Menu

Mode Gelap
Polemik Tutup-Buka Penyeberangan Perintis di NTT Prajurit Batalyon Hanud 11 Pasgat Laksanakan Lintas Medan Tingkatkan Ketangkasan dan Jiwa Korsa BMKG Ungkap Daftar 17 Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Hari Ini Begini Keseruan Ratusan Siswa SD Main Permainan Tradisional Heboh Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK Setelah Nobar Piala Dunia Aksi Pemulung Ikut Tambal Jalan Rusak di Padang, Warga Mengaku Sudah Dua Wali Kota Tanpa Perbaikan

Serba Serbi

Dari Podium Kejuaraan ke Balik Meja Kopi, Kisah Inspiratif Karateka Muda Samarinda

badge-check


					Dari Podium Kejuaraan ke Balik Meja Kopi, Kisah Inspiratif Karateka Muda Samarinda Perbesar

Sosok Muhammad Akbar Yusuf semakin dikenal di kalangan olahraga karate di Kalimantan Timur. Atlet muda asal Samarinda ini baru saja mengharumkan nama daerahnya dengan meraih medali perak di ajang Piala Panglima 2025 yang digelar di BSCC Dome Balikpapan, 22–24 September lalu.

Kendati gagal merebut emas setelah ditundukkan wakil NTT, Lorenso Daseto Rodriquez, Akbar tetap memandang hasil tersebut sebagai pengalaman berharga.

“Saya bersyukur bisa sampai di final. Setiap pertandingan memberi pelajaran untuk berkembang lebih baik,” ucapnya, baru-baru ini.

Konsistensi Prestasi Sejak Usia Dini

Karate bukanlah hal baru bagi Akbar. Sejak duduk di bangku kelas 3 SD, ia sudah menggeluti olahraga ini. Dorongan sang ayah yang juga mantan karateka membuatnya terus bertahan hingga kini, meski sempat ingin berhenti saat masih kecil.

Hasil kerja kerasnya terbayar. Dalam dua tahun terakhir, Akbar langganan naik podium: Juara 1 Walikota Cup, Juara 2 Kejurnas Inkanas, Juara 1 Piala Pangdam, hingga Juara 3 Kejuprov Piala Gubernur. Raihan di Balikpapan semakin menegaskan konsistensinya sebagai salah satu karateka muda potensial dari Samarinda.

Barista yang Menjaga Disiplin

Selain sibuk berlatih, Akbar kini juga menekuni profesi sebagai barista di Harmo Coffee Samarinda. Profesi yang ia jalani sejak Agustus 2025 itu menjadi tantangan tersendiri baginya.

“Awalnya sulit membagi waktu, tapi saya belajar menyesuaikan. Jadi barista membuat saya lebih disiplin, sama seperti karate yang melatih fokus dan kesabaran,” ungkapnya.

Impian Jadi Abdi Negara

Tak hanya berprestasi dan bekerja, Akbar menyimpan cita-cita besar. Sejak usia 9 tahun, ia bercita-cita menjadi anggota Polri atau TNI. Baginya, karate adalah jalan untuk menempa mental dan disiplin menuju mimpi tersebut.

“Motivasi saya sederhana, ingin mengabdi, menjaga keamanan, dan membuat orang tua bangga,” tutup Akbar penuh impian.

Bagi anak muda Samarinda, perjuangan masih panjang. Namun, dengan semangat dan kerja keras, ia optimistis bisa menapaki dua jalur sekaligus yakni mengibarkan prestasi di olahraga karate dan mewujudkan impiannya menjadi abdi negara.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Begini Keseruan Ratusan Siswa SD Main Permainan Tradisional

22 Juli 2026 - 07:43 WITA

JARR Milik Haji Isam Akui Beli CPO Sitaan Kejaksaan Agung

20 Juli 2026 - 06:27 WITA

Kurangi Ketergantungan Gawai, KKN Unhas Edukasi Siswa SD Permainan Tradisional di Bone

19 Juli 2026 - 06:10 WITA

Pembangunan Tahap II IKN Terus Berjalan, Otorita IKN Lakukan Evaluasi Berkala

17 Juli 2026 - 06:02 WITA

Wimbledon Jadi Bekal Berharga Petenis Muda Indonesia Ethan Jake Frans

14 Juli 2026 - 06:44 WITA

Trending di Serba Serbi