Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Warta Internasional

Di KTT BRICS Presiden Prabowo Bicara Pentingnya Ketahanan Pangan dan Kemandirian Negara hingga Lakukan Penanaman Pohon Banyan

badge-check


					Di KTT BRICS Presiden Prabowo Bicara Pentingnya Ketahanan Pangan dan Kemandirian Negara hingga Lakukan Penanaman Pohon Banyan Perbesar

Presiden Prabowo Hadiri KTT BRICS 2026, Tegaskan Peran Aktif Indonesia dalam Tata Kelola Global

New Delhi, infokatulistiwanews.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 yang digelar di Bharat Mandapam, New Delhi, Republik India, pada Sabtu, 12 September 2026. Kehadiran Presiden Prabowo dalam pertemuan tingkat tinggi tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Kepala Negara ke India untuk memperkuat peran Indonesia dalam mendorong kerja sama multilateral dan membangun kemitraan strategis di tengah dinamika global.

KTT BRICS tahun ini mengusung tema “Building for Resilience, Innovation, Cooperation, and Sustainability” yang mencerminkan komitmen negara-negara anggota BRICS untuk memperkuat ketahanan, mendorong inovasi, meningkatkan kerja sama, serta membangun pembangunan yang berkelanjutan.

Setibanya di South Plaza, Bharat Mandapam, Presiden Prabowo Subianto disambut jajar pasukan kehormatan sebagai bentuk penghormatan kepada kepala negara yang hadir. Kedatangan Presiden Prabowo kemudian disusul oleh sejumlah pemimpin negara lainnya, antara lain Republik Islam Iran, Republik Arab Mesir, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), dan Federasi Rusia.

Presiden Prabowo kemudian menuju lokasi utama penyelenggaraan KTT dan disambut secara langsung oleh Perdana Menteri (PM) Republik India Narendra Modi selaku Ketua BRICS tahun 2026. Kedua pemimpin tampak berjabat tangan dan berpelukan hangat sebelum berbincang singkat, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Usai penyambutan tersebut, Presiden Prabowo bergabung bersama para pemimpin negara lainnya di ruang tunggu naratetama. Di ruangan tersebut, para pemimpin negara memanfaatkan waktu sebelum sesi utama untuk saling bertegur sapa dan bertukar pandangan secara singkat mengenai berbagai perkembangan serta tantangan global.

Selanjutnya, Presiden Prabowo bersama para pemimpin negara bergerak menuju Summit Hall untuk mengikuti sesi terbatas bertema “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism”. Dalam sesi tersebut, PM Modi menyampaikan pengantar dengan menekankan komitmen India selama memimpin BRICS pada 2026 untuk menempatkan kepentingan masyarakat dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai landasan dalam memperkuat ketangguhan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan.

“Saya sangat senang menyambut Anda semua di India. Kepemimpinan India di BRICS didasarkan pada pendekatan yang berpusat pada masyarakat dan mengutamakan kemanusiaan. Ketangguhan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan senantiasa menjadi prioritas kami,” ucap PM Modi.

Keikutsertaan Indonesia dalam KTT BRICS juga menjadi momentum bagi Presiden Prabowo untuk menyampaikan posisi dan kepentingan Indonesia dalam berbagai isu global, sekaligus memperkuat kerja sama dengan negara-negara anggota BRICS. Selain mengikuti sesi terbatas, Presiden Prabowo bersama para pemimpin negara dijadwalkan mengunjungi pameran “Bharat Innovates” Exhibition dan “BRICS @20” Exhibition.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama para pemimpin negara dan penanaman pohon bersama. Rangkaian KTT ke-18 BRICS di New Delhi pada hari pertama akan ditutup dengan jamuan makan malam yang dihadiri para pemimpin negara. Melalui partisipasi aktif Presiden Prabowo dalam KTT Ke-18 BRICS, Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjadi kekuatan yang menjembatani berbagai kepentingan, memperkuat solidaritas Global South, dan berkontribusi dalam membangun tatanan dunia yang lebih adil, tangguh, serta berkelanjutan.

