Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Serba Serbi

Inspirasi Dari Frezellya Sakura Rumpuin: ADEM Jembatan Mimpiku

badge-check


					Inspirasi Dari Frezellya Sakura Rumpuin: ADEM Jembatan Mimpiku Perbesar

Beberapa waktu lalu, Puslapdik menyelenggarakan sayembara menulis Kisah Inspiratif program Puslapdik dan telah diumumkan penulis yang terpilih dari kategori guru, siswa penerima PIP, siswa penerima ADEM, mahasiswa penerima beasiswa Unggulan, dan mahasiswa penerima BPI GTK. Sebagai salah satu bentuk apresiasi, hasil karya tulisnya akan dimuat secara bergiliran di laman Puslapdik.

Saya, Frezellya Sakura Rumpuin, dilahirkan di sebuah desa kecil, yakni Desa Kairatu di ujung Jalan Trans Seram Bagian Barat, Maluku. Saya dibesarkan dalam sebuah keluarga di rumah kecil dengan kesederhanaan yang nyata. Namun, di dalam rumah kecil itu, ada sesuatu yang tumbuh tanpa batas, yaitu sebuah mimpi besar.

Sejak kecil, saya selalu percaya bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah sebuah alasan untuk tunduk pada keadaan. Di tengah segala keterbatasan materi, saya merajut tekad untuk membahagiakan orang tua dengan cara berprestasi. Sejak menginjakkan kaki di bangku Sekolah Dasar (SD), saya selalu mendedikasikan waktu saya untuk belajar dengan sungguh-sungguh.

Puji Tuhan, posisi peringkat pertama selalu berhasil saya pertahankan di kelas. Bagi saya, selembar rapor dengan nilai terbaik adalah hadiah kecil yang bisa saya berikan untuk menghapus lelah di wajah ayah dan ibu.

Memasuki jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), semangat juang saya justru semakin membara. Keadaan ekonomi keluarga yang serba pas-pasan tidak pernah saya izinkan menjadi penghalang untuk mengeksplorasi potensi diri. Saya aktif mengikuti berbagai kegiatan dan kompetisi. Di bidang akademis, saya memberanikan diri terjun ke dunia kompetisi Sains Siswa Nasional (KSSN) dan Olimpiade Sains LSI (OSLI)di tahun 2023 hingga berhasil menjuarai berbagai kompetisi bergengsi hingga tingkat nasional, membawa pulang predikat juara satu dan dua, serta mengoleksi deretan medali emas, perak, dan perunggu.

Setiap medali yang saya raih adalah bukti nyata bahwa anak dari desa pun memiliki daya saing yang tidak kalah hebat dengan anak-anak di kota besar. Prestasi paling berkesan dan mengubah cara pandang saya terjadi ketika saya duduk di bangku kelas dua SMP. Saat itu, saya mencoba peruntungan untuk mengikuti seleksi Pertukaran Pelajar SabangMerauke 2024 di Jakarta.

Karena hanya seorang anak dari desa terpencil, jalan saya sempat dipandang sebelah mata dan diremehkan oleh sebagian orang. Namun, keraguan itu justru saya jadikan bahan bakar untuk membuktikan kualitas diri. Hasil tidak pernah mengkhianati usaha; puji Tuhan, saya dinyatakan lolos sebagai satu-satunya perwakilan dari Provinsi Maluku untuk berangkat ke ibu kota Jakarta.

Kabar kelulusan saya bahkan masuk dalam pemberitaan media lokal Maluku saat itu. Pengalaman di Jakarta terasa seperti keajaiban. Siapa yang menyangka bahwa anak desa dari Kairatu ini bisa menginjakkan kaki di gedung-gedung pencakar langit yang tinggi, mengunjungi berbagai situs sejarah bangsa, hingga berdiskusi langsung dengan para CEO hebat di Indonesia, tokoh agama terkemuka, dan motivator terkenal. Pengalaman berharga itu membuat keluarga saya menangis haru dan sangat bangga atas pembuktian luar biasa ini.

