Surabaya – Setiap 28 Oktober, Indonesia tidak sekadar mengenang teks tiga baris yang lahir pada 1928. Peringatan Kongres Pemuda II menghasilkan ikrar yang berbunyi:
“Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.”

Ikrar ini menjadi tonggak yang memperkuat kesadaran kebangsaan di kalangan pemuda dari berbagai daerah.
Mengapa Sumpah Pemuda Masih Relevan di 2025?
Meski sudah hampir satu abad berlalu, semangat ikrar itu tidak kehilangan makna. Sebagai landasan persatuan, identitas, dan bahasa persatuan, nilai-nilainya tetap relevan di era modern.
Pada tahun 2025, tema resmi peringatan adalah “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”. Tema ini mengajak generasi muda untuk bergerak aktif dalam menjaga persatuan dan merealisasikan kontribusi bagi bangsa.
Apa Makna Utama Sumpah Pemuda untuk Generasi Muda?
1. Persatuan dalam Keberagaman: Ikrar Sumpah Pemuda mengingatkan bahwa pluralitas suku, agama, dan budaya bukan penghambat tetapi kekuatan untuk bersatu.
2. Identitas Kebangsaan dan Cinta Tanah Air: Pemuda saat itu berikrar untuk tanah air dan bangsa yang satu. Nilai itu mengajak generasi muda untuk mencintai dan menjaga Indonesia dalam setiap langkah.
3. Bahasa Persatuan: Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi bersama menjadi fondasi integrasi nasional. Generasi muda masa kini ditantang untuk memperkuat penggunaan bahasa persatuan sambil menghormati bahasa daerah.
Aktualisasi Nilai-Nilai Sumpah Pemuda di Dunia Nyata
1. Literasi Digital dan Kritis Media: Di era informasi, generasi muda perlu memiliki kemampuan memverifikasi fakta, berpikir kritis, serta menggunakan media sosial secara produktif. Hal ini adalah bentuk nyata menjaga persatuan di ruang publik.
2. Kewargaan yang Aktif dan Kolaborasi Antar-daerah: Semangat “bergerak” bukan hanya jargon. Pemuda dapat berpartisipasi dalam program lokal seperti pendidikan, lingkungan, wirausaha yang memperkuat ikatan antardaerah dan antar generasi.
3. Interaksi Global dengan Identitas Nasional: Untuk generasi muda Indonesia yang terhubung ke dunia, menjaga identitas nasional dan bahasa persatuan adalah aset. Melalui kolaborasi global atau proyek lintas negara, semangat Sumpah Pemuda bisa jadi jembatan antar-budaya.
Peran Pendidik dan Institusi Pendidikan
Bagi guru dan lembaga pendidikan, Sumpah Pemuda 2025 menawarkan banyak peluang:
1. Mengaitkan pelajaran sejarah dengan proyek nyata antar sekolah, pertukaran budaya, dan kolaborasi internasional.
2. Membekali siswa dengan kompetensi abad ke-21: berpikir kritis, empati lintas budaya, literasi digital.
3. Mengaktifkan kegiatan ekstra-kurikuler dan komunitas yang menonjolkan nilai kebangsaan dan kolaborasi lintas latar belakang.
Tantangan dan Peluang untuk Generasi Muda
Generasi muda hari ini menghadapi berbagai tantangan: moralitas yang tergerus, disinformasi, ketimpangan pendidikan dan lapangan kerja. Namun dalam tantangan itu juga tersimpan peluang besar: pemuda bisa menjadi agen perubahan yang menjaga persatuan sambil mendorong inovasi sosial. Pemerintah, organisasi pemuda, dan masyarakat umum perlu menciptakan ruang agar pemuda bisa bergerak nyata.
Perspektif Global: Apa yang Bisa Dunia Pelajari dari Sumpah Pemuda?
Semangat Sumpah Pemuda sebagai gerakan kebangsaan yang inklusif bisa menjadi contoh bagi banyak bangsa lain. Ketika pemuda dengan ragam etnis dan budaya bersatu dengan identitas bersama, itu menjadi model kolaborasi sosial yang relevan dalam konteks global. Indonesia yang beragam namun bersatu bisa memberi kontribusi dalam forum regional atau global sebagai contoh pengelolaan keberagaman.
Relevansi Sumpah Pemuda bukan soal nostalgia formal. Yang penting adalah bagaimana generasi muda hari ini memaknai dan mengubah ikrar lama menjadi solusi kontemporer. Pada tahun 2025, ketika semangat “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu” digaungkan, mari kita pastikan nilai-nilai Sumpah Pemuda bukan sekadar dikenang tetapi menjadi bagian dari praktek kehidupan sehari-hari. Ketika nilai-nilai itu menjadi bagian dari keterampilan dan perilaku, maka Sumpah Pemuda tidak hanya teks yang dihafal. Ia menjadi kekuatan yang menggerakkan bangsa dan memberi contoh pada dunia.
****