Di KTT BRICS 2026, Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Ketahanan dan Kemandirian Negara

Di KTT BRICS 2026, Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Ketahanan dan Kemandirian Negara
Presiden Prabowo menekankan bahwa kebersamaan di antara negara-negara BRICS akan memperkuat posisi dan ketahanan masing-masing negara. Menurut Presiden Prabowo, kekuatan suatu negara pada dasarnya berawal dari kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pangan, energi, pendidikan, hingga kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri sesi terbatas bertema “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism” dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, Republik India, Sabtu, 12 September 2026. Sesi tersebut diikuti oleh para pemimpin negara anggota BRICS untuk membahas penguatan tata kelola global yang inklusif serta kerja sama multilateral.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo terlebih dahulu menyampaikan apresiasi kepada Perdana Menteri (PM) Republik India Narendra Modi selaku tuan rumah sekaligus Ketua BRICS tahun ini atas sambutan dan keramahtamahan yang diberikan kepada delegasi Indonesia. Presiden Prabowo juga menyampaikan penghargaan atas kepemimpinan PM Modi dalam memimpin BRICS.

“Izinkan saya terlebih dahulu menyampaikan terima kasih kepada tuan rumah dan Ketua BRICS tahun ini atas sambutan hangat serta keramahan luar biasa yang diberikan kepada delegasi kami. Saya juga ingin memberikan apresiasi atas kepemimpinan hebat yang ditunjukkan oleh Perdana Menteri Shri Narendra Modi dalam memimpin BRICS,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo menyebut keikutsertaan Indonesia dalam BRICS menjadi sebuah kehormatan, mengingat Indonesia merupakan anggota baru dalam organisasi tersebut. Presiden juga menyampaikan terima kasih kepada para pendiri BRICS yang telah menerima Indonesia dalam waktu yang cepat untuk menjadi bagian dari organisasi yang merepresentasikan sebagian besar populasi dunia.

“Merupakan suatu kehormatan besar bagi kami untuk hadir di sini dan bergabung dengan Anda semua dalam KTT ini. Kami adalah anggota baru BRICS, dan kami ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh pendiri BRICS yang telah menerima kami dengan sangat cepat sebagai anggota organisasi baru yang hebat ini, yang mewakili separuh dari populasi manusia,” kata Presiden Prabowo.

Selanjutnya, Presiden Prabowo menekankan bahwa kebersamaan di antara negara-negara BRICS akan memperkuat posisi dan ketahanan masing-masing negara. Menurut Presiden Prabowo, kekuatan suatu negara pada dasarnya berawal dari kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pangan, energi, pendidikan, hingga kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan.

“Dengan bersatu, kita juga menjadi lebih kuat. Kekuatan selalu bermula dari dalam negeri bersama rakyat kita—lewat kemampuan kita untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka, menjamin pasokan energi yang mereka perlukan, mendidik anak-anak kita, serta memberikan mereka kesempatan untuk hidup sejahtera. Begitulah cara kita membangun bangsa yang tangguh dan benar-benar mandiri,” tuturnya.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa ketahanan tersebut penting agar negara memiliki kemampuan untuk menentukan arah kebijakannya secara mandiri. Indonesia, kata Presiden, tidak menginginkan adanya ketergantungan maupun tekanan dari kekuatan tertentu, sehingga penguatan fondasi nasional menjadi bagian penting dalam menjaga perdamaian dan membangun kepercayaan.

“Kami tidak suka didikte oleh satu atau dua kekuatan tertentu. Kita harus tangguh dan kemudian kita akan benar-benar mandiri. Kami telah memperkuat fondasi kami untuk menjaga perdamaian dan membangun kepercayaan,” ujar Presiden Prabowo.

Dengan fondasi yang kuat, Presiden Prabowo meyakini BRICS dapat terus memperluas dan memperkuat kerja sama di berbagai bidang yang berpengaruh langsung terhadap ketahanan negara-negara anggotanya. Salah satu bidang yang dinilai strategis adalah energi, khususnya melalui penguatan konektivitas sistem energi dan ketahanan energi antarwilayah.

“Energi adalah salah satu contoh yang jelas. Kita menghubungkan sistem energi kita dan memperkuat keamanan energi di seluruh wilayah kita untuk mendorong perekonomian kita, dan membangun ketahanan yang berkelanjutan,” kata Presiden Prabowo.

Melalui BRICS, Indonesia mendorong lahirnya kerja sama konkret yang memperkuat ketahanan pangan, energi, pendidikan, dan ekonomi. Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan ketahanan negara-negara anggota, tetapi juga menghadirkan kemandirian dan kesejahteraan nyata bagi rakyatnya.

