Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Serba Serbi

IPB University Kembangkan Budi Daya Ayam Lokal Melalui Inovasi Genetik serta Nutrisi

badge-check


					IPB University Kembangkan Budi Daya Ayam Lokal Melalui Inovasi Genetik serta Nutrisi Perbesar

IPB University memperkuat kemandirian ayam lokal melalui inovasi genetik, pakan, budi daya, biosekuriti hingga hilirisasi untuk mendukung performa ternak dan nilai tambah produk.

Dekan Fakultas Peternakan IPB University Prof Idat Galih, di Bogor, Jawa Barat, Sabtu, mengatakan pengembangan ayam lokal tidak cukup hanya dengan menyediakan bibit berkualitas saja.

“Pakan sistem budi daya, dan biosekuriti juga harus berjalan secara terpadu agar potensi genetik ayam dapat menghasilkan performa maksimal. Ayam lokal juga memiliki karakteristik dan cita rasa yang berbeda, sehingga memiliki ruang pengembangan tersendiri,” kata Prof Idat.

Hasil riset ayam lokal IPB-D1 yang dikembangkan IPB University bersama berbagai lembaga telah berada pada tahap yang dapat diimplementasikan.

“Tantangan berikutnya adalah mendorong penerimaan masyarakat dan pengembangannya dalam skala industri,” katanya pula.

Beragam inovasi hasil riset Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University dihadirkan melalui booth IPB University pada Indonesia Livestock Dairy and Meat (ILDEX) 2026 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, (16-18/9).

Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah ayam IPB-D1, yang dikembangkan sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian ayam lokal melalui inovasi genetik, pakan, budi daya, biosekuriti, hingga hilirisasi dan komersialisasi.

Guru Besar Fapet IPB University Prof Sumiati menjelaskan bahwa pengembangan ayam IPB-D1 turut didukung inovasi di bidang nutrisi dan pakan. Timnya mengkaji kebutuhan nutrisi ayam untuk memaksimalkan potensi genetik, performa, serta produksi.

Selain mendukung performa ternak, inovasi pakan juga diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah produk ayam IPB. Prof Sumiati berharap ayam lokal dapat memiliki konsumen tersendiri sebagai sumber protein hewani, karena karakteristik tekstur dan rasanya yang berbeda dari ayam ras.

Prof Cece Sumantri selaku peneliti menyoroti potensi komersialisasi ayam IPB-D1, khususnya bagi masyarakat perdesaan. Ayam tersebut dinilai memiliki pertumbuhan yang baik, ketahanan terhadap penyakit endemik, serta kemampuan beradaptasi dengan pakan lokal.

“Ayam ini pertumbuhannya bagus, ketahanan terhadap penyakit endemik sangat baik, dan juga masih adaptasi dengan lingkungan pakan lokal,” ujar Prof Cece menambahkan.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

18 Oktober 2026 - 04:51 WITA

Juri Pencak Silat Dunia Apresiasi Atlet Tapak Suci SMP Muhammadiyah 2 Kroya

16 Oktober 2026 - 02:19 WITA

Panen Perdana AMA di Liagu, Petambak Masih Evaluasi Hasil Budidaya

14 Oktober 2026 - 05:47 WITA

Harga Pangan Hari Ini 12 Oktober: Beras Naik, Cabai Melonjak

12 Oktober 2026 - 05:11 WITA

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

10 Oktober 2026 - 04:58 WITA

Trending di Serba Serbi