Menu

Mode Gelap
Jembatan Keruhbehet Sirampog Rusak, Warga Sakit Terpaksa Ditandu karena Mobil Tak Bisa Melintas Dari Kegelisahan Jadi Gerakan: Kisah Inspiratif Anak Muda Kalbar Bangun Distrik Integritas Cerita Hengky Tornando-Baby Zelvia dari Cinlok Awet 34 Tahun Pernikahan Tidak Ada Toleransi, Presiden Prabowo Perintahkan Cabut Izin dan Usut Pidana Korporasi Pelaku Karhutla Kortastipidkor Polri Sita Lahan Rp 4,8 Triliun di Bali Mengenal Lebih Jauh Ritual Tiwah

Warta Nusantara

Seorang Anak Yatim di Abdya Terbaring Selama 6 Bulan Butuh Uluran Tangan

badge-check


					Seorang Anak Yatim di Abdya Terbaring Selama 6 Bulan Butuh Uluran Tangan Perbesar

Kisah pilu datang dari Desa Ie Mirah, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Seorang anak yatim berusia 15 tahun, Salakun, kini hanya bisa terbaring lemas di atas kasur setelah selama enam bulan menderita infeksi jantung.

Di tengah kondisi kesehatannya yang semakin memprihatinkan, Salakun membutuhkan perawatan dan kontrol rutin ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Namun, keterbatasan ekonomi keluarga membuat langkah pengobatan tersebut sulit dilakukan.

Ibu Salakun, Nurhayati, mengatakan kondisi anaknya telah berlangsung selama sekitar enam bulan. Sejak Salakun jatuh sakit, dirinya juga tidak lagi dapat bekerja karena harus merawat sang anak.

“Sudah sekitar enam bulan anak saya terbaring lemas. Sejak dia sakit, saya sudah lama tidak bekerja,” ujar Nurhayati, Selasa (15/9/2026).

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Nurhayati dan Salakun kini hanya mengandalkan bantuan dari keluarga serta warga sekitar.

Menurut Nurhayati, berdasarkan anjuran dokter, Salakun harus menjalani kontrol secara rutin di RSUDZA Banda Aceh. Kontrol tersebut penting untuk memantau kondisi kesehatan dan mendapatkan penanganan medis yang dibutuhkan.

Namun, jarak Banda Aceh yang cukup jauh serta biaya perjalanan dan kebutuhan selama menjalani pengobatan menjadi kendala besar bagi keluarga.

Kata dokter harus rutin kontrol ke Rumah Sakit Zainal Abidin di Banda Aceh. Tapi kami terkendala biaya untuk membawa Salakun berobat ke sana,” tutur Nurhayati.

Kondisi Salakun sangat memprihatinkan. Dalam usia yang seharusnya masih menikmati masa sekolah dan bermain bersama teman-teman, Salakun justru harus menghabiskan sebagian besar waktunya di atas tempat tidur.

Kondisi tersebut mengetuk kepedulian masyarakat dan para dermawan untuk bersama-sama membantu meringankan beban Salakun dan keluarganya.

Selain bantuan dari masyarakat, perhatian dan dukungan dari Pemerintah Aceh Barat Daya juga sangat diharapkan agar Salakun dapat memperoleh akses pengobatan yang layak dan menjalani kontrol medis sesuai anjuran dokter.

Dikabarkan, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) telah melihat langsung kondisi Salakun yang tengah berjuang melawan infeksi jantung.

Kunjungan dilakukan pada Selasa (15/9/2026) oleh sejumlah pejabat Pemkab Abdya yang dipimpin Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Amrizal, didampingi Kepala Sekretariat Baitul Mal Abdya Bustari, Kepala Dinas Sosial, Camat Babahrot serta Kepala Desa Ie Mirah.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tidak Ada Toleransi, Presiden Prabowo Perintahkan Cabut Izin dan Usut Pidana Korporasi Pelaku Karhutla

18 September 2026 - 05:47 WITA

Menko Yusril Apresiasi Putusan Bebas Lima Warga dalam Kasus Pencurian Sawit

12 September 2026 - 08:09 WITA

Lepas Kontingen Asian Games 2026, Presiden Prabowo: Negara dan Bangsa Menanti Prestasimu

9 September 2026 - 14:46 WITA

Presiden Prabowo Perintahkan Pengusutan Dugaan Kesengajaan Pembakaran Hutan dan Lahan

8 September 2026 - 05:18 WITA

Terindikasi Kangkangi Aturan, APH Didesak Cabut Izin Usaha Perkebunan PT Ketapang Subur Lestari di Barito Timur

6 September 2026 - 07:50 WITA

Trending di Warta Nusantara