Bawa Spirit Bandung ke KTT BRICS, Presiden Prabowo: Bersatu Kita Teguh, Terpecah Kita Runtuh

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto membawa semangat persatuan bangsa-bangsa Global South dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026. Saat menghadiri sesi terbatas bertema “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism” di Bharat Mandapam, New Delhi, Republik India, pada Sabtu, 12 September 2026, Presiden Prabowo mengangkat pepatah Indonesia sebagai pesan tentang pentingnya kebersamaan dalam menghadapi tantangan global.

“Ada pepatah lama di Indonesia, ‘Bersatu kita teguh, terpecah kita runtuh’,” ujar Presiden Prabowo di hadapan para pemimpin BRICS.

Bagi Presiden Prabowo, pepatah tersebut bukan sekadar ungkapan tentang persatuan. Pesan itu mencerminkan semangat yang sejak puluhan tahun lalu telah menyatukan negara-negara Asia dan Afrika dalam perjuangan untuk berdiri sejajar, menentukan masa depannya sendiri, serta memperjuangkan kepentingan bersama.

“Kearifan sederhana ini mencerminkan semangat yang menyatukan negara-negara Global Selatan, negara-negara dari Asia dan Afrika, beberapa dekade lalu di Bandung,” lanjut Presiden.

Spirit Bandung tersebut, menurut Presiden Prabowo, tetap relevan di tengah tatanan dunia saat ini. Negara-negara Global South yang memiliki pengalaman sejarah dalam memperjuangkan kemerdekaan dari imperialisme dan kolonialisme kini hadir bersama sebagai bangsa-bangsa yang setara.

“Kami di Global South kini merasa suara kami didengar. Negara-negara yang baru saja meraih kemerdekaan, yang telah melawan imperialisme dan kolonialisme, kini bersatu sebagai negara yang setara,” ungkap Kepala Negara.

Presiden menegaskan bahwa persatuan memberikan kekuatan lebih besar bagi negara-negara Global South untuk menyuarakan kepentingannya. Dengan berdiri bersama, suara mereka dapat menjangkau lebih jauh sekaligus memperkuat kemampuan untuk menjaga dan memperjuangkan kepentingan masing-masing negara.

“Kami memahami bahwa dengan bersatu, suara kita akan lebih terdengar. Kepentingan kita dapat lebih terlindungi dan dimajukan. Pelajaran ini tetap sangat penting,” tegas Presiden.

Pesan Presiden Prabowo di KTT BRICS menegaskan bahwa spirit Bandung bukan sekadar warisan sejarah, melainkan kekuatan yang tetap hidup untuk menjawab tantangan masa kini. Melalui persatuan, negara-negara Global South dapat berdiri semakin kokoh, menjaga kemandirian, serta bersama-sama memperjuangkan tatanan dunia yang lebih adil, setara, dan inklusif.

KTT BRICS 2026 Hasilkan Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 menghasilkan Deklarasi New Delhi yang disepakati bersama oleh negara-negara anggota BRICS sebagai arah bersama untuk menerjemahkan berbagai komitmen ke dalam langkah dan hasil yang nyata. Deklarasi tersebut diadopsi dalam KTT BRICS 2026 yang digelar di Bharat Mandapam, New Delhi, Republik India, pada Sabtu, 12 September 2026.

Perdana Menteri (PM) Republik India Narendra Modi menyampaikan bahwa pada sesi pertemuan terbatas KTT BRICS 2026 ini, telah berlangsung secara bermakna dan konstruktif dengan berbagai realitas dunia dipaparkan secara jelas. PM Modi menyebut perubahan dunia membutuhkan pembaruan terhadap institusi-institusi global, terutama dalam aspek representasi, daya tanggap, serta aturan keterlibatan.

“Kita harus bekerja melalui kemitraan dan aksi kolektif untuk menjembatani kesenjangan antara komitmen dan hasil. ‘Deklarasi New Delhi’ yang diadopsi hari ini memberikan arah yang jelas bagi tekad bersama kita. Kini menjadi tanggung jawab kita untuk menerjemahkan komitmen-komitmen ini menjadi hasil yang nyata,” ujar PM Modi.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kekuatan kolektif BRICS untuk memastikan berbagai komitmen bersama dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Presiden Prabowo menilai kekuatan tersebut tidak boleh berhenti di atas kertas saja, tetapi harus diterjemahkan menjadi peluang bagi masyarakat serta memperkuat suara Global South dalam menentukan masa depannya.

“Inilah jenis kekuatan kolektif yang kita butuhkan. Kekuatan yang tidak berhenti di atas kertas, tetapi diterjemahkan menjadi peluang bagi masyarakat kita. Kekuatan yang memungkinkan Global South memiliki suara yang lebih besar dalam membentuk masa depannya sendiri,” ujar Presiden Prabowo.

