputasi pribadi, tapi juga soal integritas dan martabat DPR sebagai lembaga,” tegasnya.

Langkah ini menunjukkan kesadaran akan pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap institusi legislatif, terutama di tengah situasi yang penuh dengan kontroversi dan dugaan korupsi yang dapat merusak citra parlemen. Dengan adanya pengunduran diri ini, diharapkan DPR dapat segera memulihkan kepercayaan masyarakat dan fokus pada tugas utama mereka sebagai wakil rakyat.

Reaksi masyarakat terhadap proyek yang disebut “infrastruktur hantu” semakin meningkat setelah Presiden Marcos membahasnya dalam pidato kenegaraan Juli lalu, menyusul banjir mematikan yang melanda Filipina selama beberapa minggu.

Diperkirakan ribuan orang akan berpartisipasi dalam aksi “Pawai Triliun Peso” pada hari Minggu mendatang, yang Merujuk pada estimasi Greenpeace tentang dana triliunan peso yang diperkirakan disalahgunakan dari proyek terkait iklim sejak tahun 2023.

Isu ini juga melibatkan Senat, di mana Vicente Sotto III menggantikan Francis Escudero sebagai presiden Senat. Escudero memberikan koneksi dengan salah satu kontraktor proyek banjir, meskipun ia membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai “pembunuhan karakter.”

Dalam pidato perdananya, Ketua DPR yang baru, Faustino Dy III, meminta masyarakat untuk memberi kesempatan kepada DPR untuk membuktikan komitmennya.

“Saya menyadari banyak warga yang merasa terluka dan marah. Sebagai putra Isabela, saya sangat memahami dampak badai dan banjir. Atas nama mereka, saya dengan rendah hati menerima tanggung jawab ini,” kata mantan gubernur tersebut.

Mereka berjanji untuk memasarkan diri di hadapan rakyat dan mengakui kesalahan DPR.

“Kami mohon kesempatan untuk mendapatkan kembali kepercayaan Anda,” ujarnya.

Mereka bukanlah wajah baru dalam politik. Selama lebih dari empat dekade, ia telah menjabat dalam berbagai posisi, termasuk sebagai wakil wali kota, wali kota, anggota dewan distrik, wakil gubernur, hingga gubernur.

DPR juga mencatat sejumlah penghargaan yang pernah diraihnya, termasuk Gawad Kalasag untuk pengurangan risiko bencana serta penghargaan sebagai salah satu pejabat paling ramah bisnis di Filipina.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sekjen PBB Sambut Baik Gencatan Senjata Lebanon-Israel, Dukung Upaya Damai

17 April 2026 - 05:29 WITA

Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan

14 April 2026 - 07:26 WITA

Astronot Artemis II Kembali ke Bumi Usai Misi Bersejarah Mengelilingi Bulan

13 April 2026 - 02:32 WITA

Perhimpunan Mahasiswa Gelar Bursa Kerja di Beijing, Gaet 1.300 Peminat

12 April 2026 - 03:37 WITA

PBB Ungkap Temuan Awal Insiden Tiga TNI di UNIFIL

8 April 2026 - 10:44 WITA

Trending di Warta Internasional