Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Warta Internasional

RI Dorong ACAFTA Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM

badge-check


					RI Dorong ACAFTA Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM Perbesar

Duta Besar Indonesia untuk Kanada Muhsin Syihab mendorong ASEAN-Canada Free Trade Agreement (ACAFTA) memberikan manfaat komersial yang signifikan dan membuka peluang bagi dunia usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Penandatanganan perjanjian hanyalah langkah awal. Nilai sebuah perjanjian ditentukan oleh implementasi dan manfaat nyata yang dirasakan pelaku usaha dan masyarakat kita. Mari kita pastikan Kemitraan Strategis ini menghadirkan peluang ekonomi yang nyata bagi dunia usaha dan masyarakat kita,” kata Dubes dalam ASEAN Economic Symposium 2026 yang digelar di Ottawa, Kanada, Selasa (13/10/2026).

Dalam siaran pers KBRI Ottawa yang diterima di Jakarta, Kamis, ia mengatakan perdagangan barang dua arah Kanada-ASEAN mencapai 52,4 miliar dolar Kanada (sekitar Rp663 triliun) pada 2025, naik hampir 24 persen dibanding 2024.

Namun, angka tersebut baru sekitar tiga persen dari total perdagangan Kanada dengan dunia, sehingga potensi kerja sama masih sangat besar.

“Untuk itu, ASEAN-Canada Free Trade Agreement (ACAFTA), yang akan menjadi perjanjian dagang pertama ASEAN dengan mitra di Amerika Utara, dinilai menjadi instrumen kunci,” katanya.

Disebutkan bahwa proses perundingan tersebut kini memasuki fase penentuan menuju substantial conclusion pada KTT ke-49 ASEAN pada November mendatang.

Bagi Indonesia, katanya, ACAFTA diharapkan dapat melengkapi Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA) dalam mendorong peningkatan kerja sama ekonomi bilateral Indonesia-Kanada.

“Sistem perdagangan global dan rantai pasok tengah berada di bawah tekanan. Dalam situasi seperti ini, mitra yang meyakini perdagangan terbuka dan predictable akan semakin saling membutuhkan, dan ASEAN serta Kanada adalah mitra tersebut,” ujarnya.

KBRI Ottawa, selaku Ketua Komite ASEAN di Ottawa (ACO) pada semester II 2026, menjadi mitra penyelenggara simposium bertema Building Canada-ASEAN Economic Resilience and Accelerating Market Penetration yang dihadiri sekitar 100 peserta dari kalangan pemerintah, parlemen, korps diplomatik, akademisi, pelaku usaha, dan mahasiswa.

Panel diskusi membahas penyelesaian isu perundingan ACAFTA, akses pasar, ketentuan asal barang, diversifikasi mitra dagang Kanada, serta pengurangan hambatan non-tarif.

Diskusi juga menyoroti peningkatan standar produk, hubungan antarmasyarakat, dan potensi ASEAN sebagai pasar serta sumber alternatif investasi bagi Kanada.

Simposium tersebut sekaligus menjadi ajang untuk mempromosikan kuliner ASEAN melalui sajian khas tiap negara anggota, termasuk Indonesia yang menyuguhkan mi goreng Jawa, pastel ayam, dan talam ubi ungu.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Singapura Layangkan Peringatan ke 7 Perusahaan Indonesia Terkait Kabut Asap

17 Oktober 2026 - 03:38 WITA

PBB Desak Investigasi Serangan Terhadap Bandara Internasional Riyadh

13 Oktober 2026 - 04:33 WITA

Indonesia Juara Umum Kompetisi Olahraga-Budaya ISCG 2026 di Pakistan

10 Oktober 2026 - 05:03 WITA

Bos IMF Ngomel ke Negara-Negara Maju, Utang Dunia Bakal 100% PDB

8 Oktober 2026 - 05:21 WITA

Pesawat Militer Nigeria Jatuh, 32 Orang Tewas

6 Oktober 2026 - 05:01 WITA

Trending di Warta Internasional