Menu

Mode Gelap
Presiden Putin: Indonesia Mitra Paling Kunci bagi Rusia di Kawasan Asia Pasifik 12 Pasang Atlet TNI AU Siap Berjuang, Kobarkan Semangat Prestasi di Piala Panglima TNI 2026 Keluarga Jadi Kekuatan Suksesnya Pembudidaya Ikan Nila Lestari di Manganitu Presiden Prabowo Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF ke-11 di Vladivostok Sherina Munaf Turun Tangan Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Kisah Desa di Pekalongan yang Berdamai dengan Satwa Liar, Punya Aturan Larangan Berburu

Warta Nusantara

Potret Pilu Kemiskinan di Jombang: Dua Nenek Bertahan dari Bantuan Tetangga

badge-check


					Potret Pilu Kemiskinan di Jombang: Dua Nenek Bertahan dari Bantuan Tetangga Perbesar

Hidup dalam keterbatasan tak membuat dua nenek di Jombang menyerah. Sulasmi, 62, warga Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang dan Paimah, 70, warga Desa Pulo Lor, Kecamatan Jombang menjalani hari tua dengan kondisi serbakekurangan.

Keduanya bertahan hidup dari belas kasih tetangga.

Saat ini, Paimah hidup bersama anak serta cucunya yang masih kecil. Dengan kondisi fisik yang tak lagi kuat bekerja, ia terpaksa bergantung pada bantuan tetangga.

”Sudah 6 tahun (menempati rumah ini), dari pak lurah (tanah sepadan jalan desa). Rumah sudah dijual buat berobat suami. Saya minta di jalan jalan jadi saya cari makan sendiri,” ujarnya, Senin (25/8).

Meski begitu, Paimah mengaku menerima Program Keluarga Harapan (PKH). Namun jumlahnya tak mencukupi dengan kebutuhan sehari-hari.

”Dapat PKH 600 ribu tidak cukup, ya dicukup-cukupkan buat jajan cucu juga uang saku sekolah. Kalau (rumah) ambruk ya apes saja,” ucapnya.

Nasib serupa juga dialami Sulasmi warga Desa Kepatihan. Rumah Sulasmi berdiri di atas tanah sewa.

Bangunannya semi permanen, dengan halaman dipenuhi tumpukan sampah plastik. Untuk masuk, orang harus melewati jalan sempit di samping rumah warga.

Di dalamnya, semua perabotan rumah tangga menumpuk dalam satu ruangan. Bahkan kamar mandi, ruang tidur, dan tempat aktivitas sehari-hari jadi satu.

Meski memiliki dua anak dan tujuh cucu, Sulasmi sudah belasan tahun tinggal sendiri. Anak-anaknya tinggal dan bekerja di luar kota.

”Anak-anak dan cucu saya di luar kota. Kadang-kadang mengirim uang, tapi ya nggak pernah (pulang) ke sini,” ujarnya.

Untuk bertahan hidup, ia mengandalkan belas kasihan tetangga serta mengumpulkan sampah plastik yang kemudian dijual ke Bank Sampah.

”(sampah plastik) ini saya kumpulkan dari depan sana, nanti diambil sama (petugas) Bank Sampah. Uangnya untuk makan,” katanya.

Sulasmi juga mengalami gangguan penglihatan sejak 15 tahun lalu. Meski pernah menjalani operasi mata, pandangannya tetap terbatas.

”Samar-samar bisa melihat. Tapi kalau keluar, sering kesasar karena kadang-kadang nggak kelihatan,” tuturnya.

Sayangnya, meski hidup miskin, ia tak pernah masuk daftar penerima bantuan sosial. ”Sejak saya menjabat Kades, bu Sulasmi ini selalu kami usulkan. Tetapi tidak tahu kenapa, sistem terus menolak nama bu Sulasmi,” jelas Kepala Desa Kepatihan, Erwin Pribadi.

Ditemui terpisah, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jombang, Hari Purnomo, menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti informasi terkait salah satu warga Desa Kepatihan yang belum tercover bantuan sosial.

Dari hasil evaluasi, Sulasmi masuk masuk kategori desil 4 Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Ekstrim Nasional (DTSEN). ”Informasi ini baru kami ketahui.

Terima kasih kepada pak camat dan kepala desa yang telah menyampaikan. Kami dari Dinsos akan berupaya sesuai kewenangan untuk menindaklanjuti,” ujarnya, Jumat (5/9/2025).

Hari menambahkan, proses akan dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku. Dinsos juga berkomitmen mengawal agar warga tersebut bisa segera mendapat bantuan.

”Kalau dari sisi lapangan memang bisa masuk, segera kami proses. Bansos yang memungkinkan antara lain Program Keluarga Harapan (PKH) dan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS,” jelasnya.

Red~ IKN

Source: Radarjombang.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi

2 September 2026 - 04:33 WITA

Rangkuman Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto 26,27-28 Agustus 2026

29 Agustus 2026 - 11:17 WITA

Presiden Prabowo: Bagaimana Kita Punya Ratusan Helikopter kalau Tak Ada Uang? Korupsi Harus Diperangi

26 Agustus 2026 - 06:00 WITA

Presiden Prabowo Susuri Lahan Terbakar di Kubu Raya, Pastikan Penanganan Karhutla Berjalan Optimal

22 Agustus 2026 - 11:45 WITA

Fatimah Az-Zahra Sosok Kartini Masa Kini

20 Agustus 2026 - 15:02 WITA

Trending di Warta Nusantara