Keberhasilan besar di masa SMP itu menuntun saya pada takdir indah berikutnya. Hari itu senja mulai membayang di ufuk Desa Kairatu, ketika sebuah surat pengumuman resmi menyatakan bahwa saya terpilih sebagai salah satu penerima beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM). Ruangan seketika hening sebelum akhirnya pecah oleh tangis haru yang begitu mendalam. Air mata ibu jatuh membasahi pipinya, bukan karena sedih, melainkan karena beban berat biaya pendidikan yang selama ini mengganjal di hatinya seolah diangkat langsung oleh tangan-tangan dari langit.

Ayah mendekap saya erat-erat dengan suara bergetar menahan tangis bangganya lalu berkata, “Katong paleng bangga ade, dangke banyak su berjuang.” Kalimat dalam bahasa daerah yang dalam bahasa Indonesia berarti “Kami sangat bangga padamu Adik, terima kasih banyak sudah berjuang” itu meresap kuat ke dalam sukma saya, menjadi hadiah terindah yang mengukuhkan bahwa program ADEM adalah jembatan mimpi yang nyata bagi masa depan saya.

Melalui jembatan program ADEM ini, langkah kaki saya diantarkan masuk ke salah satu sekolah unggulan terbaik di Maluku, yaitu SMA Negeri Siwalima Ambon. Sekolah berasrama dengan julukan “Sekolah Unggul Garuda Transformasi” ini menjadi kawah candradimuka tempat berkumpulnya siswa-siswi berprestasi dari sebelas kabupaten dan kota di seluruh penjuru kepulauan Maluku.

Persaingan di sekolah ini tentu sangat ketat karena mempertemukan anak-anak terbaik daerah. Namun, mengingat air mata haru ibu dan pesan penuh cinta dari ayah, saya menolak untuk menyerah. Puji Tuhan, kerja keras saya kembali membuahkan hasil yang sangat manis. Dari total dua ratus siswa hebat di angkatan saya, saya berhasil membuktikan diri dengan menembus peringkat sepuluh besar umum, baik di tingkat angkatan maupun di dalam kelas. Tidak hanya itu, di tahun 2026 ini, saya juga berhasil terpilih menjadi Brand Ambassador Trinity Academy, sebuah pencapaian luar biasa yang semakin memperluas ruang pembuktian saya di tingkat yang lebih luas.

Kehadiran program ADEM benar-benar meruntuhkan segala kecemasan ekonomi keluarga kami. Seluruh fasilitas pendidikan dan biaya hidup selama diasrama sepenuhnya dijamin oleh negara, sehingga orang tua saya di desa tidak perlu lagi memikirkan uang saku bulanan. Ketenangan finansial ini membuat saya bisa fokus sepenuhnya mengejar cita-cita tertinggi saya, yaitu menjadi seorang dokter spesialis onkologi. Saya ingin mendedikasikan hidup saya untuk merawat dan menyembuhkan para penderita kanker di Maluku.

Melalui kisah ini, saya ingin menginspirasi seluruh anak bangsa bahwa sebuah nama kecil dari keluarga sederhana di sebuah desa terpencil mampu berdiri tegak di panggung prestasi nasional. Bersama ADEM sebagai jembatan mimpiku, saya siap melangkah maju, meraih impian menjadi dokter spesialis, dan membuktikan pada dunia bahwa anak desa bisa terbang tinggi membawa kebanggaan bagi keluarga dan negerinya.

Red~ IKN

Puslapdik Kemendikdasmen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

18 Oktober 2026 - 04:51 WITA

Juri Pencak Silat Dunia Apresiasi Atlet Tapak Suci SMP Muhammadiyah 2 Kroya

16 Oktober 2026 - 02:19 WITA

Panen Perdana AMA di Liagu, Petambak Masih Evaluasi Hasil Budidaya

14 Oktober 2026 - 05:47 WITA

Harga Pangan Hari Ini 12 Oktober: Beras Naik, Cabai Melonjak

12 Oktober 2026 - 05:11 WITA

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

10 Oktober 2026 - 04:58 WITA

Trending di Serba Serbi