Menu

Mode Gelap
Harga Pangan 7 September: Bawang Merah Turun, Cabai Kembali Naik Dari Laut Untuk Negeri: TNI AL dan Masyarakat Bersatu dalam Semangat, Aku Cinta Laut 4 Bandara Ditutup Sementara Akibat Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Korupsi KPR Fiktif Rp237 Miliar, Kejari Karawang Tetapkan 4 Tersangka Terindikasi Kangkangi Aturan, APH Didesak Cabut Izin Usaha Perkebunan PT Ketapang Subur Lestari di Barito Timur PN Manado Sosialisasikan SEMA 2, 3 dan 4 Tahun 2026 ke APH, Soroti Kepastian Hukum

Warta Internasional

404 Warga Palestina, termasuk 141 anak, meninggal akibat kelaparan

badge-check


					404 Warga Palestina, termasuk 141 anak, meninggal akibat kelaparan Perbesar

Jumlah korban meninggal akibat malnutrisi di Jalur Gaza akibat blokade Israel terus bertambah menjadi 404 orang, termasuk 141 anak, demikian menurut Kementerian Kesehatan Gaza, Rabu (10/9).

“Dalam 24 jam terakhir Kementerian Kesehatan Gaza telah mencatat lima kematian akibat kelaparan dan malnutrisi, salah satunya adalah anak-anak. Dengan demikian, total korban jiwa menjadi 404, termasuk 141 anak,” demikian pernyataan tersebut.

Sepanjang Agustus 2025, sebanyak 185 orang meninggal akibat kelaparan di Gaza, rekor tertinggi dalam sebulan sejak pengepungan oleh Zionis diperketat mulai Maret tahun ini.

Saat ini terdapat 43.000 balita dan lebih dari 55.000 ibu hamil dan menyusui menderita malnutrisi, menurut otoritas setempat.

Pada 22 Agustus Program Pangan Dunia PBB (WFP) mengonfirmasi tingkat bencana kelaparan di Jalur Gaza untuk pertama kalinya sejak awal konflik 2023.

Menurut Klasifikasi Fase Keamanan Pangan Terpadu PBB (IPC), terdapat 5 fase malnutrisi, dengan fase 3 hingga 5 menandai krisis pangan akut.

Analisis terbaru menunjukkan bahwa kondisi di Jalur Gaza cukup untuk dinyatakan sebagai kategori kelaparan paling ekstrem, kata WFP.

Pada akhir September, lebih dari 640.000 orang di seluruh wilayah Palestina diperkirakan akan menghadapi tingkat bencana kerawanan pangan, yang diklasifikasikan sebagai Fase 5.

Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza semakin memburuk setelah Zionis Israel menolak bekerja sama dengan Badan PBB untuk Pengungsi Palestina, UNRWA, yang bertanggung jawab atas pasokan bantuan kepada Palestina selama puluhan tahun.

Ratusan pusat distribusi bantuan UNRWA ditutup dan digantikan dengan empat pusat distribusi yang dikelola Dana Kemanusiaan Gaza yang didukung AS dan Israel.

Otoritas Gaza mengungkapkan bahwa hingga kini pasukan Israel kerap menembaki warga Palestina yang mengantre untuk mendapatkan bantuan kemanusiaan.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Presiden Putin: Indonesia Mitra Paling Kunci bagi Rusia di Kawasan Asia Pasifik

4 September 2026 - 05:13 WITA

Presiden Prabowo Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF ke-11 di Vladivostok

3 September 2026 - 06:35 WITA

Jepang Kirim Helikopter Bantu Atasi Karhutla RI

30 Agustus 2026 - 06:33 WITA

Peringati 75 Tahun Hubungan Diplomatik, Festival Indonesia Digelar di Swiss

27 Agustus 2026 - 03:34 WITA

Kisah PMI Bangun Kedai Kuliner Indonesia di Jantung Kota Taipei

24 Agustus 2026 - 05:45 WITA

Trending di Warta Internasional