Menu

Mode Gelap
Wamen Imipas Silmy Karim dan 7 Pejabat Imigrasi Ditahan KPK Kodaeral IX-Wanadri ekspedisi selam di Pulau Buru jaga ekosistem laut Titi DJ Buka Suara Usai Sebut Ada yang Lebih Bagus Nyanyikan ‘Sang Dewi’ dari Lyodra Puskesmas Tebing Tinggi Hadirkan Inovasi Cegah Penyakit Menular 3 Eks Pimpinan Lembaga BGN Ditetapkan Jadi Tersangka Terkait Perkara Penyimpangan Tata Kelola MBG Dari Ruang Kelas SMPN 111 Jakarta, Cita-Cita Besar Menggema di Hadapan Presiden Prabowo

Serba Serbi

Keindahan Bunaken: Biodiversitas Laut Tertinggi di Dunia

badge-check


					Keindahan Bunaken: Biodiversitas Laut Tertinggi di Dunia Perbesar

Bunaken, yang terletak di Manado, Sulawesi Utara, dikenal memiliki keindahan alam bawah laut dengan tingkat biodiversitas tertinggi di dunia. Selain itu, Bunaken juga menyediakan banyak lokasi menyelam yang menarik bagi para penyelam.

Ekosistem perairan tropis Bunaken terdiri dari hutan bakau, padang lamun, terumbu karang, dan ekosistem daratan pesisir. Kawasan ini terbagi menjadi dua bagian utama.

Bagian utara meliputi Pulau Bunaken, Manado Tua, Mantehage, Siladen, Nain, Nain Kecil, serta pesisir Tanjung Pisok-Molas/Wori. Sementara itu, bagian selatan mencakup pesisir Poopoh-Popareng, termasuk pesisir Arakan-Wawontulap/Tanjung Kelap.

Taman Nasional Bunaken ditetapkan pada tahun 1991. Luas wilayahnya mencapai 890,65 km persegi, dengan 97% merupakan habitat laut dan 3% sisanya daratan. Daratan ini meliputi Pulau Bunaken, Manado Tua, Siladen, Mantehege, dan Nain.

Taman Laut Bunaken memiliki 20 titik penyelaman dengan kedalaman yang bervariasi hingga 1.344 meter. Beberapa titik selam berada di sekitar Pulau Bunaken, seperti Lekuan, Fakui, Mandolin, Tanjung Parigi, Ron’s Point, Pangalisang, Muka Kampung, Sachiko Point, dan Bunaken Timur.

Sebagian besar titik penyelaman di Pulau Bunaken terletak berjajar dari bagian tenggara hingga barat laut pulau.

Di wilayah ini, penyelam dapat menemukan underwater great walls, atau dinding karang raksasa yang berdiri vertikal dan melengkung ke atas.

Taman Nasional Bunaken berada di pusat segitiga karang dunia. Bahkan, ikan purba Coelacanth atau Latimeria Manadoensis masih dapat ditemukan di Teluk Manado.

Tercatat, ada 2.000 jenis ikan karang, 200 spesies moluska, 390 spesies terumbu karang, dan delapan spesies mamalia laut seperti duyung dan lumba-lumba yang hidup di bawah laut Bunaken.

Sebelum 1970-an, perairan Bunaken dianggap sebagai tempat bersemayamnya roh jahat oleh nelayan setempat. Pengalaman mendebarkan terjadi saat penyelaman pertama oleh penyelam dari Manado pada 1975, meskipun para nelayan telah memberikan peringatan sebelumnya.

Kekhawatiran nelayan semakin meningkat ketika para penyelam tak kunjung muncul dan hanya gelembung udara yang terlihat di permukaan.

Keyakinan mereka berubah ketika para penyelam kembali dengan selamat. Mereka menemukan ikan langka dan tumbuhan laut di dinding karang yang masih murni, pemandangan fantastis yang melebihi imajinasi mereka.

Sebenarnya, perairan Bunaken dihuni oleh ikan penyengat iblis atau ikan setan berduri (Inimicus didactylus), bukan roh jahat. Ikan ini sering menggali ke dalam pasir, membuatnya sulit terlihat dan menambah potensi bahayanya.

Jika terinjak, duri-durinya dapat menimbulkan sengatan beracun yang bisa berakibat fatal jika tidak segera diobati. Seperti dilansir dari Detik Travel, perairan Bunaken menyimpan keindahan dan tantangan tersendiri bagi para penyelam.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kodaeral IX-Wanadri ekspedisi selam di Pulau Buru jaga ekosistem laut

4 Juni 2026 - 04:29 WITA

Nilai ekonomi jamu tembus Rp1,2 triliun, BPOM dorong inovasi herbal

3 Juni 2026 - 06:33 WITA

Timnas Basket U18 Putri Indonesia kalahkan Singapura

3 Juni 2026 - 06:28 WITA

Tekad Eksel Runtukahu Maksimalkan Kesempatan Dipanggil Timnas Indonesia

1 Juni 2026 - 10:54 WITA

Waisak 2026 di Borobudur Serukan Perdamaian, Persatuan dan Cinta Kasih bagi Dunia

1 Juni 2026 - 07:00 WITA

Trending di Serba Serbi