Kepala Negara menambahkan bahwa kekuatan kolektif yang dimiliki BRICS juga harus digunakan untuk membangun tatanan internasional yang lebih adil dan setara. Menurut Presiden Prabowo, kerja sama negara-negara BRICS dapat menjadi kekuatan untuk memastikan suara dan kepentingan negara-negara Global South semakin diperhitungkan dalam tata kelola global.

“Kekuatan yang sama juga harus digunakan untuk membangun tatanan internasional yang lebih adil dan setara. Bersama-sama, kita dapat membuat kekuatan kita diperhitungkan,” imbuh Kepala Negara.

Presiden Prabowo Tekankan Kekuatan Kolektif BRICS untuk Perkuat Tata Kelola Global

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 yang digelar di Bharat Mandapam, New Delhi, Republik India, pada Sabtu, 12 September 2026. Kehadiran Presiden Prabowo dalam pertemuan tingkat tinggi tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Kepala Negara ke India untuk memperkuat peran Indonesia dalam mendorong kerja sama multilateral dan membangun kemitraan strategis di tengah dinamika global.

KTT BRICS tahun ini mengusung tema “Building for Resilience, Innovation, Cooperation, and Sustainability” yang mencerminkan komitmen negara-negara anggota BRICS untuk memperkuat ketahanan, mendorong inovasi, meningkatkan kerja sama, serta membangun pembangunan yang berkelanjutan.

Setibanya di South Plaza, Bharat Mandapam, Presiden Prabowo Subianto disambut jajar pasukan kehormatan sebagai bentuk penghormatan kepada kepala negara yang hadir. Kedatangan Presiden Prabowo kemudian disusul oleh sejumlah pemimpin negara lainnya, antara lain Republik Islam Iran, Republik Arab Mesir, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), dan Federasi Rusia.

Presiden Prabowo kemudian menuju lokasi utama penyelenggaraan KTT dan disambut secara langsung oleh Perdana Menteri (PM) Republik India Narendra Modi selaku Ketua BRICS tahun 2026. Kedua pemimpin tampak berjabat tangan dan berpelukan hangat sebelum berbincang singkat, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Usai penyambutan tersebut, Presiden Prabowo bergabung bersama para pemimpin negara lainnya di ruang tunggu naratetama. Di ruangan tersebut, para pemimpin negara memanfaatkan waktu sebelum sesi utama untuk saling bertegur sapa dan bertukar pandangan secara singkat mengenai berbagai perkembangan serta tantangan global.

Selanjutnya, Presiden Prabowo bersama para pemimpin negara bergerak menuju Summit Hall untuk mengikuti sesi terbatas bertema “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism”. Dalam sesi tersebut, PM Modi menyampaikan pengantar dengan menekankan komitmen India selama memimpin BRICS pada 2026 untuk menempatkan kepentingan masyarakat dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai landasan dalam memperkuat ketangguhan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan.

“Saya sangat senang menyambut Anda semua di India. Kepemimpinan India di BRICS didasarkan pada pendekatan yang berpusat pada masyarakat dan mengutamakan kemanusiaan. Ketangguhan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan senantiasa menjadi prioritas kami,” ucap PM Modi.

Keikutsertaan Indonesia dalam KTT BRICS juga menjadi momentum bagi Presiden Prabowo untuk menyampaikan posisi dan kepentingan Indonesia dalam berbagai isu global, sekaligus memperkuat kerja sama dengan negara-negara anggota BRICS. Selain mengikuti sesi terbatas, Presiden Prabowo bersama para pemimpin negara dijadwalkan mengunjungi pameran “Bharat Innovates” Exhibition dan “BRICS @20” Exhibition.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama para pemimpin negara dan penanaman pohon bersama. Rangkaian KTT ke-18 BRICS di New Delhi pada hari pertama akan ditutup dengan jamuan makan malam yang dihadiri para pemimpin negara. Melalui partisipasi aktif Presiden Prabowo dalam KTT Ke-18 BRICS, Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjadi kekuatan yang menjembatani berbagai kepentingan, memperkuat solidaritas Global South, dan berkontribusi dalam membangun tatanan dunia yang lebih adil, tangguh, serta berkelanjutan.

