Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Serba Serbi

Hagai Pakan: Tren Kebaya Mengarah ke Ladu Padan Busana Modern

badge-check


					Hagai Pakan: Tren Kebaya Mengarah ke Ladu Padan Busana Modern Perbesar

Penata busana Hagai Pakan mengatakan tren berkebaya di kalangan perempuan Indonesia kini bergeser ke arah padu padan dengan busana modern, sementara bentuk kebaya klasik diperkirakan tetap menjadi pilihan utama.

“Kalau sekarang trennya justru lebih di styling-nya. Bagaimana mereka menggunakan sebuah kebaya klasik dengan padu padan yang nyeleneh, yang kontemporer sehingga bisa relevan untuk berbagai occasion di sehari-hari,” kata Hagai dalam konferensi pers film pendek “Jalan Pulang”, di Jakarta, Rabu.

Menurut Hagai, kebaya klasik dapat dipadukan dengan berbagai item fesyen modern, seperti blazer, jeans, celana bahan, hingga dikenakan sebagai luaran atau outer. Cara tersebut dinilai membuat kebaya lebih mudah digunakan dalam berbagai aktivitas, mulai dari bekerja hingga kegiatan sehari-hari.

“Baik itu mereka pakai ke kantor, dijadikan dalaman buat jas, atau dipakaikan celana bahan. Ada juga yang dipakai sehari-hari dijadikan outer,” ujarnya.

Ia menilai tren tersebut juga didukung semakin banyaknya desainer dan jenama lokal yang mengeksplorasi material maupun cara mengenakan kebaya tanpa menghilangkan karakter dasarnya.

Meski demikian, Hagai mengatakan tren berkebaya ke depan bukan terletak pada perubahan bentuk kebaya, melainkan kreativitas dalam memadukannya dengan berbagai elemen busana modern.

“Jadi aku rasa bukan bentuk kebayanya, tapi eksplorasi terhadap model kebaya klasik yang menurut aku akan menjadi tren ke depannya,” katanya.

Dalam film pendek “Jalan Pulang”, Hagai menerapkan pendekatan tersebut pada karakter utama Dara dengan memadukan kebaya kutu baru bersama kemeja berkancing, sehingga tampil menyerupai blazer. Padu padan itu dipilih untuk menggambarkan karakter perempuan muda yang bekerja di industri gaya hidup dan fesyen.

Ia mengatakan pendekatan tersebut dilakukan agar kebaya tetap menjadi bagian dari cerita tanpa mendominasi emosi dalam film.

“Jangan sampai visualnya mengganggu ceritanya. Dialognya sudah bagus, dalam, tapi bajunya malah overpower. Itu yang harus benar-benar dijaga keseimbangannya,” ujar Hagai.

Film pendek “Jalan Pulang” diprakarsai Bakti Budaya Djarum Foundation untuk memperingati Hari Kebaya Nasional yang diperingati setiap 24 Juli. Film garapan sutradara Bramsky itu dijadwalkan tayang pada 24 Juli 2026 melalui kanal YouTube IndonesiaKaya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

18 Oktober 2026 - 04:51 WITA

Juri Pencak Silat Dunia Apresiasi Atlet Tapak Suci SMP Muhammadiyah 2 Kroya

16 Oktober 2026 - 02:19 WITA

Panen Perdana AMA di Liagu, Petambak Masih Evaluasi Hasil Budidaya

14 Oktober 2026 - 05:47 WITA

Harga Pangan Hari Ini 12 Oktober: Beras Naik, Cabai Melonjak

12 Oktober 2026 - 05:11 WITA

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

10 Oktober 2026 - 04:58 WITA

Trending di Serba Serbi