Menu

Mode Gelap
Hashim: Indonesia Dapat 150 Juta Barel Minyak APH Diminta Segera Mengusut Tuntas Terkait Dugaan Penerbitan Memo Siluman untuk Kontrak Kuota Angkutan Batubara Paus Leo XIV Kunjungi Guinea Khatulistiwa, Serukan Perdamaian Dunia Delapan ASN Kemenaker terbukti peras 20 perusahaan izin TKA Rp130 M MPR: Komitmen bersama dibutuhkan demi wujudkan semangat Kartini Residivis Bandar Narkoba di Pangkalpinang Ditangkap, Polisi Sita 2 Kg Sabu

Warta Nusantara

Mendadak Keluarkan 72 Siswa, Kepsek SMAN 5 Bengkulu Malah Salahkan Warga dan Operator

badge-check


					Mendadak Keluarkan 72 Siswa, Kepsek SMAN 5 Bengkulu Malah Salahkan Warga dan Operator Perbesar

Sebanyak 72 siswa SMA Negeri 5 Bengkulu mendadak diberhentikan setelah belajar selama sebulan. Pemberhentian ini disebabkan karena siswa-siswa tersebut tidak memiliki Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Alih-alih mencari solusi, Kepala SMAN 5 Bengkulu, Bihan, justru menyalahkan warga dan operator sekolah sebagai penyebab kisruh penerimaan siswa baru.

“Kesalahannya terletak pada berbondong-bondongnya masyarakat menemui operator. Saya sudah ingatkan operator untuk tidak menambah calon siswa, namun itu masih dilanggar,” ujarnya saat rapat dengan orangtua siswa, Pemprov Bengkulu, dan DPRD Provinsi Bengkulu di kantor DPRD Bengkulu, Kota Bengkulu, Rabu (20/8/2025).

Bihan menjelaskan, berdasarkan aturan Permendiknas, satu kelas hanya boleh diisi 36 siswa. Namun, saat dicek 21 Juli lalu, ia menemukan setiap kelas terisi hingga 43 siswa.

Selama proses seleksi, Bihan mengaku mengalami sakit yang mengharuskannya dirawat.

“Saya temukan harusnya satu ruang belajar 36 murid, ternyata ada 43 murid tiap kelas,” jelasnya.

Meski begitu, ia mengaku tidak mengetahui adanya isu permainan uang dalam proses penerimaan siswa baru.

“Enggak tahu saya kalau ada permainan uang,” tutupnya.

Orangtua kecewa, siswa menjadi sakit Pernyataan ini memicu kekecewaan para orangtua murid yang sudah mendaftarkan anak mereka melalui jalur resmi, termasuk daftar ulang dan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

“Anak saya down, dia nangis sepanjang hari, malu bercampur sedih,” kata seorang ibu saat mengadu ke DPRD Provinsi Bengkulu.

Bahkan, ada siswa yang sampai jatuh sakit karena stres. “Anak kami sakit, saya juga sakit. Psikis anak saya terkena juga sejak mengetahui ia ternyata tidak terdaftar,” ungkap seorang ibu lainnya.

Sejumlah wali murid pun menangis saat menceritakan kondisi anak mereka.

“Kami mohon kebijakan. Kami mohon pihak sekolah bertanggung jawab,” pinta salah satu wali murid.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hashim: Indonesia Dapat 150 Juta Barel Minyak

23 April 2026 - 13:30 WITA

Hasil Pemeriksaan BPK 2025: Soroti Menko Pangan-Menteri Kesehatan

22 April 2026 - 11:36 WITA

Teleponan dengan PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Urea ke Australia

22 April 2026 - 07:53 WITA

Media Asing Sorot Temuan Sumur Gas Raksasa RI

22 April 2026 - 07:23 WITA

KLH Kejar Denda 1.369 Perusahaan Biang Kerok Bencana

21 April 2026 - 05:56 WITA

Trending di Warta Nusantara