Menu

Mode Gelap
Pemda Buru dan Pemilik Lahan Sepakat Akhiri Konflik Warga Peduli Kesehatan Warga Pedalaman, Satgas Banau Jemput Bola Tindaklanjuti Arahan Presiden Prabowo, Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi Crane Proyek Kereta Cepat Roboh, Sedikitnya 22 Orang Tewas Sisa Kuota Internet Hangus, Dua Warga Wadul MK Kisah Inspiratif: Penjual Es Kelapa Daftarkan 24 Keluarga untuk Haji

Warta Internasional

Terlibat Skandal Korupsi, Ketua DPR Filipina Ferdinand Martin Romualdez Mengundurkan Diri

badge-check


					Terlibat Skandal Korupsi, Ketua DPR Filipina Ferdinand Martin Romualdez Mengundurkan Diri Perbesar

Ketua DPR Filipina, Ferdinand Martin Romualdez , mengundurkan diri dalam sidang paripurna DPR yang berlangsung pada Rabu, 17 September 2025. Keputusan ini diambil setelah ia terlibat dalam kontroversi mengenai proyek pengendalian banjir yang bersifat fiktif atau berkualitas rendah.

“Persoalan terkait proyek infrastruktur tertentu telah menimbulkan pertanyaan yang tidak hanya membuat saya tenang, tetapi juga lembaga yang kita layani ini,” ujar Romualdez, yang merupakan sepupu dari Presiden Ferdinand Marcos Jr seperti dikutip dari laman Manilatimes pada Kamis (18/9).

Romualdez mengatakan rakyat Filipina sedang mencari kepercayaan. “Tugas kita sedang memulihkannya,” ujar dia.

Romualdez juga menekankan bahwa semakin lama ia menjabat sebagai ketua, beban yang harus ditanggung oleh DPR dan presiden semakin berat.

“Setelah perenungan dan doa mendalam, saya dengan hati nurani yang bersih mengajukan pengunduran diri sebagai Ketua DPR Filipina ,” tambah dia.

Setelah pengunduran diri tersebut, Faustino “Bojie” Dy III dari Distrik 6 Isabela terpilih sebagai ketua baru dengan dukungan 253 suara.

Wakil Ketua DPR, Ronaldo Puno, menyatakan bahwa Romualdez telah memberi tahu pimpinan partai tentang rencana untuk mundur sehari sebelumnya, bahkan menyarankan agar Dy diangkat sebagai penggantinya.

Rekan sesama pimpinan, Jefferson Khonghun dari Zambales, mengonfirmasi bahwa Romualdez sudah mempertimbangkan untuk mundur demi menjaga DPR dari polemik yang berkepanjangan.

Kasus ini bermula dari kesaksian Pacifico “Curlee” Discaya II di Senat yang menyebut mantan anggota DPR, Marvin Rillo, sebagai pihak yang meminta suap dalam proyek-proyek pengendalian banjir.

Rillo membantah tuduhan tersebut, begitu pula Romualdez dan beberapa legislator lain yang juga disebutkan. Discaya kemudian menjelaskan bahwa ia tidak pernah bertransaksi langsung dengan Romualdez, tetapi hanya mendengar kabar dari beberapa anggota parlemen bahwa Ketua DPR akan mendapatkan bagian dari proyek tersebut.

Anggota DPR, Leila de Lima, menyambut baik langkah Romualdez sebagai upaya menjaga kredibilitas parlemen.

“Ini bukan hanya soal reputasi pribadi, tapi juga soal integritas dan martabat DPR sebagai lembaga,” tegasnya.

Langkah ini menunjukkan kesadaran akan pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap institusi legislatif, terutama di tengah situasi yang penuh dengan kontroversi dan dugaan korupsi yang dapat merusak citra parlemen. Dengan adanya pengunduran diri ini, diharapkan DPR dapat segera memulihkan kepercayaan masyarakat dan fokus pada tugas utama mereka sebagai wakil rakyat.

Reaksi masyarakat terhadap proyek yang disebut “infrastruktur hantu” semakin meningkat setelah Presiden Marcos membahasnya dalam pidato kenegaraan Juli lalu, menyusul banjir mematikan yang melanda Filipina selama beberapa minggu.

Diperkirakan ribuan orang akan berpartisipasi dalam aksi “Pawai Triliun Peso” pada hari Minggu mendatang, yang Merujuk pada estimasi Greenpeace tentang dana triliunan peso yang diperkirakan disalahgunakan dari proyek terkait iklim sejak tahun 2023.

Isu ini juga melibatkan Senat, di mana Vicente Sotto III menggantikan Francis Escudero sebagai presiden Senat. Escudero memberikan koneksi dengan salah satu kontraktor proyek banjir, meskipun ia membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai “pembunuhan karakter.”

Dalam pidato perdananya, Ketua DPR yang baru, Faustino Dy III, meminta masyarakat untuk memberi kesempatan kepada DPR untuk membuktikan komitmennya.

“Saya menyadari banyak warga yang merasa terluka dan marah. Sebagai putra Isabela, saya sangat memahami dampak badai dan banjir. Atas nama mereka, saya dengan rendah hati menerima tanggung jawab ini,” kata mantan gubernur tersebut.

Mereka berjanji untuk memasarkan diri di hadapan rakyat dan mengakui kesalahan DPR.

“Kami mohon kesempatan untuk mendapatkan kembali kepercayaan Anda,” ujarnya.

Mereka bukanlah wajah baru dalam politik. Selama lebih dari empat dekade, ia telah menjabat dalam berbagai posisi, termasuk sebagai wakil wali kota, wali kota, anggota dewan distrik, wakil gubernur, hingga gubernur.

DPR juga mencatat sejumlah penghargaan yang pernah diraihnya, termasuk Gawad Kalasag untuk pengurangan risiko bencana serta penghargaan sebagai salah satu pejabat paling ramah bisnis di Filipina.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Crane Proyek Kereta Cepat Roboh, Sedikitnya 22 Orang Tewas

14 Januari 2026 - 10:05 WITA

Update Gunung Sampah Longsor, Korban Jiwa Bertambah-Puluhan Hilang

10 Januari 2026 - 05:51 WITA

Reaksi Keras Rusia hingga China Usai AS Tangkap Presiden Venezuela

5 Januari 2026 - 04:20 WITA

Presiden Korsel Kagumi Susi Pudjiastuti, Ingin Tiru Cara ‘Basmi’ Kapal China

26 Desember 2025 - 10:37 WITA

Alasan Sebenarnya Pesawat Dilarang Melintas di Atas Ka’bah

22 Desember 2025 - 13:55 WITA

Trending di Warta Internasional