Kayu gelondongan yang terbawa arus banjir di Sumatera Utara (Sumut) ramai disorot. Video viral di media sosial menampilkan tumpukan gelondongan kayu terbawa saat banjir bandang di sejumlah daerah Sumut. Bobby akan mengecek perihal itu.
“Ya nanti kita lihat ya (soal banyaknya gelondongan kayu),” kata Bobby Nasution di Lanud Soewondo Medan, Kamis (27/11/2025).

Menurut Bobby, saat ini fokus mereka adalah mengevakuasi warga terdampak. Termasuk mempercepat pengiriman logistik.
“Yang pasti untuk saat ini kita fokusnya untuk evakuasi warga dan juga mempercepat logistik untuk kebutuhan warga, baik kebutuhan makan, kebutuhan hari-harinya seperti anak bayi butuh pampers,” ujarnya.
Dalam sejumlah video yang tersebar di media sosial, banjir bandang membawa muatan gelondongan kayu di Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, hingga Sibolga. Beragam komentar warganet menduga itu merupakan praktik ilegal logging yang ikut memperparah banjir dan longsor.
Banjir dan tanah longsor terjadi di kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Kabupaten Tapanuli Selatan. Total ada 19 orang yang dilaporkan meninggal dunia akibat bencana di tiga lokasi tersebut.
“Data korban terkalkulasi, meninggal 19 orang,” kata Kepala Kantor SAR Nias Putu Arga Sujarwadi melalui Humas saat dihubungi, Jumat (28/11/2025).
“Dalam pencarian 24 orang,” sambungnya.
Sejauh ini ada 1.952 orang yang terdampak bencana di Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah dan Selatan. Sebanyak 24 orang yang dilaporkan hilang masih dalam pencarian petugas.
Ada tiga tim yang diterjunkan melakukan evakuasi. Tim pertama melakukan evakuasi di perumahan Toholand Pandan. Sementara tim kedua bergerak menuju posko terpadu di Gedung Nasional Sibolga.
Putu Arga mengatakan tim ketiga melaksanakan mobile untuk mengantarkan personel menuju titik evakuasi di Sibolga dan Tapanuli Tengah. Total ada 447 orang yang mengungsi akibat banjir di Sibolga dan Tapanuli.
“Data pengungsi di Gor Pandan sebanyak 447 orang,” ujar Putu Arga.
Dari total 447 orang pengungsi itu, 43 di antaranya merupakan bayi dan 109 orang berusia anak-anak. Sementara tercatat ada 10 orang mengungsi di Gor Pandan.
Dua perumahan di Tapanuli Tengah saat ini juga masih belum bisa diakses. Petugas menunggu alat berat untuk membuka jalur. Sementara jalan dari Tarutung menuju Sibolga saat ini juga masih lumpuh.
“Jalan amblas dan akses putus total dari Tarutung menuju Sibolga. Dibutuhkan estimasi 3-4 hari untuk pembangunan jembatan darurat,” tutur Putu Arga.
****









