Mewakili Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Asisten Personel (Aspers) Panglima TNI, Marsekal Muda TNI Djohn Amarul, membuka Open Tournament Olahraga Domino Nasional (Orado) Piala Panglima TNI 2026 di Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (27/9/2026).
“Bismillah, dengan ini Open Tournament Domino ORADO (101) Piala Panglima TNI 2026 saya nyatakan resmi dimulai,” kata Djohn.

Djohn mengatakan, penyelenggaraan turnamen yang menjadi rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bertujuan mempererat silaturahmi dan kebersamaan sekaligus meningkatkan prestasi serta sportivitas para peserta.
Turnamen yang mempertemukan atlet, prajurit TNI, anggota Polri, hingga masyarakat ini diharapkan dapat menjadi wadah menemukan potensi atlet-atlet baru dalam cabang olahraga domino.
Karena, terang Djohn, olahraga berperan dalam membentuk fisik, mental, serta emosional. Bersamaan dengan hal tersebut, nilai-nilai sportivitas, disiplin, kerja sama, kehormatan, tanggung jawab, serta kepercayaan terhadap kemampuan sendiri menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter peserta.
“Hal inilah yang kemudian menjadi landasan karakter dan moral para peserta Open Tournament Domino untuk terus meningkatkan kemampuan setinggi-tingginya serta mencapai prestasi terbaik,” ujar Djohn.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Olahraga Domino Nasional (PB Orado) Yooky Tjahrial menyampaikan apresiasi kepada Panglima TNI Agus Subiyanto beserta seluruh jajaran atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan kepada Orado dalam penyelenggaraan turnamen domino.
Menurut Yooky, dukungan tersebut menjadi bukti besarnya kepercayaan TNI terhadap perkembangan olahraga domino di Indonesia.
“Hari ini menjadi momen yang sangat istimewa bagi Orado. Kegiatan ini diselenggarakan serentak di 101 kota dan kabupaten yang tersebar di 32 provinsi, dengan melibatkan lebih dari 20.000 peserta. Insyaallah, pencapaian ini akan tercatat dalam rekor MURI sebagai kompetisi domino serentak dengan peserta terbanyak,” kata Yooky.
Menurut Yooky, kesempatan menggelar pertandingan di fasilitas TNI menjadi momentum penting bagi Orado yang pada Mei 2026 resmi diterima menjadi anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat.
“Khusus untuk pelaksanaan utama di Mabes TNI, Open Tournament diikuti oleh 512 tim atau 1.024 atlet. Selain itu, kita juga mengadakan Celebrity Tournament untuk memperkenalkan olahraga domino kepada masyarakat secara lebih luas dan menarik generasi muda,” paparnya.
Sampai saat ini, jelas Yooky, Orado terus membangun sistem pembinaan dan kompetisi berjenjang melalui sejumlah agenda yang telah dijalankan mulai dari Kejuaraan Cabang (Kejurcab), Kejuaraan Provinsi (Kejurprov), hingga Kejuaraan Nasional (Kejurnas).
“Dari kompetisi tersebut kami sudah melahirkan atlet-atlet dari berbagai daerah dan memiliki juara nasional. Target berikutnya tentu bagaimana olahraga domino dapat terus berkembang, termasuk dalam ikhtiar menuju PON 2028,” ujarnya.
Menurut Yooky, penyelenggaraan turnamen dengan arena pertandingan yang representatif, podium, tribun penonton, hingga pertandingan final yang disiarkan secara langsung semakin menunjukkan bahwa domino memiliki karakter sebagai olahraga kompetitif.
“Saya merasa sangat terhormat Orado diberikan kesempatan menggelar pertandingan di tempat yang sangat baik ini. Kami berharap kerja sama dengan TNI tidak berhenti sampai di sini. Mudah-mudahan ini menjadi titik awal bagi Orado dan TNI untuk bersama-sama membangkitkan olahraga baru sekaligus memperkuat pembinaan atlet di Indonesia,” jelasnya.
Ia menambahkan, olahraga domino membutuhkan kedisiplinan, kerja keras, konsentrasi, serta kemampuan menyusun strategi sebagaimana cabang olahraga lainnya.
“Dalam pertandingan ini memang tidak ada senjata dan tidak ada pertempuran di lapangan seperti dalam konteks militer, tetapi setiap atlet mengeluarkan energi, fokus, strategi, dan mental yang sangat besar,” ungkapnya.
Yooky menambahkan, saat Kejurnas ia melihat bagaimana setiap tim mempersiapkan diri, fokus ketika bertanding, hingga meluapkan ekspresinya.
“Semua itu merupakan bagian dari olahraga. Karena itu, saya meyakini domino adalah olahraga,” tegas Yokky.
Di sisi lain, Ketua Harian PB Orado Giri Bayu Kusumah menegaskan pengembangan organisasi saat ini telah menjangkau seluruh provinsi dan ratusan kabupaten/kota.
“Orado adalah satu olahraga prestasi yang insyaallah dipertandingkan di PON. Alhamdulillah kami sudah ada di 38 provinsi dan 309 pengurus cabang kota dan kabupaten. Kami juga telah menyelenggarakan kewajiban-kewajiban kami sebagai anggota KONI,” jelas Giri.
Diketahui penyelenggaraan Piala Panglima TNI juga menjadi bagian dari penjaringan atlet domino nasional. PB Orado menyiapkan proses pembinaan menuju target keikutsertaan domino sebagai cabang eksibisi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Pada pertandingan utama, sebanyak 512 tim mengikuti babak penyisihan. Peserta dibagi ke dalam empat grup yang masing-masing terdiri atas 128 tim sebelum secara bertahap menjalani sistem eliminasi menuju babak berikutnya.
Pertandingan utama dimulai dari babak penyisihan yang diikuti 512 tim. Setelah penyisihan awal, jumlah peserta menyusut menjadi 256 tim, kemudian 128 tim, 64 tim, 32 tim, 16 tim, hingga delapan tim yang berhak melanjutkan pertandingan menuju semifinal. Empat tim selanjutnya bersaing pada fase akhir untuk menentukan juara.
Selain pertandingan, rangkaian Piala Panglima TNI ORADO turut melibatkan 101 pelaku UMKM yang mendapat ruang untuk berdagang di lokasi penyelenggaraan. Keterlibatan UMKM menjadi bagian dari upaya menghadirkan kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada pertandingan, tetapi juga melibatkan aktivitas masyarakat di sekitar penyelenggaraan.
****









