Menu

Mode Gelap
Pemda Buru dan Pemilik Lahan Sepakat Akhiri Konflik Warga Peduli Kesehatan Warga Pedalaman, Satgas Banau Jemput Bola Tindaklanjuti Arahan Presiden Prabowo, Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi Crane Proyek Kereta Cepat Roboh, Sedikitnya 22 Orang Tewas Sisa Kuota Internet Hangus, Dua Warga Wadul MK Kisah Inspiratif: Penjual Es Kelapa Daftarkan 24 Keluarga untuk Haji

Serba Serbi

Lestarikan Musik Tradisional, Dewan Kesenian Papua Tengah Hadirkan Lomba Akustik di Nabire

badge-check


					Lestarikan Musik Tradisional, Dewan Kesenian Papua Tengah Hadirkan Lomba Akustik di Nabire Perbesar

Dewan Kesenian Provinsi Papua Tengah (DKPT) menggelar lomba musik akustik tradisional Papua di GOR Kota Lama Morgo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Jumat (24/10/2025).

Sebanyak 13 grup musik tampil menunjukkan bakat dan kreativitas mereka di atas panggung sederhana dengan alat musik tradisional.

Ketua Panitia Lomba Musik Akustik, Aleksander Giyai, mengatakan awalnya terdapat 17 grup yang terdaftar, namun empat grup batal tampil karena kesibukan masing-masing anggota.

Menurut Aleksander, kegiatan ini menjadi upaya menghidupkan kembali musik tradisional Papua yang sempat vakum selama bertahun-tahun.

“Sejak era 1980-an, musik tradisional sempat berkembang pesat lewat karya Arnold Ap. Kini kami ingin mengangkat kembali semangat itu di Papua Tengah,” ujar Aleksander.

Ia menilai generasi muda kini lebih banyak terpengaruh musik modern, sehingga perlu ada ruang untuk memperkenalkan kembali identitas musik asli Papua.

Panitia menyiapkan hadiah berupa uang pembinaan, gitar, dan sertifikat bagi pemenang juara satu hingga tiga serta juara harapan.

Aleksander berharap lomba ini menjadi motivasi bagi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan musik tradisional daerahnya.

“Kegiatan ini bukan hanya soal mencari juara, tetapi juga membangun semangat agar musik tradisional menjadi aset budaya dan kebanggaan Papua Tengah,” katanya.

Ia menambahkan, lomba musik akustik ini akan menjadi agenda tahunan DKPT untuk memperkuat eksistensi musik lokal di wilayah tersebut.

“Ini lomba perdana, dan tahun depan kami rencanakan dengan skala yang lebih besar dan meriah,” tutupnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kisah Inspiratif: Penjual Es Kelapa Daftarkan 24 Keluarga untuk Haji

14 Januari 2026 - 02:32 WITA

Dua Mahasiswi Ini, Sulap Barang Bekas Jadi Seni Estetik

10 Januari 2026 - 05:11 WITA

Mengulas Setahun Kepemimpinan YSK – Victory di Bumi Nyiur Melambai

8 Januari 2026 - 10:05 WITA

Kemenkebud hadirkan program buat perkuat desa sebagai pondasi budaya

7 Januari 2026 - 05:47 WITA

Cara Membangun Bisnis Tanpa Utang yang Tahan Krisis

6 Januari 2026 - 04:07 WITA

Trending di Serba Serbi