Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Warta Internasional

Zelensky: Perang Rusia Harus Selesai Tahun Ini, Sepakat Stop Serangan

badge-check


					Zelensky: Perang Rusia Harus Selesai Tahun Ini, Sepakat Stop Serangan Perbesar

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk menghentikan serangan terhadap situs-situs energi Rusia jika Moskow sepakat melakukan hal yang sama. Ia bahkan menargetkan untuk mengakhiri konflik secara menyeluruh sebelum musim dingin tiba.

Mengutip AFP, Rabu (23/09/2026), sinyal damai tersebut disampaikan oleh Zelensky kepada para wartawan di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York pada hari Selasa.

“Kami siap untuk segala jenis format gencatan senjata energi jika Rusia setuju untuk tidak menyerang sistem energi kami,” ungkapnya.

Kendati demikian, pemimpin Ukraina itu mengaku belum mengetahui secara pasti bagaimana posisi dan respons Moskow saat ini. Ia pun menggantungkan harapannya pada lobi diplomasi dari pihak Amerika Serikat (AS).

“Pihak Amerika akan menemukan cara untuk membawa mereka ke segala jenis negosiasi,” tutur Zelensky.

Sebagai informasi, upaya yang dipimpin oleh Washington untuk menengahi kesepakatan demi mengakhiri permusuhan-yang telah berkobar sejak Rusia melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina pada Februari 2022-sempat terhenti dalam beberapa bulan terakhir. Kebuntuan ini terjadi lantaran AS terpaksa mengalihkan fokusnya pada perang melawan Iran.

Di tengah mandeknya negosiasi, Rusia dan Ukraina selama berbulan-bulan justru terus terlibat dalam eskalasi serangan jarak jauh yang menargetkan semakin banyak situs sipil. Target gempuran tersebut mencakup pabrik, gudang logistik, infrastruktur energi dan pelabuhan, hingga kapal-kapal komersial di Laut Hitam.

Merespons krisis ini, Presiden AS Donald Trump langsung mengadakan pertemuan tatap muka dengan Zelensky di New York pada hari Selasa. Pada pekan sebelumnya, Trump telah mengeklaim bahwa Ukraina dan Rusia sebenarnya sudah sepakat untuk tidak saling menargetkan fasilitas energi, sehari setelah ia melontarkan teguran keras kepada Kyiv karena nekat menyerang kilang minyak Rusia.

Zelensky pun menyambut baik langkah mediasi dari Washington dan menggambarkan pertemuannya dengan Trump sebagai sesuatu yang sangat positif dan produktif. Melalui sebuah unggahan di platform X, ia menegaskan kembali tujuan utama pertemuannya.

“Baik AS maupun Ukraina ingin melihat perang Rusia yang tidak masuk akal ini berakhir sebelum musim dingin.”

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Singapura Layangkan Peringatan ke 7 Perusahaan Indonesia Terkait Kabut Asap

17 Oktober 2026 - 03:38 WITA

RI Dorong ACAFTA Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM

15 Oktober 2026 - 06:45 WITA

PBB Desak Investigasi Serangan Terhadap Bandara Internasional Riyadh

13 Oktober 2026 - 04:33 WITA

Indonesia Juara Umum Kompetisi Olahraga-Budaya ISCG 2026 di Pakistan

10 Oktober 2026 - 05:03 WITA

Bos IMF Ngomel ke Negara-Negara Maju, Utang Dunia Bakal 100% PDB

8 Oktober 2026 - 05:21 WITA

Trending di Warta Internasional