Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Serba Serbi

Waisak 2026 di Borobudur Serukan Perdamaian, Persatuan dan Cinta Kasih bagi Dunia

badge-check


					Waisak 2026 di Borobudur Serukan Perdamaian, Persatuan dan Cinta Kasih bagi Dunia Perbesar

Magelang, infokatulistiwanews.com –

Puncak peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 B.E. tahun 2026 di altar Candi Borobudur, Minggu (31/5/2026), memancarkan energi positif, kedamaian, rasa empati, dan kepedulian terhadap sesama di tengah dinamika masyarakat yang majemuk dan gejolak dunia yang pasang surut.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama, Supriyadi, menegaskan bahwa ritual suci yang dilakukan di berbagai candi, Vihara dan Cetiya bukan sekadar seremonial, melainkan panggilan bagi umat untuk bertransformasi menjadi pribadi yang membawa dampak nyata bagi lingkungan sekitar.

“Tentu ini menjadikan kita agar memiliki pemahaman agar kita mampu bertransformasi menjadi orang-orang yang saleh, orang-orang yang susila, orang-orang yang baik sehingga kita mampu membawa energi kedamaian dari altar Puja menuju ruang publik yang sangat heterogen dan majemuk ini,” ujar Supriyadi di Magelang.

Mengutip kitab Dhammapada Sukha Vagga, Supriyadi mengingatkan esensi hidup tanpa permusuhan di tengah perbedaan. Menurutnya, sikap moderat yang kokoh dari dalam batin akan menjadi oase ketenteraman bagi masyarakat luas.

“Pesan ini sangat penting untuk kita pahami sebagai sebuah pesan perdamaian agar kita mulai dari hulu memiliki sikap yang moderat yang akan terus kita gaungkan dalam kehidupan kita sehari-hari,” ungkapnya.

Kehadiran umat Buddha di masyrakat, katanya, harus menjadi contoh dan dirasakan langsung oleh sesama melalui tindakan nyata yang menyejukkan sekaligus mempererat nilai persatuan.

“Kita diajarkan untuk tidak membalas kegaduhan dengan kegaduhan. Ketika kita mampu menghadirkan kedamaian dalam diri, maka kehadiran kita di tengah masyarakat akan memberikan dampak yang nyata. Oleh karena itu, umat Buddha harus bisa menjadi pelopor perdamaian, merajut kerukunan dan mempererat persaudaraan,” ucapnya.

Tantangan Global dan Kekuatan Persatuan

Pesan kedamaian juga digarisbawahi oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI), Hartati Murdaya. Ia menyoroti tema Waisak tahun ini, yaitu ‘Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebajikan’ dengan subtema ‘Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia’, sebagai jawaban atas krisis global saat ini.

“Tema ini sangat sesuai dengan kondisi dan situasi dunia saat ini. Kondisi dunia saat ini, diwarnai oleh peperangan yang berkepanjangan antar negara, kenaikan harga energi sangat signifikan serta ancaman krisis ekonomi yang berkepanjangan bagi umat manusia di seluruh dunia. Mudah-mudahan keadaan yang tidak diharapkan tersebut, tidak sampai terjadi,” ungkap Hartati.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, melihat momentum Waisak di Borobudur sebagai peluang besar untuk mempererat kembali persatuan bangsa melalui nilai-nilai universal seperti empati dan cinta kasih.

“Indonesia itu sangat amat kaya sekali, namun kita cuman kurang 1, (yaitu) kurang bersatu. Kalau kita bersatu padu bisa dibayangkan apa yang kita bisa lakukan bersama, karena Indonesia bukan hanya memiliki sumber daya yang luar biasa, tak hanya sumber daya alam, tapi saya mengatakan sumber daya manusia, sumber daya kreatif dan yang paling penting adalah hati dari Bapak Ibu sekalian yang begitu murni, yang begitu penuh cinta yang ada di sini,” tutur Irene.

Irene berharap melalui perayaan Waisak yang dihadiri oleh perwakilan dari berbagai negara ini, Indonesia dapat mengirimkan pesan persatuan yang kuat ke seluruh dunia.

“Dunia di hari ini, sangat membutuhkan cinta kasih. Bukan hanya dari Indonesia, tapi dari seluruh dunia, dan di sini ada representatif dari banyak sekali negara yang di luar sana. Satu kata saja, mari kita mempersatukan hati, mempersatukan bangsa, mempersatukan sesama umat manusia. Because Waisak Day is not only for Indonesian but it’s for all Buddhists around the world. Let’s join our hearts together for better world Selamat Hari Waisak,” pesan Irene dengan penuh optimistis.

Red~ IKN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

18 Oktober 2026 - 04:51 WITA

Juri Pencak Silat Dunia Apresiasi Atlet Tapak Suci SMP Muhammadiyah 2 Kroya

16 Oktober 2026 - 02:19 WITA

Panen Perdana AMA di Liagu, Petambak Masih Evaluasi Hasil Budidaya

14 Oktober 2026 - 05:47 WITA

Harga Pangan Hari Ini 12 Oktober: Beras Naik, Cabai Melonjak

12 Oktober 2026 - 05:11 WITA

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

10 Oktober 2026 - 04:58 WITA

Trending di Serba Serbi