Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Warta Internasional

Tambang Emas Longsor Kubur Penambang Hidup-Hidup, 28 Tewas

badge-check


					Tambang Emas Longsor Kubur Penambang Hidup-Hidup, 28 Tewas Perbesar

Perkembangan situasi industri pertambangan informal di kawasan Afrika kembali memakan korban jiwa setelah sebuah proyek penggalian tradisional mengalami kecelakaan fatal. Insiden runtuhnya struktur tanah ini dilaporkan merenggut nyawa puluhan pekerja lokal yang tengah beraktivitas di dalam lubang galian.

Mengutip laporan AFP pada Senin, (25/05/2026), sebuah tambang emas rakyat skala kecil longsor di wilayah utara Angola pada akhir pekan lalu dan menewaskan sedikitnya 28 orang penambang. Berdasarkan laporan otoritas setempat, hampir setengah dari total korban tewas dalam musibah tragis tersebut diketahui berasal dari satu ikatan keluarga yang sama.

Kekayaan alam Angola yang melimpah akan simpanan berlian serta mineral lainnya, termasuk emas, dilaporkan telah menarik minat ribuan pria untuk mengadu nasib. Para pekerja ini, termasuk mereka yang datang dari negara tetangga seperti Republik Demokratik Kongo, nekat mendatangi lokasi-lokasi tambang ilegal yang tidak terkontrol.

Pihak berwenang berhasil mengevakuasi jasad 28 orang yang berusia antara 18 hingga 45 tahun menyusul runtuhnya tambang pada Sabtu pagi di provinsi Bengo, wilayah timur laut ibu kota Luanda. Seorang pejabat kepolisian setempat memberikan keterangan resmi mengenai kronologi runtuhnya tambang tersebut kepada stasiun televisi nasional TPA.

“Para pemuda ini sedang mengekstrak mineral strategis, yaitu emas, di area ini dan pada titik tertentu tambang tersebut runtuh,” ujar pejabat polisi tersebut pada hari Minggu.

Dirinya juga menambahkan bahwa hingga saat ini pihak berwenang dan tim penyelamat masih terus melakukan proses pencarian di sekitar lokasi kejadian untuk mengantisipasi adanya penemuan mayat lainnya.

Sementara itu, seorang pejabat dari departemen penyelamatan setempat memberikan rincian data korban tewas yang sama kepada media lokal mengenai hubungan kekerabatan para pekerja.

Pejabat departemen tersebut mengonfirmasi bahwa 13 orang dari seluruh korban yang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut berasal dari satu keluarga yang sama.

Kantor Berita Angola Press Agency melaporkan bahwa jajaran pejabat pemerintah Bengo memperkirakan ada sekitar 7.000 penambang ilegal yang saat ini terlibat dalam aktivitas ekstraksi emas di provinsi tersebut.

Kendati demikian, pengawasan terhadap praktik penambangan liar ini masih menjadi tantangan besar di tengah tingginya komoditas harga emas dunia.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Singapura Layangkan Peringatan ke 7 Perusahaan Indonesia Terkait Kabut Asap

17 Oktober 2026 - 03:38 WITA

RI Dorong ACAFTA Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM

15 Oktober 2026 - 06:45 WITA

PBB Desak Investigasi Serangan Terhadap Bandara Internasional Riyadh

13 Oktober 2026 - 04:33 WITA

Indonesia Juara Umum Kompetisi Olahraga-Budaya ISCG 2026 di Pakistan

10 Oktober 2026 - 05:03 WITA

Bos IMF Ngomel ke Negara-Negara Maju, Utang Dunia Bakal 100% PDB

8 Oktober 2026 - 05:21 WITA

Trending di Warta Internasional