Menu

Mode Gelap
Polemik Tutup-Buka Penyeberangan Perintis di NTT Prajurit Batalyon Hanud 11 Pasgat Laksanakan Lintas Medan Tingkatkan Ketangkasan dan Jiwa Korsa BMKG Ungkap Daftar 17 Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Hari Ini Begini Keseruan Ratusan Siswa SD Main Permainan Tradisional Heboh Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK Setelah Nobar Piala Dunia Aksi Pemulung Ikut Tambal Jalan Rusak di Padang, Warga Mengaku Sudah Dua Wali Kota Tanpa Perbaikan

Warta Nusantara

Mendadak Keluarkan 72 Siswa, Kepsek SMAN 5 Bengkulu Malah Salahkan Warga dan Operator

badge-check


					Mendadak Keluarkan 72 Siswa, Kepsek SMAN 5 Bengkulu Malah Salahkan Warga dan Operator Perbesar

Sebanyak 72 siswa SMA Negeri 5 Bengkulu mendadak diberhentikan setelah belajar selama sebulan. Pemberhentian ini disebabkan karena siswa-siswa tersebut tidak memiliki Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Alih-alih mencari solusi, Kepala SMAN 5 Bengkulu, Bihan, justru menyalahkan warga dan operator sekolah sebagai penyebab kisruh penerimaan siswa baru.

“Kesalahannya terletak pada berbondong-bondongnya masyarakat menemui operator. Saya sudah ingatkan operator untuk tidak menambah calon siswa, namun itu masih dilanggar,” ujarnya saat rapat dengan orangtua siswa, Pemprov Bengkulu, dan DPRD Provinsi Bengkulu di kantor DPRD Bengkulu, Kota Bengkulu, Rabu (20/8/2025).

Bihan menjelaskan, berdasarkan aturan Permendiknas, satu kelas hanya boleh diisi 36 siswa. Namun, saat dicek 21 Juli lalu, ia menemukan setiap kelas terisi hingga 43 siswa.

Selama proses seleksi, Bihan mengaku mengalami sakit yang mengharuskannya dirawat.

“Saya temukan harusnya satu ruang belajar 36 murid, ternyata ada 43 murid tiap kelas,” jelasnya.

Meski begitu, ia mengaku tidak mengetahui adanya isu permainan uang dalam proses penerimaan siswa baru.

“Enggak tahu saya kalau ada permainan uang,” tutupnya.

Orangtua kecewa, siswa menjadi sakit Pernyataan ini memicu kekecewaan para orangtua murid yang sudah mendaftarkan anak mereka melalui jalur resmi, termasuk daftar ulang dan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

“Anak saya down, dia nangis sepanjang hari, malu bercampur sedih,” kata seorang ibu saat mengadu ke DPRD Provinsi Bengkulu.

Bahkan, ada siswa yang sampai jatuh sakit karena stres. “Anak kami sakit, saya juga sakit. Psikis anak saya terkena juga sejak mengetahui ia ternyata tidak terdaftar,” ungkap seorang ibu lainnya.

Sejumlah wali murid pun menangis saat menceritakan kondisi anak mereka.

“Kami mohon kebijakan. Kami mohon pihak sekolah bertanggung jawab,” pinta salah satu wali murid.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BMKG Ungkap Daftar 17 Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Hari Ini

22 Juli 2026 - 07:44 WITA

Presiden Prabowo: Anggaran Pertahanan dan Polri Bila Perlu Dikurangi untuk Hapus Kemiskinan

18 Juli 2026 - 23:47 WITA

Presiden Prabowo: LNG Abadi Masela Jadi Tonggak Kemandirian Energi dan Mesin Baru Kemakmuran Rakyat

17 Juli 2026 - 06:07 WITA

Yusril: Pemerintah Tunggu DPR Selesai Susun RUU Perampasan Aset

15 Juli 2026 - 05:37 WITA

Prabowo Minta Militer, Polisi, Jaksa Introspeksi: Bintangmu Uang Rakyat

11 Juli 2026 - 05:40 WITA

Trending di Warta Nusantara