Presiden Prabowo Tanam Pohon Banyan Bersama para Pemimpin BRICS

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengikuti kegiatan penanaman pohon bersama atau joint tree plantation bersama para pemimpin negara anggota dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026. Penanaman pohon tersebut berlangsung di area Nataraj Statue, Bharat Mandapam, Republik India, pada Sabtu, 12 September 2026.

Sebelum melakukan penanaman pohon, Presiden Prabowo bersama para pemimpin negara anggota BRICS terlebih dahulu mengabadikan momen kebersamaan melalui sebuah sesi foto. Dalam sesi tersebut, Presiden Prabawo tampak berdiri di sebelah Presiden Republik Arab Mesir, Abdel Fattah el-Sisi.

Selanjutnya, Presiden Prabowo bersama para pemimpin melakukan penanaman pohon banyan. Pohon yang merupakan pohon nasional India dengan akar yang kuat ini melambangkan umur panjang, ketangguhan, dan keabadian.

Bersama para pemimpin lain, Presiden Prabowo terlihat berjalan menuju lokasi penanaman. Kepala Negara kemudian mengambil sekop dan menuangkan tanah dari karung goni ke atas bibit pohon banyan.

Setelah itu, Presiden mengambil penyiram tanaman yang telah disediakan untuk melanjutkan prosesi penanaman. Dengan menuangkan air secukupnya, Kepala Negara menyiram bibit pohon banyan yang baru saja ditanam sebagai bagian dari rangkaian simbolis penanaman pohon bersama para pemimpin negara anggota BRICS.

Penanaman pohon banyan tidak hanya menjadi bagian dari agenda bersama, tetapi juga membawa pesan mengenai pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan. Dengan karakter pohon banyan yang dapat tumbuh besar dan berumur panjang, penanaman ini dapat menjadi simbol harapan atas pertumbuhan kerja sama yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat.

Momen Akrab Presiden Prabowo Bersama PM Modi, Presiden Putin, dan Presiden Xi Jelang Pembukaan KTT BRICS

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto berbincang hangat dengan sejumlah pemimpin dunia di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 di Bharat Mandapam, New Delhi, Republik India pada Sabtu, 12 September 2026. Presiden Prabowo tampak berbincang bersama Perdana Menteri Republik India Narendra Modi, Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin, serta Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping sebelum sesi pembukaan KTT dimulai.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya membagikan momen tersebut. Pertemuan singkat tersebut berlangsung dalam suasana akrab dan bersahabat.

“Keempat pemimpin tampak berbincang dalam suasana hangat dan bersahabat sebelum sesi pembukaan dimulai,” tulis Seskab Teddy.

Presiden Prabowo tampak berada bersama Presiden Putin ketika PM Modi dan Presiden Xi bergabung dalam perbincangan. Interaksi tersebut memperlihatkan kedekatan komunikasi antarpemimpin di sela agenda resmi pertemuan multilateral.

Momen tersebut menjadi salah satu gambaran diplomasi personal yang turut mewarnai kehadiran Presiden Prabowo pada KTT BRICS. Di luar sesi formal, pertemuan antarpemimpin memberikan ruang untuk membangun komunikasi serta memperkuat hubungan baik antarnegara.

Keikutsertaan Presiden Prabowo dalam KTT BRICS ke-18 juga menjadi bagian dari komitmen Indonesia untuk terus aktif berperan dalam berbagai forum internasional dan memperluas kemitraan dengan negara-negara sahabat.

Dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo menekankan pentingnya hubungan luar negeri yang terbuka dan kerja sama dengan seluruh pihak berdasarkan prinsip saling menghormati dan saling menguntungkan.

Suasana hangat sebelum pembukaan KTT tersebut sekaligus mencerminkan hubungan baik Indonesia dengan India, Rusia, dan Tiongkok sebagai sejumlah mitra strategis Indonesia di kawasan maupun tingkat global.

Red~ IKN

(BPMI Setpres)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Singapura Layangkan Peringatan ke 7 Perusahaan Indonesia Terkait Kabut Asap

17 Oktober 2026 - 03:38 WITA

RI Dorong ACAFTA Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM

15 Oktober 2026 - 06:45 WITA

PBB Desak Investigasi Serangan Terhadap Bandara Internasional Riyadh

13 Oktober 2026 - 04:33 WITA

Indonesia Juara Umum Kompetisi Olahraga-Budaya ISCG 2026 di Pakistan

10 Oktober 2026 - 05:03 WITA

Bos IMF Ngomel ke Negara-Negara Maju, Utang Dunia Bakal 100% PDB

8 Oktober 2026 - 05:21 WITA

Trending di Warta Internasional